Rumah Angker

Rumah Angker
45. Penasaran


__ADS_3

Arya masuk ke dalam unit apartemen milik Gisela yang akhirnya telah bisa dibuka, di dalam sana tampak terlihat telah ada Tuan Zion dan beberapa polisi yang tengah mendobrak pintu kamar tidur apartemen Gisela dengan dibantu pengawal Alpha Centauri,


"Oh, Kak Arya, kau sudah datang?"


Tuan Zion, sang pemilik apartemen Alpha menyambut kedatangan Arya, yang tentu saja polisi muda itupun langsung tampak menghampiri pengusaha besar itu untuk menyalaminya,


"Seseorang terkurung di dalam kamar,"


Ujar Tuan Zion,


Arya memandang pintu kamar yang akhirnya tampak berhasil didobrak,


Semua bergerak masuk ke dalam kamar di dalam apartemen artis pendatang baru tersebut, Tuan Zion dan Arya pun cepat melangkah ke arah kamar tersebut,


"Bagaimana keadaannya?"


Tanya Tuan Zion khawatir karena pastinya dua orang meninggal di satu unit dalam satu malam tentu akan mempengaruhi penghuni lain, pun juga calon penghuni apartemen baru nantinya,


"Dia pingsan, hubungi petugas medis agar segera naik,"


Kata seorang anggota polisi yang ada di sana dan pertama menemukan Juwita yang tak sadarkan diri di dekat tempat tidur di kamar Gisela,


Tampak anggota polisi yang lainpun cepat langsung mengiyakan dan tanpa menunggu lama, ia langsung mengunjungi petugas medis yang siaga di pelataran parkir apartemen,


"Apa yang terjadi sebetulnya di sini?"


Arya bergumam sendiri sembari menatap sekeliling,


Kamar Gisela yang begitu berantakan, pun juga ruangan-ruangan lain, terlihat sangat tidak mungkin jika itu dilakukan oleh manusia,


Apalagi...


Arya tampak berjalan keluar dari kamar Gisela menuju ruangan di mana ada kaca besar yang pecah dan dari sanalah tubuh Gisela terlempar,


"Apa mungkin dia dibunuh hantu?"

__ADS_1


Gumam Arya lagi,


Bersamaan dengan itu, Tuan Zion ternyata telah berada di dekat Arya,


"Hantu yang melakukannya, ia telah ditangkap jin penjaga,"


Ujar Tuan Zion,


Arya menoleh ke arah Tuan Zion,


"Hantu? Benar ini ada hubungannya dengan hal mistis Tuan?"


Tanya Arya memastikan,


Tuan Zion mengangguk,


"Ya, ini bukan ulah manusia,"


Keduanya lantas berjalan ke arah kaca yang telah pecah dan dari sana mereka bisa menatap area parkir di luar sana,


Lirih Arya dengan mata masih menatap keluar, ada tampak terlihat penyesalan di matanya,


Menyesal ia karena tak lebih cepat datang ke tempat Gisela untuk memastikan hubungan Gisela dengan kasusnya,


Apalagi...


"Hantu itu juga mengejar Bima, setahuku dia calon menantu Tuan Danu Hartanto, yang anaknya kini tengah koma,"


Ujar Tuan Zion lagi, membuat Arya seketika menoleh ke arahnya,


"Tuan Danu Hartanto? Maksudnya anak yang koma itu, Nona Monica?"


Tuan Zion mengangguk mengiyakan,


"Ya,"

__ADS_1


Lalu...


"Kak Arya yang menangani kasus percobaan pembunuhan Monica bukan?"


Tanya Zion akhirnya,


Arya mengangguk mengiyakan,


"Ya benar Tuan Zion, saya yang kebetulan menangani kasus percobaan pembunuhan Nona Monica,"


Ujar Arya menjawab tanya Tuan Zion, meskipun pikirannya kini sibuk memikirkan kenapa semuanya seperti ada hubungannya dengan kasus percobaan pembunuhan Monica,


Ya, kekasih Monica yang berada di apartemen di mana Gisela tinggal malam ini, lalu iapun hampir menjadi korban hantu yang mendatangi tempat Gisela,


Apakah...


Arya kemudian teringat hantu cantik di rumah barunya, hantu Monica, sosok yang di rumah sakit tengah tak sadarkan diri,


Mungkinkah dia... pelakunya?


Karenanya, Arya pun cepat bicara kepada Tuan Zion,


"Tuan, apa anda sudah bertemu hantu yang ditangkap jin penjaga?"


Tanya Arya,


Tuan Zion menggeleng,


"Belum, itu urusan isteriku,"


Jawab Tuan Zion,


"Ngg... saya ingin menemuinya Tuan Zion,"


Kata Arya akhirnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2