Rumah Angker

Rumah Angker
42. Kemarahan Yang Memuncak


__ADS_3

"Jangaaaan... Jangaaan... Pergiii..."


Tampak pengusaha muda yang dikejar Monica berteriak-teriak sambil lari tunggang langgang,


Pemandangan itu tentu saja seketika menjadi tontonan banyak orang, karena orang-orang tentu saja tahunya dia pemuda yang lari-lari sendirian,


Monica terus mengejarnya, amarahnya yang terlanjur memuncak membuatnya sudah tak lagi bisa terbendung lagi,


Ya...


Ingatan Monica kembali ke saat ia tadi baru sampai di apartemen Gisela, saat ia masuk kamar Gisela dan ternyata begitu banyak barang-barang yang tak layak ia lihat,


Barang-barang milik kekasih Monica yang tertinggal di kamar Gisela, yang tentu saja itu tidak seharusnya ada di sana,


Monica tampak meneteskan air matanya, hatinya yang telah terluka kini semakin terkoyak ketika melihat semua yang harusnya ia tak lihat di kamar Gisela,


Mereka dalam kondisi Monica yang antara hidup dan mati masih bisa melakukan kekejian, masih bisa melakukan hubungan yang tak semestinya dilakukan,


Sungguh!


Mereka sungguh biadap!

__ADS_1


Monica pun menjerit keras, lengkingan suaranya seolah menyayat malam,


Bayangan tubuh Monica yang transparan melayang mengejar sosok mantan kekasihnya,


Ia yang telah tega mencoba membunuhnya, ia yang telah tega mengkhianatinya, ia yang telah bahkan tega masih bisa bersenang-senang saat Monica dalam kondisi seperti sekarang,


Kebencian itupun semakin merasuk dan menusuk, seolah menuntut Monica untuk bisa menghabisi laki-laki yang kini lari menghindarinya karena ketakutan,


"Toolooong... Usir perempuan ituuu..."


Suara itu terdengar di antara deru nafas mantan kekasih Monica yang mulai kelelahan berlari,


"Kau juga harus mati Bang... Kau juga harus matiiiii..."


Orang-orang yang ada di sekitar jalan dekat apartemen pun tampak memandangi pengusaha muda yang kini tubuhnya seolah melayang sendiri karena diangkat Monica ke awang-awang,


"A... A... Ampuuun,"


Laki-laki itu kini panik dan ketakutan luar biasa, ia menatap wajah Monica yang berdarah-darah,


"Aku tak akan pernah mengampuni orang sepertimu! Manusia jahat! Kau hanya memperalat aku untuk mendapatkan investasi besar dari Papa! Kau tidur dengan temanku tanpa tahu malu! Kau lebih menjijikan dari sampah!"

__ADS_1


Teriak Monica,


Suaranya benar-benar keras,


Andai saja semua orang yang ada di jalan dan kini memandangi mantan kekasih Monica yang kini seolah melayang itu bisa mendengar teriakan Monica, tentu mereka semua pun akan ikut membenci laki-laki itu,


Lalu...


"Amp... ampuuun Mon... Ak... Ak... Aku bisa men... jelaskan semuanya,"


"Tidak perlu! Aku sudah muak dengan mu, aku tak perlu penjelasan apapun, kau sudah memperalat aku demi investasi besar karena usahamu yang hampir bangkrut terlilit hutang! Kau mengkhianati kepercayaan ku dengan temanku, kau juga berusaha membunuhku karena takut aku melapor pada Papa atas kelakuanmu dan Papa akan membatalkan seluruh investasi nya, setelah itu..."


Monica rasanya dadanya begitu sesak, begitu jahatnya laki-laki itu padanya membuatnya begitu sakit,


"Kau... Kau bahkan masih bisa tidur dengan Gisela saat aku dalam kondisi antara hidup dan mati, kalian benar-benar lebih hina dari binatang!"


Monica pun yang tak lagi bisa membendung kemarahan dan kesedihannya akhirnya melempar sosok mantan kekasihnya itu,


Monica melemparnya ke arah jalan raya supaya ia bisa dilindas mobil-mobil yang melintas,


Tapi, tiba-tiba...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2