Rumah Angker

Rumah Angker
36. Akhirnya Pulang Juga


__ADS_3

"Botol minumku Ta,"


Kata Gisela pada Juwita saat berada dalam perjalanan pulang dari Bogor seusai syuting sebagai figuran dalam satu film,


Hanya peran kecil, tapi itu karena film yang diproduksi dan dibuat oleh rumah produksi yang cukup besar, yang aktor utamanya juga aktor dan aktris papan atas, maka jadilah Gisela merasa ini adalah kesempatan baginya menunjukkan kemampuan, yang siapa tahu dari jalan inilah ia akan mendapatkan kesempatan lain untuk mendapatkan peran yang lebih banyak,


"Dari tadi minum terus, apa tidak kembung? Tidak mau makan tapi malah minum terus,"


Ujar Juwita sambil memberikan botol minuman milik Gisela,


Tampak Gisela merengut meraih botol minumannya,


"Kamu ini, makin hari makin cerewet,"


Kata Gisela dengan nada kesal, lalu membuka tutup botol minumannya dan langsung meneguknya seperti orang yang sedang sangat kehausan,


"Gimana tidak cerewet, aku itu sekarang dalam setiap detik terus menerus mengkhawatirkan mu Sel,"


Kesal Juwita,


Gisela mengakhiri kegiatan minumnya, ia tampak menutup botolnya lalu meletakkan botol minumnya begitu saja di pangkuan Juwita yang duduk di sampingnya,


Sementara itu, mobil yang mengantar mereka pulang menuju apartemen terus meluncur cepat,


"Perasaanku sejak tadi tidak enak,"


Kata Gisela sambil kemudian melihat keluar kaca jendela mobil, di mana saat ini jalanan sudah terlihat dipenuhi kelap-kelip lampu jalanan,


Juwita menghela nafas,


"Kamu baru hari ini? Padahal perasaanku sudah tidak enak sejak Nona Moni..."

__ADS_1


Plak!


Tiba-tiba tangan Gisela menabok paha Juwita dengan keras sampai Juwita mengaduh karena kaget sekaligus sakit,


"Ssttt,"


Gisela mendelik ke arah Juwita agar asistennya itu diam dan tak bicara di sembarang tempat,


Mobil tanpa terasa akhirnya sudah masuk ke pusat kota, lalu mengarah ke apartemen Alpha Centauri di mana memang kabarnya di sana banyak artis tinggal,


Juwita yang menyadari mereka telah hampir sampai langsung bersiap, agar tak ada satupun yang ketinggalan,


Mobil dibawa driver menuju area parkir apartemen yang terlihat lengang,


"Alpha Apartemen, di sini mah tidak angker ya Non?"


Tanya driver dari balik kemudi, setelah mobil mulai memasuki pelataran apartemen dan kemudian akhirnya parkir,


"Aduh, tidak dong Pak, ini kan apartemen mahal, masa angker,"


Driver tertawa,


"Bukan begitu Non, soalnya dengar-dengar apartemen yang terkenal angker itu mau jadi Alpha Centauri apartemen juga,"


Kata sang driver,


Mendengarnya Juwita dan Gisela tampak saling berpandangan sebentar, lalu...


"Apartemen yang mana ya?"


Tanya Juwita jadi kepo,

__ADS_1


"Itu yang terkenal angker sekali,"


Sahut driver,


"Emangnya ada ya,"


Juwita bergumam,


"Aduh, ngapain bahas apartemen angker sih, yang bener saja, udah ayok cepat turun Ta,"


Kata Gisela sambil membuka pintu mobil, Juwita tampak nyengir,


"Takut banget dia Pak sama hantu,"


Kata Juwita disela acara nyengir nya yang belum selesai,


Gisela yang sudah lelah seharian, mood nya juga sedang jelek, sekarang malah jadi tambah kesal karena Juwita dan driver malah membahas hantu,


Jelas, Gisela sangat tidak suka membahas soal hantu, apalagi saat hari sudah mulai malam,


Yang benar saja kalau tiba-tiba nanti ada hantu di apartemennya, pastinya benar-benar tidak lucu,


Ah tidak! Tidak!


Sudah cukup untuk hari ini semuanya terasa melelahkan, ia ingin cepat sampai di kamarnya, mandi berendam air hangat, lalu tidur dengan pulas.


Gisela turun dari mobil, lalu disusul Juwita, mereka tampak kemudian berjalan bersama menuju apartemen mereka, melewati lobi dan sempat bertukar senyum dengan resepsionis,


"Hmm akhirnya dia sudah pulang, saatnya beraksi Mon,"


Sosok hantu perempuan yang tengah duduk di pagar balkon sambil memandangi area parkir bicara pada sosok hantu gadis cantik di sebelahnya.

__ADS_1


Ya, siapa lagi mereka, kalau bukan Hantu Syela dan hantu Monica.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2