Rumah Pohon

Rumah Pohon
bab 7


__ADS_3

Kinara tidak menyadari kalau ada seseorang yang memperhatikan gerak geriknya dari dalam bangunan tersebut.


...****************...


" mas ?" panggil fajar kepada Alvian


Tetapi orang yang dipanggil tidak mau melihat kearahnya.


Setelah sampai dekat parkiran, alvian memperlambat jalannya dia menjadi grogi.


" assalamu'alaikum" ucapnya


" wa'alaikum salam" jawab kinara


" kamu masih ingat saya ga?" tanya alvian


" iya" jawab kinara dengan singkat


" boleh saya tau nama kamu?" tanya alvian lagi


" buat apa?" kinara malah balik bertanya


" emm...mungkin kita bisa jadi teman" jawab alvian


" ga ada pertemanan yang murni antara laki2 dan perempuan" ucap kinara, dia sengaja mengalihkan pembicaraan agar alvian tidak melanjutkan perkenalan itu.


" lalu gimana caranya saya bisa mengenal kamu, kalo kenalan aja ngga mau" ucap alvian


Kinara pergi meninggalkan alvian menuju kafe, dia sebenarnya masih ingat dengan pertemuan sama alvian, akan tetapi dia ingin tau motif alvian sebenarnya


" hei...kok malah pergi" ucap alvian


Kemudian dia menyusul kinara masuk ke dalam kafe.


alvian duduk dihadapan kinara, lalu memulai obrolan lagi.


" ok, sekarang saya jujur ingin mengenal kamu lebih jauh" ucap alvian menatap kinara


" kalo sudah kenal jauh?" tanya kinara

__ADS_1


" ya kalo cocok kita bisa ke jenjang yang lebih serius mungkin" ucap alvian


" mungkin...sepertinya kita tidak cocok dan tidak perlu melanjutkan ini" ucap kinara.


Tangan kita memberi kode kepada pelayan disana agar mendekat, karena ia ingin memesan beberapa menu.


" iya mba, mau pesan apa?" tanya fajar, karena dia yang dari tadi memperhatikan kinara dan alvian dari mulai tempat parkir.


" coklat panas satu sama burger yang small aja" ucap kinara. Ia tidak memesan makanan yang banyak karena tadi sudah sarapan.


" kalo mas nya?" tanya fajar pada alvian


" saya kopi latte aja" jawab alvian


" ga sekalian makanannya atau cemilannya?" tanya fajar


" boleh deh bola2 kentangnya" ucap alvian lagi.


Sebenarnya alvian ingin memesan makanan yang banyak agar dia bisa ngibrol lama sama kinara, tetapi kalo dilihat dari cara bicara kinara sepertinya akan sulit menahan kinara untuk bertahan lebih lama di meja itu bersamanya.


" ok, ditunggu ya mas, mba" ucap fajar sambil berlalu meninggalkan alvian dan kinara


Lima belas menit kemudian pesanan pun datang


" ini mas pesanannya dan ini punya mba nya " ucap fajar . Lalu fajar melihat kearah kinara dam kinara pun memberi kode kalo dia yang bayar semua.


" selamat menikmati" ucap fajar lalu pergi meninggalkan mereka.


Beberapa menit mereka makan dalam keadaan hening


" ehmm...saya ingin tau nama kamu, bisa kan?" ucap alvian menyambung obrola yang sempat tertunda


" untuk apa, saya kan sudah bilang kalo kita tidak akan cocok" ucap kinara


" kita lihat saja nanti, yng penting sekarang saya tau dulu siapa nama kamu" ucap alvian lagi


" Ara" jawab kinara singkat


" siapa?" tanya alvian karena memang kinara sengaja mengucapkannya tidak begitu jelas

__ADS_1


" tidak ada siaran ulang" ucap kinara. Dia tidak menyadari kalo hal itu membuat alvian semakin penasaran untuk mengetahui lebih jauh tentangnya.


" ya ampun, kamu tadi ngga jelas ngomongnya" ucap alvian dengan sedikit menekankan kata2nya yang menandakan dia emosi.


Kinara hanya mengedikkan bahunya, memberitahu kalo itu bukan urusannya.


" alhamdulillah...sudah selesai" ucap kinara sambil meletakkan gelas minumannya dan berdiri mau beranjak dari hadapan alvian


Alvian yang tau akan hal itu langsung meraih pergelangan tangan kinara


" tunggu, urusan kita belum selesai" ucap alvian sambil berdiri


" apalagi? bukannya cuma minta nama doang kan" ucap kinara


" saya tadi tidak terlalu jelas dengarnya, jadi tolong katakan sekali lagi" ucap Alvian


Kinara menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil melepaskan genggaman tangan alvian dari tangannya.


" anda bisa memanggil saya sesuka anda" ucap kinara sambil berlalu.


Alvian hanya bisa menatap kepergian kinara yang mulai menjauh, lalu dia tersadar kalo kinara sudah tidak dihadapannya


Dia tersenyum mengingat kata2 terakhir yang diucapkan kinara.


" memanggil dengan sesuka hati" ucap alvian bergumam. Kemudian dia duduk lagi


Alvian melihat gelas dan piring bekas kinara yang masih berada dihadapannya


" gila nih cewek, benar2 bikin gue gila...hemmm" ucap alvian menghela nafasnya lalu dia memanggil pelayan yang tadi.


" mas.." panggil alvian kepada fajar


" iya mas" ucap fajar sang pramusaji


" semuanya berapa?" tanya alvian


" sudah dibayar tadi sama mba nya" jawab fajar


" apa" teriak alvian, dia terkejut baru kali ini dia ditraktir cewek.

__ADS_1


__ADS_2