Rumah Pohon

Rumah Pohon
bab 19


__ADS_3

Bismillah...up lagi , semoga lancarrrr...idenya mengalirrrr👍


...----------------...


" terus maunya gimana? Ini lagi lepasin tanganku kita ini bukan muhrim ya" ucap kinara berusaha melepaskan tangannya yang digenggam alvian semakin erat.


" aku mau minta no hp dulu, berapa no nya?" ucap alvian, kemudian dia mengeluarkan hpnya untuk memasukan no kinara.


" ga ada" ucap kinara singkat


Fajar melihat dari jauh tangan kinara digenggam erat oleh alvian merasa panas, kemudian dia mendekat kearah mereka.


" ehmm...ra kamu udah mendingan?" tanya fajar basa basi padahal dia yang menyuruh kinara datang.


" eehmm" jawab kinara sambil matanya mendelik menatap fajar, fajar menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" maaf mau pesan apa?" tanya fajar lagi


" air putih aja" kinara menjawab dengan ketus


Setelah itu fajar ke belakang mengambil pesanan kinara


" ra..emang kamu sakit lagi?" tanya alvian


" eehmm" jawab kinara


" bisa ga km jawab yang benar, aku dah sabar lho dari tadi" ucap alvian, kesabarannya sudah mulai menipis.


" bisa lepasin dulu tangannya" pinta kinara


Alvian mengendurkan pegangannya, lalu kinara menarik tangannya


" berapa no nya?" tanya alvian lagi


" buat apa sih, yang ada km nanti ganggu lagi" jawab kinara, kinara bangkit dari duduknya tapi tangannya kembali di cekal alvian


" mau kemana, urusan kita belum selesai" ucap alvian


" ke toilet" jawab kinara dia berbohong agar terlepas dari alvian

__ADS_1


" aku antar" ucap alvian


" apaan sih, ngapain diantar segala, toiletnya dekat juga" kinara beralasan


" sebelum km ngasih no hp, aku bakalan ngikutin kemanapun km pergi" ucap alvian, dia kesal sekali dengan kinara karena tidak langsung memberikan no ponselnya.


" ok, tapi setelah itu kamu pergi. Sini hpnya" seru kinara, dia akhirnya menyerah juga dan memberikan apa yang alvian minta.


" beneran nih no nya" ucap alvian tidak percaya, lalu dia mencoba menghubungi no kinara dan tersambung.


" ok sayang, nanti ak telp ya, mksh" alvian beranjak dari duduknya, dia menepati janjinya untuk segera pergi karena kinara sudah memberi no ponselnya


Alvian menuju kasir untuk membayar pesanannya


" mba pesanan saya jadi berapa, sekalian sama mbak yang itu" ucap alvian sambil menunjuk ke arah kinara.


Setelah selesai membayar, alvian langsung pergi karena kinara sudah tidak


...****************...


Setelah bertemu dengan alvian, kinara masuk ke ruangannya diikuti oleh fajar


" biarin ajalah yg penting orangnya dah pergi" ucap kinara


setelah beberapa menit lamanya


Kring


Kring


Kring


nada panggilan ponsel kinara berbunyi, telp vidio call masuk dengan no baru


" siapa lagi" gumam kinara


" kok ga diangkat ra" tanya fajar


" ga tau , ga kenal" jawab kinara

__ADS_1


" cowok yg tadi kali ra" ucap fajar, kinara hanya mengedikkan bahunya


Kring


Kring


hp kinara berbunyi lagi, kali ini dia mencoba menekan tombol hijau.


" assalamu'alaikum" ucap kinara


Lalu orang yang ada disana tersenyum sambil menjawab


" wa'alaikum salam, lagi ngapain sayang?" tanya alvian, kinara hanya membolakan matanya


" mau ngapain nelpon?" bukannya menjawab kinara malah bertanya balik


" aku mau ngasih kabar aja kalo dah sampe rumah" jawab alvian


" terus .." ucap kinara


" terus mau bilang kalo aku dah kangen sama km" ucap alvian, kinara rasanya pengen muntah, bisa2nya cowok ini ngegombal


" udah ya, aku lagi sibuk" ucap kinara , dia tidak mau panjang lebar ngobrol sama alvian


" ngomong sama siapa tole" suara mbah uti


" ini mbah calon cucu mantu" ucap alvian enteng


Kinara langsung mengganti kamera belakang, karena terdengar suara orang lain


" mana orangnya kok ga keliatan" tanya si mbah


" malu dia mbah" jawab alvian sambil ketawa


mbah uti kemudian pergi meninggalkan alvian yang sedang asik video call sama kinara.


...****************...


Alhamdulillah selesai lagi bab ini

__ADS_1


__ADS_2