Rumah Pohon

Rumah Pohon
bab 17


__ADS_3

Bismillah...semoga lancarrrr


...----------------...


Pagi itu alvian membawakan panji sarapan, panji sangat semangat sampai dia tidak fokus dengan apa yang ditanyakan alvian


" lu dengar ga gue tadi nanya apa?" kata alvian


" sorry, emangnya nanya apa?" tanya panji dengan mulut yang masih penuh makanan.


" ish..lu mah makanan mulu, dah ah habisin dulu sana" ucap alvian sambil pergi keluar


" eh..bro mau kemana?" tanya panji


" ntar gue balik lagi" ucap alvian


Alvian pun pergi meninggalkan Panji dengan membawa sedikit kekesalan.


...****************...


Kinara bangun setelah mendengar adzan berkumandang, dia merasakan malas ngapa-ngapain.


" ya alloh...males banget keluar, tapi laper pengen langsung makan" gerutunya


Kinara menelpon fajar agar mengantarkan makanan ke tempatnya.


" assalamu'alaikum" ucap kinara setelah mengetahui panggilannya tersambung.


" wa'alaikum salam tuan putri, udah jam berapa ini, kok belum keluar" jawab fajar penasaran karena tidak biasanya kinara bolos , padahal ada jadwal kuliah.


" lagi ga enak badan, bisa tolong kirim makanan, minta tolong siapa gitu" jawab kinara dengan suara sendu


" sakit apa ra , apa perlu ke dokter lagi?"tanya fajar panik

__ADS_1


" ga usah, cuma demam kok, obat yang kemarin aja masih banyak" jawab kinara, membuat fajar sedikit lega.


" ya udah tunggu dulu ya" ucap fajar lalu dia menyimpan kembali ponselnya.


Fajar kemudian menyiapkan bahan-bahan untuk membuat sup ayam, dia memasak sendiri karena masakannya akan diberikan buat orang special.


Setelah berkutat dengan bahan-bahan masakannya, akhirnya menu special pun jadi dan fajar langsung mengantar ke tempat kinara.


Tok


Tok


Tok


" kinara..." panggil fajar setelah mengetuk pintu


" sebentar..." jawab kinara, dia cepat -cepat menggunakan jilbab instantnya lalu menuju ke pintu.


" sorry lama he..he.. Makasih ya" ucap kinara tadinya dia mau langsung menutup pintu


" thank's ya, udah sana gue ga apa- apa" kinara meyakinkan fajar kalau dirinya baik-baik saja.


" ya udah lu masuk dulu sana, habis makan , minum obat, terus istirahat ya" ucap fajar yang hanya diangguki kinara lalu dia masuk dan menutup pintu.


Fajar mengeluarkan nafas beratnya


" seandainya gue yang jadi pacar lu, gue ga bakal biarin lu sendiri dalam keadaan kayak gini" gumam fajar dalam hati sambil menatap pintu yang baru saja tertutup.


Dia lalu berjalan meninggalkan rumah kinara menuju kafe.


Ketika masuk kafe, fajar berenti dulu karena ada yang memanggilnya.


" mas bro.." panggil orang tersebut

__ADS_1


" iya mas" jawab fajar sambil berbalik


" kinara belum kesini ya?" tanya alvian


Alvian langsung balik ke kafe lagi setelah keluar dari kosan panji, dia ingin tau keadaan kinara.


" seperti yang anda lihat, orangnya ga ada" jawab fajar sambil memindai ruangan itu untuk meyakinkan alvian kalau orang yang dia cari memang tidak ada


" punya no telpnya ga, boleh minta?" tanya alvian


" maaf..saya tidak bisa memberikannya tanpa persetujuan yang punya" jawab fajar. Jawaban yang tentu saja membuat alvian kecewa


" apa ada lagi yang bisa dibantu, kalo tidak ada saya ke belakang dulu karena masih banyak kerjaan, permisi.." ucap fajar, lalu dia meninggalkan alvian


" susah banget nyari info dia, masa harus sewa detektif" gumam alvian, lalu dia mencari tempat duduk setelah ditinggalkan fajar


alvian memanggil pelayan lalu memesan segelas kopi.


Sebelum mbaknya pergi ,alvian memanggilnya lagi


" mbak tunggu dulu, kenal orang ini ga?" tanya alvian


" tau mas, dia pelanggan kafe sini" jawab mbaknya


wajah alvian sumringah, pikirnya dia bisa dapat info dari mbak pelayan ini.


" mbak punya no hp nya ga, saya minta dong" tanya alvian


" ga punya mas" jawab mbaknya, seketika wajah alvian sendu.


"ya sudah saya permisi dulu menyiapkan pesanan mas nya" ucap mbaknya sambil berlalu pergi meninggalkan alvian yang dalm keadaan tidak baik- baik saja


...****************...

__ADS_1


Alhamdulillah sampai juga dibab ini


__ADS_2