
Perdebatan Kinara dan Fajar terus berlanjut, saat sedang berdua begitulah tingkah mereka.
Kinara melihat jam yang ada dipergelangan tangannya, sebentar lagi menunjukkan waktu dzuhur
" dah ah...bentar lagi dzuhur, gue balik dulu ya" ucap kinara mengakhiri obrolannya dengan fajar
" ok, jangan lupa pikirin orang yang tadi" ucap fajar dengan serius. Sedangkan kinara pergi dengan mengacungkan jempolnya kepada fajar.
" hemmm...kalau aja keadaan gue ga kayak gini, gue bakal perjuangin elo " ucap fajar dalam hati sambil membuang nafasnya kasar.
" gue harap lo secepatnya menemukan kebahagiaan" gumam fajar lagi sambil tersenyum kecut.
Fajar sebenarnya sudah lama menaruh hati sama Kinara, tapi dia tidak ingin hubungannya dengan kinara menjauh hanya karena urusan hati dan tentunya fajar sadar kalau dia bukan tipe cowok Kinara.
...****************...
Setelah melaksanakan sholat dzuhur, kinara tak buru2 beranjak dari sejadahnya, dia berdo'a memanjatkan keinginannya, memohon ampun kepada yang Maha Pemaaf, mengeluarkan keluh kesahnya, mendo'akan orang2 didekatnya
Ditempat lain
__ADS_1
Alvian pun sama selesai sholat dia juga berdo'a banyak2, dia ingat pertemuannya dengan kinara
" ya Alloh selama ini hamba belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta, atau memang hamba belum menyadarinya. Tetapi dengan gadis ini merasa ingin lebih mengenalnya, ingin lebih dekat dengannya. Jika dia jodoh yang dikirim untuk hamba, mudahkanlah jalannya ya Alloh, beri hamba kesabaran dan kekuatan dalam memperjuangkannya, amiin" ucap Alvian dalam do'anya.
setelah itu alvian merapikan perlengkapan sholatnya, lalu dia membuka pecinya sambil duduk dipinggir tempat tidurnya.
" kenapa sampe segininya ya pengen kenalan sama cewek itu" gumam alvian heran dengan dirinya sendiri.
" oh iya , dimana ya teropongnya" ucap alvian sambil mencari2 benda yang dimaksud, setelah ketemu dia mendekati jendela, dan menggunakan alat tadi.
" siapa pemilik rumah itu ya, kayaknya itu cewek deh, rambutnya panjang, tapi mukanya ga jelas, astagfirulloh" ucap Alvian lagi
Kinara merapikan alat sholatnya, lalu dia menyisir rambutnya yang panjang.
Dia membuka jendela rumah pohonnya agar udara keluar maauk melalui jendela itu. Kinara lebih senang dengan udara yang alami dari pada menggunakan AC untuk menyejukkan ruangannya.
......................
Esok harinya seperti biasa kinara bangun pagi sebelum adzan subuh berkumandang, dia bangun sekitar pukul tigà dini hari.
__ADS_1
Sedangkan Alvian ketika bangun dia langsung mendekat kearah jendela, alvian langsung mengambil teropongnya dan melihat ada pergerakan dari rumah pohon itu.
" jam segini dah bangun, keren juga" ucap alvian sambil tersenyum
Mereka pun memanjatkan do'anya masing2 pada sepertiga malamnya dengan khusu.
Pagi ini Kinara bangun kesiangan karena sehabis sholat subuh dia tertidur lagi
Kinara berangkat kuliah pagi karena ada kelas pagi, salah satu teman kampusnya sudah menelponnya sedari tadi.
Alvian tampak bersantai setelah sholat subuh. dia meneropong lagi keadaan dirumah pohon, namun tidak ada perubahan apapun bahkan sepertinya lampunya padam.
" tidur lagi kayaknya tuh orang" ucap alvian mendengus kesal. Sepertinya menguntit penghuni rumah pohon akan menjadi hobi barunya he..he..
Pergi ke jogja sebenarnya alvian ingin liburan sejenak, sebelum dia bekerja di perusahaan ayahnya.
Alvian baru pulang dari luar negri setelah menyelesaikan kuliahnya. Dia jarang sekali pulang kalau tidak atas permintaan ibunya.
Namun setelah sampai di tanah air, Alvian bukannya pergi mencari ibunya malah memilih liburan ke jogja tempat kakek dan neneknya tinggal.
__ADS_1