Rumah Angker

Rumah Angker
43. Tertangkap


__ADS_3

Sebuah bayangan hitam melesat cepat menangkap tubuh laki-laki muda yang merupakan mantan kekasih Monica tersebut,


Sosok bayangan hitam itu membawa laki-laki yang nyaris saja tertabrak bus ke arah pelataran parkir Alpha Centauri apartemen,


Monica yang melihat bayangan hitam yang tak dikenalnya seolah sengaja menyelamatkan mantan kekasihnya itupun semakin marah,


Hantu gadis cantik yang semula begitu lembut itu lantas mengejar mantan kekasihnya yang tampak bersembunyi di tengah beberapa orang dengan setelan-setelan jas rapi,


"Mon... Mon..."


Tiba-tiba sayup terdengar suara memanggil dari satu sudut gelap di sekitar pelataran parkir apartemen,


Monica sempat mencari asal suara yang seperti suara Syela tersebut, namun karena sudut matanya menangkap bayangan mantan kekasihnya seperti berjalan cepat ke arah apartemen dengan diiringi seorang laki-laki tinggi besar berambut coklat, Monica pun kembali berusaha mengejar mantan kekasihnya,


Ia harus menuntaskan keinginannya membunuh laki-laki itu juga, ia tak ingin melepaskan mantan kekasihnya itu,


Tapi...


"Mooon,"


Panggilan itu bersamaan dengan sekelebat bayangan menuju ke arahnya lalu meraih tangan Monica untuk kemudian membawa hantu gadis cantik itu menjauh dari sana,


"Syela, lepas! Lepaskan aku!"


Monica berusaha melepaskan diri sekuat tenaga, lalu...


"Diamlah Mon! ikutilah aku, kau bisa dalam bahaya jika memaksakan diri ke sana!"


Syela memarahi Monica,


Tampak hantu gadis cantik yang sebetulnya masih kesal itupun terpaksa mengikuti Syela yang melayang menjauhi apartemen dan masuk ke dalam sebuah bangunan mall yang telah tutup,


Banyak hantu di sana yang tampak berseliweran karena aktifitas manusia sudah berakhir sama sekali, hantu-hantu itu tampak sibuk sendiri hingga tak peduli dengan kedatangan hantu Syela dan Monica,


"Ada apa sebetulnya? Siapa bayangan hitam yang menolong mantan kekasihku?"


Tanya Monica pada Syela,

__ADS_1


Tampak Syela memandangi Monica,


"Kamu benar-benar tidak tahu ya?"


Tanya Syela kemudian,


Monica mengerutkan kening,


"Tahu apa? Tahu soal apa?"


Tanya Monica pula,


"Pemilik apartemen itu, siapa mereka?"


Tanya Syela,


"Apartemen? Yang Gisela tinggal?"


Tanya Monica, tampak Syela mengangguk,


Tanya Monica bingung,


Syela menggeleng-gelengkan kepalanya,


"Kau benar-benar bodoh atau bagaimana sebetulnya, mereka tadi datang semua,"


"Siapa? Pemilik apartemen itu? Tuan Zion teman Ayahku, aku banyak dengar soal Tuan Zion,"


Ujar Monica,


"Ah tapi kenapa mereka datang?"


Gumam Monica lagi,


Haiiish... Syela pun mendesis,


"Ya jelas karena kau melempar artis yang sedang naik daun sampai kepalanya pecah!"

__ADS_1


Marah Syela,


Monica menatap Syela,


"Aku bilang takuti dia saja sampai kapok, tapi kau malah membunuhnya,"


Kata Syela sambil mengurut keningnya karena kepalanya jadi pusing dan rasanya jadi mau putus lagi,


"Aku khilaf, aku terlalu marah karena hatiku begitu sakit,"


Lirih Monica,


Syela menatap Monica,


"Ya aku paham, tapi pemilik apartemen itu pasti akan merasa bahwa kita mengganggu bisnis mereka, dan mereka akan mengerahkan pengikut mereka untuk memburu kita,"


Ujar Syela,


"Hah? Pengikut? Siapa? Maksudnya ap..."


Belum lagi Monica menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba sebuah bayangan hitam tinggi besar masuk ke dalam mall lalu menyambar tubuh Monica,


Syela yang melihatnya tentu saja langsung panik, ia berteriak-teriak memanggil Monica sambil berusaha mengejar karena bayangan hitam itu kemudian membawa Monica keluar dari mall dan kembali menuju apartemen Alpha Centauri,


"Syelaaaa toloooooong..."


Masih sempat terdengar suara Monica meminta tolong saat bayangan hitam besar itu akhirnya membawa Monica masuk ke dalam bangunan apartemen di mana Gisela tinggal,


Di pelataran apartemen sudah tampak banyak mobil polisi berdatangan, termasuk juga ambulance dan mobil para wartawan dari berbagai media cetak, elektronik dan lain sebagainya,


Syela tampak menatap apartemen yang kini ia takut masuk ke dalam sana karena sudah mulai dipagari sebuah kekuatan yang seperti bara api oleh seorang perempuan,


"Semoga kau tidak apa-apa Mon,"


Kata Syela lirih,


...****************...

__ADS_1


__ADS_2