Rumah Pohon

Rumah Pohon
bab 14


__ADS_3

Bismillah...mulai lagi, harus semangat lagi💪💪💪


...****************...


Kinara dan sugeng terkejut, kinara cuma bisa melotot kearah alvian. Sedangkan sugeng bingung, sejak kapan kinara punya pacar.


" mas sugeng jangan dengerin omongan orang ini, dia lagi ngigo" ucap kinara yang tersadar akan ucapan alvian.


" mas percaya kan sama aku" bisik kinara, dia sengaja mendekatkan wajahnya ke kuping sugeng, agar sugeng mengerti kode yang diberikan.


Alvian menarik lengan kinara supaya kembali ke posisi semula, karena kinara terlalu dekat dengan sugeng, alvian tidak suka itu.


" kenalin, gue pacar kinara sejak hari ini" alvian menegaskan lagi


" tapi gue pacar kinara lebih dulu, ngapain lu ngaku-ngaku" ucap sugeng


Kinara yang melihat ada bibit-bibit perselisihan pun langsung pergi, ada-ada saja mereka itu.


Sahabat kinara yang lain hanya menyaksikan dari dalam kafe, mereka menunggu penjelasan dari kinara.


" assalamu'alaikum semuanya, besti-besti...pada tegang amat" ucap kinara wajah yang tadinya berseri-seri berubah menjadi sendu setelah melihat sahabat-sahabatnya menatap tajam padanya.


"duduk" kata Ali dengan tegas


Kinara pun menurut, dia sudah berpikir pasti sesi interogasi.


Semua sahabat kinara pun duduk, kemudian datang pelayan kafe menanyakan menu tambahan


" permisi, maaf apa mau tambah makanan atau minumannya?" tanya sang pelayan

__ADS_1


" coklat panas sama mie goreng aja" ucap kinara


" Ra, bisa kamu ceritain sama kita" tanya Ali lirih, tidak seperti tadi


Kinara menceritakan kejadian kenapa dia bisa sampai kecelakaan dan siapa pelakunya. Mengetahui itu, Ali mengedarkan pandangannya mencari sosok yang telah mencelakai kinara.


Tak berselang lama alvian dan sugeng masuk, alvian mendahului sugeng, dia segera mendekati kinara tanpa memperdulikan tatapan tajam sahabat2nya kinara.


Ali memegang kerah baju alvian sebelum ,alvian sampai ditempat duduk kinara.


Bugh...


Kepalan tangan Ali menghantam pipi alvian, lalu alvian membalasnya


Bugh..


Kinara tidak mau mereka terluka, dia mencoba melerai dibantu yang lainnya


Sementara fajar yang sedang berada di dapur langsung keluar setelah mendengar teriakan kinara.


" ada apa ? Kamu ga apa2 kan?" tanya fajar yang membuat alvian bertambah panas karena perhatian yang diberikan fajar pada kinara


" siapa lagi nih orang, apa pacarnya juga" ucap alvian dalam hati sambil mengepalkan tangannya.


" ga apa2, cuma ini nih pada berantem" tunjuk kinara pada alvian dan ali


Mereka pun akhirnya menyudahi perkelahian tersebut.


" minta tolong P3K nya ya, bibirnya berdarah tuh" pinta kinara pada fajar

__ADS_1


" sorry gue ga ada maksud buat celakain kinara, ini murni kecelakaan" ucap alvian dengan gentle


Akhirnya mereka saling berjabat tangan dan saling memaafkan.


" berarti sudah clear masalahnya ya, jadi anda boleh pergi" ucap kinara pada alvian, namun alvian tidak akan pergi begitu saja


" yang aku akan tanggung jawab sama kamu" ucap alvian,


" terserah" ucap kinara, kemudian kinara memperhatikan sahabatnya satu persatu


" ada yang mau nambah ga?" tanya kinara


" gue mau ra, roti bakarnya dibungkus ya" jawab sugeng, disorakin sama yang lainnya


" kalo gitu mah gue juga mau, lumayan buat cemilan dirumah" ucap dinda


Kinara akhirnya memesan untuk masing2 sahabatnya dibawa pulang.


Setelah ngobrol ngaler ngidul akhirnya mereka pamit dan mendo'akan agar kinara cepat sembuh dan bisa kuliah lagi.


" hemmm...kenapa masih disini?" tanya kinara pada alvian


" aku akan mengantarmu sampe rumah dan memastikan kamu istirahat" ucap alvian


" ga usah, anggap aja kafe ini rumahku, aku biasa nongkrong disini sampe kafenya tutup" ucap kinara


Alvian senang karena kinara tidak kaku lagi saat ngobrol, yang tadinya saya anda sekarang jadi aku kamu, he..he..


...****************...

__ADS_1


Maaf ya kalo bab ini garing kayak kerupuk, kasih komentar ya biar lebih baik lagi


__ADS_2