Rumah Pohon

Rumah Pohon
bab 20


__ADS_3

Bismillah...berat rasanya untuk memulai, karena kalian para readerku, jadi semangat lagi💪👍😉


...****************...


Setelah memutuskan sambungan video call nya , alvian senyum -senyum ga jelas. Dia membayangkan bagaimana kesalnya kinara dengan wajah juteknya.


" jutek tapi bikin penasaran" gumam alvian


Mbah uti yang melihat alvian dari jauh segera mendekati sang cucu yang sedang senyum sendirian.


" duuhh..yang lagi jatuh cinta senyum2 sendiri kayak wong gendeng" ucap mbah uti


" ingat vian, kamu harus menyelesaikan urusanmu sama mamamu tentang perjodohan itu, jangan sampai menyakiti hari perempuan" nasihat mbah uti mengingatkan alvian akan rencana mamanya itu


Wajah alvian menjadi sendu, setelah sang nenek menasihatinya


" baiklah aku akan segera pergi menemui mama dan menolak perjodohan itu" ucap alvian pada diri sendiri


Rencananya besok alvian akan menemui kinara lagi dan berpamitan untuk pergi ke luar kota menemui mamanya.


Di tempat lain


Kinara memikirkan sikap alvian yang menurutnya tidak normal


" kenapa dia kayak gitu ya, apa setiap cewek yang baru dikenalnya diperlakukan kayak gitu juga...jadi merinding" ucap kinara sambil menggerakkan bahunya.


Kring


Kring


Suara panggilan dari hp kinara berbunyi lagi, kali ini juga tidak ada namanya

__ADS_1


" apa dia lagi" kinara bertanya dalam hati


" hallo assalamu'alikum" ucap kinara setelah menekan tombol hijau.


" wa'alaikum salam" jawab seseorang yang sudah lama tidak kinara dengar suaranya


Deg


" ma-mama..." gumam kinara tapi maaih bisa didengar orang yang menjadi lawan bicaranya


" iya ra...ini mama, gimana kabarmu nak" tanya mama kinara


" mama apa kabar" kinara malah balik bertanya


" mama baik, tapi mama kangen sama kamu" jawab mama kinara sambil terisak menahan tangisnya


" alhamdulillah, nara juga disini baik2 mah" ucap kinara dengan suara tertahan agar tidak sampai menangis.


Kinara akhirnya tidak tahan dan ikut terisak juga karena sesungguhnya dia pun sangat merindukan keluarganya


" mah...nanti kinara akan pulang tapi tidak dalam waktu dekat, maafin kinara ya mah, maaf.." jawab kinara


" iya sayang mama tunggu ya, kamu jaga diri baik2, jaga kesehatan juga ya, sering2 nelpon mama ya" ucap mama kinara


" iya mah... Mama juga ya, kinara sayang mama" ùcap kinara sambil menangis


Kinara dan mama akhirnya memutuskan panggilan telponnya.


untuk sesaat kinara membayangkan betapa dirinya dulu sangat manja sekali pada mama dan papanya.


Kerinduan kinara kepada keluarganya sedikit terobati setelah sang mama menelponnya.

__ADS_1


Setelah memutuskan untuk menenangkan diri keluar kota, kinara mengganti no ponselnya. Untuk sementara dia tidak ingin dulu diganggu sama orang-orang dari masa lalunya.


" aku ga bisa terus menghindar kayak gini, tapi aku masih butuh waktu untuk menenangkan hati agar tidak gampang emosi kedepannya, hush...." kinara menghembuskan napasnya berkali-kali.


Setelah melakukan sholat isya, kinara berniat kembali ke kafe untuk membantu karyawannya disana.


Biasanya menjelang malam suasana kafe agak rame, apalagi kalau weekend.


Drt


Drt


Bunyi getar ponsel kinara menandakan ada pesan masuk.


" assalamu'alaikum sayang lagi ngapain? Lagi dimana?" isi pesan itu setelah kinara membukanya.


" ckk... Sok perhatian" gumam kinara setelah itu memasukan ponselnya kedalam tasnya tanpa membalas.


Kring


Kring


Kinara membiarkan ponselnya berdering tapi tidak ada niat untuk menjawab panggilan tersebut.


" ra..kok ga diangkat, siapa tau penting" ucap fajar


" ngga penting" jawab kinara karena dia tau siapa yang menghubunginya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alhamdulillah bab ini selesai, mudah2an lebih semangat lagi💪💪🙏🤲

__ADS_1


__ADS_2