
Gisela...
Arya tampak sibuk berselancar di internet dengan laptopnya di kamar,
Boni telah pamit sejak tadi, tentu setelah kenyang makan sampai dua piring setengah, antara kalap dan doyan,
Arya yang semula berniat pulang ke rumah Umi agar bisa istirahat akhirnya malah sampai nyaris jam sebelas siang belum juga tertidur,
Ia sibuk mengulik semua soal Gisela, sosok gadis yang sempat ada di satu foto dengan Monica,
Artis pendatang baru yang langsung menarik perhatian publik karena perannya sebagai perebut suami orang,
Cerita standar namun selalu tetap membuat para emak baper, lalu akhirnya pemerannya yang mendulang popularitas,
"Sempat bersekolah di sekolah yang sama karena Gisela mendapatkan beasiswa, mungkin dari sinikah mereka berteman baik?"
Gumam Arya sambil mengurut kening,
"Tapi, apa mungkin artis ini terlibat dengan percobaan pembunuhan pada diri Monica? Mungkinkah?"
Gumam Arya lagi,
Arya menyandarkan tubuhnya, matanya kini benar-benar pedas karena kantuk yang teramat sangat,
Sekitar jam setengah dua belas siang, akhirnya pemuda tampan itupun menyerah, ia mematikan dan menutup laptopnya, lalu ia pun beranjak menuju tempat tidur untuk berbaring,
Arya menghela nafas,
Tubuhnya yang lelah kini terasa langsung membaik begitu berbaring,
Kantuk yang menyerang sejak tadi pun seketika membuat kedua matanya terpejam dan Arya pun tertidur pulas,
"Kak Aryaaaa... Sini... siniiii..."
Terdengar suara seorang gadis kecil memanggil Arya,
Arya yang juga masih kecil dan sedang berdiri di samping seorang perempuan cantik yang tengah mengobrol dengan wanita paruh baya seketika menoleh ke arah asal suara,
"Zizi... ada apa?"
Tanya Arya kecil pada gadis kecil berusia lima tahunan bernama Zizi,
"Ada ikan di sini,"
Kata Zizi menunjuk ke sebuah kolam ikan yang ada di halaman sebuah panti asuhan,
__ADS_1
"Sini Kak, lihat deh, ikannya pake anting,"
Kata Zizi lagi,
Haiish... Arya mendesis,
Anak ini kebiasaan sekali kalau ingin menunjukkan sesuatu selalu ada saja caranya, terutama membuat kabar hoax,
Namun, meskipun Arya tahu jika tidak mungkin ada ikan memakai anting, pada akhirnya tetap saja Arya menghampiri Zizi,
"Mana ada ikan pakai anting Zizi, kamu mah ngaco,"
Kata Arya,
"Ikh, Kak Arya tidak percaya, lihatin dulu,"
Omel Zizi sambil terus menunjuk ke arah kolam ikan yang airnya saja sudah keruh, jadi makin mustahil ada ikan hidup di sana, kecuali ikan sapu-sapu, lele, atau ikan putus asa,
Arya pun hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya jika Zizi sudah mulai memperlihatkan keajaibannya,
Dan, daripada malah jadi kesal melihat kolam ikan yang airnya keruh hanya untuk menemukan ikan memakai anting di sana, Arya pun menyapukan pandangannya ke sekitar halaman panti tersebut,
Halaman panti yang cukup luas itu, yang dibagi menjadi beberapa bagian,
Arya mengamati setiap sudut halaman panti itu, hingga kemudian matanya tertuju pada dua gadis kecil sekitar dua tahunan yang sedang berlarian sambil dikejar pengasuh panti,
Kedua gadis kecil berusia dua tahunan itu tampak tertawa-tawa riang, sama sekali tak mengerti pastinya bahwa mereka tinggal bukan bersama kedua orangtua,
Arya terus mengamati kedua gadis kecil itu, yang kini salah satunya tertangkap dan langsung digendong pengasuh yang mengejarnya,
Gadis kecil yang satunya berusaha menolong temannya, tapi dia juga akhirnya digendong juga,
"Mandi dulu ya anak-anak manis,"
Kata pengasuh panti sabar sambil membawa mereka masuk,
"Arya... Zizi... Ayo pulang,"
Seorang perempuan cantik yang tadi bersama Arya memanggil,
"Zizi, ayok pulang, nanti Mama kamu marah,"
Kata Arya menarik tangan kecil Zizi,
"Yaaaah, Kak Arya sih, ikannya ngumpet lagi,"
__ADS_1
Zizi mengomel,
Tapi Arya tak peduli, kalau toh benar ada ikan yang hanya bisa dilihat oleh Zizi, maka jelaslah itu bukan ikan asli, karena besar kemungkinannya, jika yang muncul itu adalah ikan jadi-jadian,
Arya membawa Zizi mendekati perempuan cantik yang adalah Mama Zizi,
"Jadi tadi dua anak yang dipindahkan dari panti Sukabumi, Teh?"
Tanya Mamanya Zizi,
Wanita paruh baya yang merupakan kepala panti mengangguk membenarkan,
"Keduanya ditemukan di hari yang sama, yang satu di letakkan di depan pagar panti subuh-subuh, sementara yang satunya ditemukan di dekat tong sampah tak jauh dari sekolahan anak-anak panti,"
Tutur kepala panti asuhan yang berada di bawah naungan yayasan Alpha Centauri,
"Kasihan,"
Kata Mamanya Zizi,
"Anak yang diletakkan di depan pagar panti diberi nama Monica, sementara yang ditemukan di dekat tempat sampah adalah Gisela, tapi kelak kita ganti saja namanya Sindi dan Vania, kalau ada yang mengadopsi, barulah nama asli mereka kita beritahu, mau dipakai atau tidak, itu hak mereka."
Mamanya Zizi mengangguk-anggukkan kepalanya tanda sependapat dengan sang kepala panti asuhan,
"Semoga ada orang-orang baik yang akan menjadi orangtua bagi mereka semua, membuat mereka beruntung merasakan kasih sayang dan memiliki keluarga yang hangat seperti anak lainnya,"
Ujar Mama Zizi pula,
Arya menatap Mamanya Zizi, perempuan yang kini sudah macam Ibunya sendiri itu begitu baik dan selalu tersenyum pada setiap anak yang tidak beruntung,
Hatinya begitu hangat dan baik, sudah macam malaikat tanpa sayap,
"Monica dan Gisela, aku mendoakan mereka."
Kata Mamanya Zizi dengan senyuman tulus,
Tik... tik... tik...
Jam mendekati pukul dua siang, manakala Arya membuka matanya pelahan dan melihat jam dinding kamarnya,
"Mimpi apa aku? Kenapa aku mimpi tentang masa lalu?"
Gumam Arya sambil mengurut kepalanya yang agak pening.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1