
Setelah berbincang dengan alvian, mbah uti kemudian pergi meninggalkan kamar cucunya tersebut.
"sebenarnya siapa sih cewek yang mau dijodohin sama gue" gumam alvian
Dia penasaran bukan soal cantik atau tidaknya, akan tetapi lebih bertanya- tanya kok masih ada orang yang mau dijodohin.
Benar apa yang dikatakan mbah uti, Alvian harus segera mengabari mamanya supaya dia ga kepikuran terlalu lama.
Tapi kalau pulang sekarang-sekarang, bagaimana misinya untuk mendekati gadis yang ingin didekatinya yaitu gadis yang belum diketahui namanya, yang selalu pakai masker, yang jutek, pokoknya membuat alvian gitu deh....
" mendingan besok gue ketemu panji lagi dikampusnya, siapa tau ketemu sama tuh cewek" ucap alvian sambil tersenyum-senyum sendiri.
...----------------...
Pagi hari ini dimulai dengan cuaca yang mendung, entah nanti akan turun hujan atau tidak.
Kinara seperti biasa melakukan aktifitas pagi dimulai dengan bangun sebelum waktu subuh tiba.
Sarapan yang dia bikin hanya susu coklat , karena dia sedang malas sarapan.
" jas hujan dimana ya, buat persiapan takutnya ntar hujan" ucap kinara sambil mencari-cari barang yang dibutuhkannya.
Setelah ketemu, kinara turun lalu mengeluarkan sepedanya, dia melihat keatas untuk memastikan keadaan langit pagi itu
" kayaknya bentar mau hujan nih, harus cepetan sampe kampus sebelum hujan, bismillah.." ucap kinara berdo'a dulu lalu berangkat.
diperjalanan kinara kurang hati- hati karena terburu- buru, saat sampai dipertigaan
gubrakkk
__ADS_1
"awww..." ucap kinara
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah sarapan, alvian pamit sama nenek dan kakeknya.
" vian pergi dulu ya mbah uti, mbah kung" ucapnya pamitan.
" iyo hati-hati bentar lagi mau hujan, jangan ngebut-ngebut" pesan si mbah
" iya, assalamu'alaikum" ucap alvian sambil berlalu
Orang yang yang dipamitin pun menjawab salam berbarengan.
Alvian langsung menjalankan motornya menuju kampus temannya, dia sudah membuat janji dengan panji untuk ketemuan di kampus.
Alvian begitu fokus pada jalan yang ada didepannya, tapi dia tidak menyadari kalau ada sebuah sepeda yang muncul dipertigaan
" awww.." teriak seorang gadis menyadarkan alvian
Alvian berhenti dan melihat keadaan orang yang sudah ditabraknya.
" kalo nyetir tuh jangan ngelamun, jadi nabrakkan aduhhh..." ucap kinara bersungut-sungut sambil menahan sakit dan melihat keadaan sepedanya dia tambah sedih.
Sepeda yang ditumpangi kinara agak bengkok jadi susah untuk dinaiki.
" ada yang luka ga?" tanya orang yang membantu kinara
Sedangkan orang yang menabrak kinara kaget karena orang telah dia tabrak adalah gadis yang ingin segera ditemuinya
__ADS_1
" kalo jodoh emang ga kemana" ucapnya dalam hati sambil tersenyum.
" mas kok malah senyum- senyum sih bukannya bantuin mbak nya gimana sih" ucap salah seorang yang melihat kecelakaan tersebut.
" i-iya..mas" ucap alvian gugup karena ketahuan melamun
Alvian segera tersadar dan mencoba mencoba membantu kinara
" ayo kita ke rumah sakit" ajak nya pada kinara
" ga usah " ucap kinara dengan ketus
" takutnya kamu kenapa-napa" ucap alvian
" ga apa-apa" jawabnya lagi dengan singkat
" mba mendingan ke rumah sakit aja, biar diperiksa takutnya ada luka dalam" ucap salah seorang warga yang membantu nya
"Iya mba, biar masnya tanggung jawab" sambung warga lainnya.
" ga usah pa, mas. Saya ga apa-apa kok lagi pula, aaaa....." kinara kaget karena tiba-tiba tubuhnya melayang.
Ya alvian gemas sekali karena kinara menolak untuk di bawa ke rumah sakit, dia takut sang gebetan ada luka yang tidak diketahuinya.
" lepasin...malu tau" ucap kinara lagi.
Alvian menggendong kinara menuju motornya dan menitipkan sepeda kinara pada salah satu warga yang ada disana.
" pa saya bawa dia ke rumah sakit dulu, titip sepedanya ya" ucap alvian
__ADS_1
" iya mas , rumah saya disana, nanti ambil aja" ucap bapak- bapak yang ada disana
" iya pa, makasih ya" ucap alvian