Rumah Angker

Rumah Angker
39. Dia Kembali


__ADS_3

"Hihihi... Hihihi..."


Terdengar suara seorang perempuan cekikikan, bersamaan dengan lampu di seluruh unit apartemen milik Gisela mati hingga semua terlihat gelap,


"Hihihi... Hihihi..."


Suara perempuan cekikikan itupun kembali terdengar,


"Taaa... Taaaa..."


Gisela teriak-teriak dari dalam toilet,


Sementara Juwita yang matanya dengan jelas melihat sosok perempuan berdiri di tengah pintu yang terbuka dalam suasana remang-remang kini tampak terduduk di lantai kamar dengan lemas,


Tubuhnya gemetar karena ketakutan luar biasa karena melihat sosok perempuan yang terus cekikikan itu kini melayang pelan ke arahnya sambil mengulurkan kedua tangannya seperti akan mencekik,


"A... a... a..."


Juwita yang ingin menjerit tapi seolah suaranya tak bisa keluar itu tampak semakin ketakutan dan tubuhnya semakin gemetaran,


Kondisi tersebut membuat hantu perempuan yang kini akan melayang menuju ke arah Juwita semakin kencang cekikikan,


"Hihiihiiii... Hihiihiiii..."


Suaranya begitu melengking, membuat Juwita benar-benar nyaris pingsan, apalagi begitu hantu perempuan itu semakin mendekat dan wajahnya terlihat semakin jelas, Juwita rasanya nyaris buang angin macam Gisela,


"Hihihi... Hihihi... Hihihi... Uhuk... Uhuk..."


Hantu perempuan yang tak lain adalah Syela yang sedang cekikikan, tiba-tiba terbatuk,


"Uhuk... Uhuk..."

__ADS_1


Aduh, ini kenapa tenggorokan gatel. Batin Syela kesal,


Juwita yang tadinya sudah bersiap menjerit penuh penghayatan, walhasil jadi bingung,.


Tentu ini jauh berbeda dengan hantu-hantu di film horor yang terkesan begitu menakutkan dan mengerikan,


"Uhuk... Uhuk... Uhuk..."


Hantu Syela terus terbatuk, walhasil dia langsung balik badan dan melayang menjauh keluar lagi dari kamar,


Jiaaah mau ke mana tu hantu? Udah gitu doang apa gimana?


Batin Juwita jadi tambah bingung,


Sang asisten artis itupun kemudian berusaha berdiri, namun belum lagi ia berdiri tiba-tiba terdengar suara teriakan Gisela,


Bersamaan dengan suara teriakan Gisela, pintu toilet terbuka dan tampak Gisela keluar sambil mengancing celana,


Gisela memanggil Juwita,


Tampak Juwita yang ada di pojok karena semula seperti hendak dicekek hantu Syela kembali berusaha berdiri,


"Ta... Ayo kita lari Ta... Cepat Ta!"


Gisela meraih tangan Juwita dan menariknya keluar dari kamar,


"Ayo kita selamatkan diri Ta, di toilet juga ada hantunya Ta, tangan doang pada keluar dari wadah tisu,"


Kata Gisela rasanya ingin menangis saat menceritakannya,


Gisela menarik tangan Juwita lagi hingga sampai pintu unit apartemen untuk keluar,

__ADS_1


"Tangan kamu dingin banget sih Ta,"


Kesal Gisela sambil berusaha membuka pintu apartemen,


Namun, tiba-tiba...


"Seeel... Selaaa,"


Tiba-tiba terdengar suara Juwita memanggil Gisela, tapi suaranya bukan dari belakang ia berdiri, melainkan dari dalam kamar nya,


Juwita yang semula tengah akan membuka pintu apartemennya pun lantas menghentikan kegiatannya,


Tangannya tampak langsung gemetaran, manakala kini pelahan tercium aroma parfum yang ia kenali betul aroma itu merupakan aroma parfum milik siapa,


"Mau ke mana Seel... Kamu mau ke mana?"


Terdengar kemudian suara perempuan yang tidak asing pula untuknya,


Hal ini jelas membuat Gisela makin gemetaran, apalagi begitu dirasakannya sentuhan dari belakang punggungnya, sentuhan tangan lembut yang dingin,


"Seeel... Gisel... Buka pintunyaaa..."


Suara Juwita terdengar lagi dari dalam kamar, Juwita yang asli yang ternyata kini justeru terkunci di dalam,


"Kenapa kamu jahat padaku Gisela... kenapaaa..."


Suara yang tak asing untuk Gisela itu terdengar jelas, seiring dengan sentuhan tangan di belakangnya semakin terasa dan terdengar seperti hembusan nafas lembut di belakang telinga Gisela,


"Mo... Mo... Monica, am... am... ampun,"


Gisela pun seketika terduduk lemas saking takutnya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2