
"Emp... Empat puluh hari?"
Monica terlihat membelalakan matanya menatap hantu perempuan yang tadinya kepalanya hampir putus tapi sekarang sudah tidak lagi,
Karena mendengar Monica merintih kesakitan, si hantu perempuan yang sedang melintas akhirnya melongok ke dalam rumah dan mendapatkan Monica di sana,
"Ya, empat puluh hari, hanya itu waktu yang kamu punya untuk menyelesaikan misimu yang belum tuntas,"
Kata si hantu perempuan,
"Kenapa begitu cepat? Lalu apa yang akan terjadi setelah empat puluh hari?"
Tanya Monica pada si hantu perempuan lagi,
"Kau akan sepertiku, gentayangan selamanya, menjadi mahluk tak memiliki raga yang melayang ke sana ke mari hingga akhir dunia,"
Ujar si hantu,
Monica mendengarnya tentu saja langsung menggeleng-gelengkan kepalanya,
"Tidak, aku tidak mau, aku takut,"
Monica menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya,
"Saat ini kau belum mati, kau adalah hantu orang koma, tapi setelah empat puluh hari nanti, kau akan benar-benar sudah berpisah dengan ragamu, dan menjadi sepertiku,"
Kata si hantu perempuan sambil menyeringai,
Monica matanya berkaca-kaca, ia takut sekaligus sedih,
__ADS_1
"Hihihi... Hihihihi..."
Si hantu perempuan malah cekikikan melihat Monica sedih,
"Udah ah, aku mau kelayapan lagi, katanya ada yang bunuh diri tadi malam di apartemen depan, aku ketinggalan nih,"
Kata si hantu perempuan bersiap akan pergi,
Monica yang telah meneteskan air mata tampak memandangi hantu perempuan yang kini melayang menjauh,
"Kau benar-benar akan pergi? Meninggalkan aku begitu saja setelah membuatku sedih? Kau benar-benar teman baru yang menyebalkan,"
Kata si Monica,
Si hantu perempuan menoleh, lalu kembali melayang mendekati Monica,
"Bukankah temanmu juga begitu? Meninggalkanmu?"
Monica terkesiap, saat kemudian kedua matanya bertemu dengan kedua mata si hantu perempuan, tiba-tiba saja bayangan saat beberapa hari lalu seolah terekam dan terbayang di depan matanya,
Flashback,
Hujan gerimis turun tipis-tipis tatkala Monica keluar dari rumah dengan mobilnya tanpa diantar supir pribadi keluarga,
Ia mengendarai sebuah mobil kecil berwarna silver metalik menuju sebuah tempat yang berada di kawasan sekitar Ancol,
Tempat yang merupakan tempat makan itu sudah tak begitu ramai pengunjung, namun justeru itulah yang membuat Monica dan seseorang yang akan ia temui itu memutuskan untuk bertemu di sana,
"Sori, terlambat,"
__ADS_1
Kata Monica, saat akhirnya ia sampai di tempat, dan tampak laki-laki yang memakai topi seperti Glen Fredly telah menunggunya di sana,
Laki-laki itu berdiri menyambut dan mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan dengan Monica,
Setelah keduanya bersalaman, mereka pun lantas duduk berhadapan,
Monica dan laki-laki dengan topi seperti milik Glen Fredly itu tampak celingak-celinguk, seolah memastikan semuanya aman terkendali,
Memastikan dengan seksama jika tidak ada mata yang mencurigakan memandang ke arah keduanya,
Lalu...
Laki-laki itu meraih ransel hitam yang ia letakkan di lantai dekat kursi ia duduk,
"Silahkan,"
Laki-laki itu meletakkan amplop coklat dengan tali di atas meja,
Monica mengambil amplop itu, untuk kemudian ia buka pelahan agar bisa melihat isinya,
Tangannya sedikit gemetaran ketika mengeluarkan isi amplop coklat yang diberikan laki-laki itu,
"Ja... Jadi benar apa yang aku pikirkan?"
Suara Monica lirih,
Dadanya sakit, rasanya bahkan kini begitu bergemuruh karena dipenuhi amarah yang teramat,
Mata Monica meremang, dan...
__ADS_1
...****************...