
Malam langit menghitam. Kilat
menyambar di langit. Angin bertiup kencang. Riri menghubungi Adam.Nyambung.
“Ada apa, Ri?”tanya
Adam.
“Aku butuh bantuan mu, Dam,”
“Bantuan apa?”
“Aku telah membuka pintu terlarang itu. Pintu yang disegel kakekku puluhan tahun lalu,”
“Lantas?”
“Arwah-arwah itu gentayangan. Mereka
menuntut balas. Mereka menginginkan kita, Dam… Aku tunggu di rumah,”
“Baiklah,”
Riri mematikan ponselnya. Ia
duduk di kursi dengan cemas. Gordi panik. Jendela terbuka dan mengepak.
Riri beranjak dari duduknya. Membuka laci dan mencari beberapa peralatan.
Senter dan untaian biji tasbih. Ia mengambil
giok antik yang
tergantung di dinding kamar.
Gordi semakin panik. Jendela membentur
sangat kuat.
JEDARR...
”Bantu Riri, Kak. Riri ingin
mengakhiri semua ini,” ucap Riri dengan terbata.
”Apa maksud kamu?”
“Pintu itu harus kita tutup. Temani Riri ke ruang bawah tanah,”
Gordi terkejut. Tak habis pikir
”Apa? Ruang bawah tanah? Untuk apa, Ri? Papa sudah memperingatkan jangan ke
ruang bawah tanah,”
”Tapi Riri sudah melanggarnya,
Kak. Riri sudah membuka pintu-pintu arwah gentayangan itu. Riri harus mengakhiri semuanya. Ayo,
Kak... sebelum terlambat,”
Gordi masih bingung. Ia mengikuti kata-kata Riri.
Malam itu Adam tiba di rumah
Riri. Adam ikutan bingung. Ia menghampiri Riri yang sibuk menyiapkan
perlengkapan.
“Ada apa sebenarnya, Ri?”
tanyanya kalut.
“Kita harus mengakhiri dendam
kesumat itu, Dam. Ini menyangkut hidup kita,”
“Maksud kamu apa?”
__ADS_1
“Kita korban dari kebejatan orang
tua kita, Dam...”
Adam sedikit bingung.
“Papaku dan papamu telah membunuh
janda itu,”
Adam semakin tidak mengerti
cerita Riri.
“Temani aku ke ruang bawah
tanah,”
“Ruang bawah tanah?”
“Iya. Cepat, Dam. Sebelum
semuanya terlambat,”
Di luar angin menggila. Menerbangkan dedaunan kering. Hujan turun deras. Arwah-arwah
gentayangan itu seperti marah besar. Gordi, Adam dan Riri masuk ke ruang bawah tanah. Mereka berhenti di
depan pintu.
Gordi menelan ludahnya, mencoba
memberanikan diri. Gemetar tangannya membuka pintu itu. Ketika pintu terbuka
terdengar suara-suara aneh dari dalam sana. Suara-suara rintihan dan jeritan
kematian yang tragis. Gordi menatap Riri sesaat.
”Kamu yakin, Ri?” tanya Gordi
kalut.Wajah Adam juga terlihat tegang.
Kak. Riri harus mengakhiri dendam mereka,”
Riri masuk ke lorong-lorong gelap. Adam dan Gordi mengikuti langkah Riri. Kaki Adam menendang tulang belulang
manusia. Berserakan di sepanjang koridor.
Gordi bergidik ngeri sambil mendegut ludahnya. Suasana lorong terasa lembab dan
memberikan atmosfer yang sangat menakutkan.
Nafas Riri tersengal. Keringat
mengucur deras. Adam bergidik memasuki lorong-lorong gelap. Mereka tiba di
pintu kedua bertuliskan “DILARANG MASUK!” Ketiganya berhenti
sambil mengatur penafasan.
“Sekarang apa yang harus kita
lakukan, Ri?” tanya Adam kalut. Ada beberapa
pintu disana. Pintu yang menghubungkan dunia lain. Riri bingung tidak menemukan pintu
terlarang yang telah dibukanya. Semua pintu terlihat sama.
Sementara di luar petir menyambar
dengan kilatan cahaya yang menyilaukan. Riri berlari lagi dengan nafas
tersengal.
”Di mana pintunya, Ri?” tanya
Gordi kalut. Dia ketakutan luar biasa ketika melihat sosok mengerikan di sudut
__ADS_1
koridor.
”Riri gak tahu, Kak. Riri
bingung. Pintunya semua sama,”
”Ingat-ingat, Ri...” Adamsemakin
panik. Tangannya gemetaran memegang senter. Keringat mengucur deras. Tiba-tiba
terdengar suara pintu tertutup sangat kuat hingga menimbulkan suara yang keras.
Jeduaaarrr....
Riri, Adamdan Gordi saling berpandangan. Senter
yang dipegang Riri mati. Riri panik.
”Gimana nih, Kak?”
”Cari pintunya, Ri. Kita harus
segera menutupnya,”
Ketiganya berlari lagi menembus lorong-lorong pengap.
Bau busuk menyeruak. Di lorong yang mengarah ke
selatan, Riri merasakan ada hembusan angin. Tak ragu lagi ia menarik lengan Adam dan Gordi. Mereka menuju pintu itu. Pintu itu terkuak
lebar.
Mata Adam terbelalak. Diikuti
Gordi yang keheranan. Bangunan tua penuh pohon-pohon rindang ada di depan
mereka. Angin bertiup kencang. Daun-daun kering berguguran.
“Sekarang apa, Ri...?” teriak
Gordi. Suaranya tersapu angin. Riri panik tidak tahu berbuat apa. Riri
menghampiri bangunan tua di depannya. Adam mengikuti Riri. Mereka masuk ke
dalam bangunan angker itu.
Jedaaarrr...
Pintu terhempas. Tertutup rapat.
Ketiganya kaget dengan jantung tak menentu. Ruang terlihat gelap. Tiba-tiba
saja tiupan angin berhenti. Riri tersengal. Matanya mengedar. Memperhatikan
dinding-dinding hitam. Suara-suara mendesis terdengar dari balik pintu.
Tiba-tiba saja sosok perempuan muncul di anak tangga. Wajahnya pucat pasai.
Rambutnya awut-awutan. Sebagian wajahnya hancur. Darah keluar dari pipinya. Ketiganya
terkejut. Riri menjerit histeris.
“Akkhhh.....”
Adam bergidik. Suara-suara
jeritan terdengar menyayat hati. Sosok mengerikan itu mengejar mereka.
Ketiganya berlari terbirit-birit. Mayat-mayat bangkit dari liang kubur.
Tangan-tangan hitam, mengais tanah. Tangan busuk, terkelupas. Menebarkan bau
tak sedap.
“Dimana pintu itu, Ri..?”
Riri panik. Pandangannya mulai
__ADS_1
nanar.