Rumah Pohon

Rumah Pohon
bab 21


__ADS_3

Bismillah kita mulai lagi, semangat lagiπŸ‘πŸ‘


...----------------...


Fajar terus saja mendengar suara ponsel kinara berbunyi, akhirnya diapun punya inisiatif untuk menjawab panggilannya


" sina ra biar gue yang angkat, berisik banget" ucap fajar sambil meminta ponsel kinara


" hallo..." ucap fajar


" hallo...ini posel kinara kan, kok suara cowok?" ucap alvian


" iya kinaranya lagi ke toilet, ada pesan apa ntar gue sampein" jawab fajar


" ngga usah" ucap alvian sambil menutup panggilannya


Ditempat lain


Alvian merasa heran kenapa kinara percaya banget sama orang lain, sampai2 ponselnya orang lain yang ngangkat.


" ceroboh banget dia" gumam alvian


Alvian tidak bisa lagi menahan kesabarannya, ia langsung meluncur ke kafe begitu tau kinara sedang berada di kafe.


Tak butuh waktu lama, alvian udah sampai di parkiran kafe, dan melihat suasana disana dalam keadaan rame.


" rame banget sih, apa gue ajak aja kinara keluar, mudah2an mau" gumamnya


setelah masuk, alvian celingak celinguk dia mencari kinara tapi tidak menemukannya, dia melihat fajar sedang melayani pelanggan.

__ADS_1


" bro kinara dimana" tanya alvian setelah melihat fajar meninggalkan pelanggan


" baru juga telponan dah kangen aja bro" jawab fajar, dia sebenarnya kaget karena alvian sudah berada dihadapannya


" iya urgen banget, dimana dia?" tanya alvian lagi sudah tidak sabar


" sebentar ...nah itu dia" jawab fajar sambil menunjuk kinara berada


Kinara sedang menulis menu yang dipesan pelanggannya. Begitu ada kesempatan, alvian langsung mendekat.


" assalamu'alaikum yang" ucap alvian


" wa'alaikum salam" jawab kinara, dia kaget alvian tiba2 ada disana


" aku mau ngomong sama kamu" ucap alvian


" ini penting, aku mau ngomong serius " ucap alvian lagi, kinara pun menghentikan langkahnya.


" mau ngobrolin apalagi sih tadi bukannya udah ya, kalo mau ngobrol berdua nanti aja ya, aku lagi bantuin mereka, ga liat apa lagi pda sibuk" ucap kinara dengan kesal


" ya udah aku tungguin" ucap alvian sambil berlalu pergi.


Setelah kurang lebih empat puluh menit, akhirnya kinara bisa sedikit santai, dia berniat untuk menemui alvian.


" jar , gue kesana dulu ya" pamit kinara pada fajar


" ok" jawab fajar sambil memberikan jempolnya


Kinara berjalan mendekat kearah alvian dan duduk bersebrangan dengan alvian.

__ADS_1


"ada apa?"tanya kinara


" yang...aku mau pulang dulu ke kota j" ucap alvian


"terus?" tanya kinara


" kok ekspresinya gitu doang" kesal alvian


" harusnya?" ucap kinara, membuat alvian benar2 kesal


" kamu itu harusnya kaget, merajuk atau gmn gitu. Yang namanya pacaran biasanya pacarnya mau pergi jauh itu didoain, atau dimanja2 biar kangen, ini malah lurus2 aja" ucap alvian


" siapa yang pacaran" ucap kinara sambil berlalu pergi menuju kafe lagi, pikir dia ada hal penting yang yang diomongin, ternyata....


Alvian hanya menatap bengong dengan kepergian kinara, realita ga sesuai ekspektasi. Kinara sekarang bukanlah kinara yang dulu.


Alvian memutuskan untuk pergi dari kafe kinara, walaupun kecewa dia masih berharap kinara akan menunggunya untuk kembali kesini.


"tunggu.."teriak seorang cewek


Deg


hati alvian bersorak ketika seseorang memanggilnya. dia menghentikan langkahnya dan berbalik


" ini mas dari mba kinara" ucap salah satu pelayan kafe sambil memberikan dua botol minuman, lalu dia langsung pergi ke dalam kafe.


Hati alvian senang walaupun bukan kinara sendiri yang memberikannya, alvian merogoh sakunya untuk mengambil ponsel.


" makasih ya..🀩πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜" ketik alvian lalu dikirim, dia mengucapkan terima kasih sama kinara

__ADS_1


__ADS_2