
“Iya-iya!... sekarang lepaskan lenganku.” Teriak Mayumi memohon.
Chiharu kemudian melepaskan kuncian tangannya, sembari dengan cepat merubah posisi tanganya dan merapikan seragam milik Mayumi.
“Aku tak menyangka, ternyata pegangan tanganmu begitu kuat.” Ucap Mayumi memuji Chiharu.
“Sama, aku juga tidak menyangka akan kemampuan hipnotismu Mayu…. Dimana kamu belajar?” Jawab Chiharu seraya balik memuji Mayumi.
“Aku mendapatkannya begitu saja, ini ilmu warisan keluargaku…. Dan bagaimana kamu bisa menerawang pikiran seseorang... apakah kamu mempelajarinya dari seorang guru?” tanya Mayumi penasaran.
“Iya Mayu…. Aku mempelajarinya dari guru sekolahku dulu, jika kamu ingin belajar juga… aku bisa mengantarkanmu kepadanya suatu saat nanti.” Ucap Chiharu ramah.
“Uwaaaa!… terima kasih Chiharu, iya aku ingin mempelajarinya…. Janji ya.” Ucap Mayumi dengan riang gembira.
“Oh iya…. Bagaimana dengan Sayaka?” tanya Chiharu.
“Sayaka!... apakah engkau benar-benar telah membaca pikiranku sampai sejauh itu?” ucap Mayumi sambil terkejut penuh keheranan.
“Tentu saja, bahkan aku tahu warna pakaian dalammu…. Aku bisa membaca setiap pikiran dan ingatan seseorang, tapi tentu tidak untuk ingatan yang terlalu lama.” Terang Chiharu.
“Baiklah…. Mungkin nanti malam kita akan bertemu untuk membahasnya.” Ucap Mayumi.
Mereka berduapun bersepakat untuk bertemu nanti sore di perpustakaan kapal, Mayumi dan Chiharu pun berpisah untuk pergi untuk kembali bekerja.
******
Ken kini dalam posisi yang sulit, semua rahasia dan sandiwaranya akan segera terbongkar, setidaknya itulah firasat yang dirasakan oleh Ken. Dia termenung di tempat kerjanya dan mengabaikan semua pekerjaanya.
Naomi yang melihat Ken seperti itu, menjadi bimbang saat ini, antara dia harus membantu temannya itu, atau tetap dengan pendiriannya berada di sisi netral, sampai semua kebenaran terungkap.
Perlahan Naomi berjalan mendekati Ken, dan mencoba untuk sedikit menenangkan pikiran Ken yang sedang bingung.
“Kenapa engkau nampak begitu sedih... apakah ada masalah?” tanya Naomi dengan ramah
“Entahlah Naomi…. Benar apa yang dulu pernah engkau katakan padaku.” Jawab Ken
“Katakan tentang apa?” Tanya Naomi keheranan.
“Supaya aku jujur kepada perasaanku, apakah aku harus memilih Dinda atau Sayaka.” Ucap Ken lirih.
“Maksud kamu apa... bukankah Dinda sudah meninggalkanmu demi laki-laki lain?” tanya Naomi pura-pura tidak tahu dengan kebenaran yang Ken sembunyikan.
Ken tersenyum kepada Naomi dan beranjak pergi meninggalkannya, sementara itu, di dalam hatinya Naomi merasa yakin bahwa Ken akan segera berkata jujur tentang keadaan yang sebenarnya.
__ADS_1
Sayaka benar-benar lupa dengan apa yang telah terjadi, bahkan saat dia berpapasan dengan Gandhi di gangway, Sayaka benar-benar tidak memperdulikannya. Pengaruh hipnotis dari Mayumi benar – benar luar biasa.
Mayumi kali ini melamun di meja kerjanya, dia masih teringat dengan kehebatan Chiharu yang bisa membaca pikiran seseorang, ‘andai aku bisa membaca pikiran seseorang seperti Chiharu, pasti aku akan bisa menolong banyak orang yang sedang sedih.’ Gumamnya di dalam hati.
Tiba-tiba Mayumi dikejutkan dengan kehadiran Firman, yang sedari tadi sudah berada di depan meja
kerjanya.
“Nona…. Maaf, Nona Mayumi…. apakah engkau bisa membantuku?” Ucap Firman membangunkan lamunan Mayumi.
“Uwaaaaaa…. Firman!!!” teriak Mayumi dengan heboh yang membuat Firman menjadi bingung dan salah tingkah.
Karena semua mata di ruang kerja HR semua memandang ke arah meja kerja Mayumi.
“Hah…. Apakah yang kamu maksud itu aku?” tanya Firman lirih kepada Mayumi.
“Iya betul... kamu yang aku maksud, dan kamu ada di hadapanku sekarang.” Ucap Mayumi dengan wajah sumringah.
“Apa ada yang salah denganku ?” tanya Firman heran
Mayumi akhirnya benar-benar tersadar, saat teman-teman satu ruang kerjanya, menjadikannya pusat perhatian sambil menahan tawa mereka.
“Ehm…. Apa ada yang bisa aku bantu?” tanya Mayumi yang tiba-tiba merubah sikapnya menjadi lebih berwibawa.
Mayumi mengambil door card Firman, sejenak dia memproses semua data yang di perlukan untuk membuat door card yang baru, kemudian dia memberikan door card yang baru kepada Firman.
“Silahkan…. Door cardnya sudah jadi.” Ucap Mayumi sambil menyerahkan door card kepada Firman.
Firman yang bingung keheranan, hanya menatap Mayumi yang berprilaku aneh sembari menggaruk kepalanya.
“Apakah anda baik – baik saja nona Mayumi?” tanya Firman kemudian
“Iya aku baik – baik saja…. Bisakah nanti malam kita bertemu di crew bar?” bisik Mayumi pelan
Firman hanya mengangguk dan segera berpamitan pergi sambil tetap kebingungan sambil menggaruk kepalanya
Mayumi tampak riang gembira bisa bertemu dan berbicara langsung dengan Firman. Agnes teman sekerja Mayumi mendatanginya.
“Ada apa denganmu, apakah engkau baik – baik saja?” tanya Agnes heran
“Tidakkah engkau melihat wajahku yang sedang berbahagia ini?” jawab Mayumi
“Apakah engkau sudah lama mengenal Firman?” tanya Agnes penasaran.
__ADS_1
“Firman!... maksud kamu Firman yang tadi?” tanya Mayumi.
“Iya…. Siapa lagi kalau bukan dia.” Jawab Agnes.
“Bagaimana kamu bisa tahu Firman.” tanya Mayumi heran.
“Aku kan berasal dari negara yang sama dengan Firman, bahkan kami berasal dari kota dan desa yang sama.” Jawab Agnes.
"Benarkah!... berarti kamu tetangga Firman?" ucap Mayumi terkejut.
Mayumi terkejut dengan pernyataan Agnes, kini Mayumi benar-benar bingung dan salah tingkah, Mayumi menjadi sungkan dengan Agnes, dia bingung untuk menjaga sikap ke kanakanya, karena ternyata rekan kerjanya adalah tetangga Firman.
“Apakah kamu suka dengan Firman?” tanya Agnes penasaran
“Entahlah…. Aku juga bingung dengan perasaanku, hanya saja aku merasa senang dan jantungku berdebar hebat saat bertemu dengannya.” Jawab Mayumi sambil tersenyum melamun.
“Waaaaaa!!!!…. Berarti kamu suka sama Firman, suatu hari kita akan menjadi tetangga.” Ucap Agnes dengan gembira.
“Tapi jangan bilang-bilang dulu ke Firman ya? aku malu.” Ucap Mayu berbisik.
******
Sore itu Mayumi dan Chiharu bertemu di perpustakaan kapal, mereka ingin bertukar pandangan tentang sikap
mereka yang seharusnya kepada Sayaka.
Mayumi yang tahu sedikit tentang hubungan antara Ken dan Sayaka, kemudian menanyakan tentang apa yang telah di katakan oleh Gandhi kepada Chiharu.
Chiharu menceritakan semuanya dari awal hingga akhir, bahkan saat dia sendiri melakukan video call dengan Hendri dan Dinda di malam itu, Chiharu juga mengutarakan sikap pendiriannya atas kejadian itu kepada Mayumi.
Mayumi sependapat dengan Chiharu, mereka tidak bisa buru-buru memutuskan sikap mereka begitu saja, mereka perlu lebih dalam lagi mengenal Dinda, dan yang terpenting adalah bagaimana perasaan Sayaka kemudian.
“Kalau begitu…. Kita harus menjadi detektif.” Ucap Mayumi.
“Aku setuju denganmu, kita harus benar-benar tidak boleh salah dalam bersikap.”Terang Chiharu.
“Iya benar, kita gunakan kelebihan kemampuan kita untuk membantu Sayaka.” Ucap Mayumi sambil menganggukkan kepala.
“Lalu sebaiknya kita beri nama apa?” Tanya Mayumi kemudian.
“Maksud kamu, nama untuk apa?” Chiharu berbalik Tanya heran.
“Tentu saja kelompok detektif kita ini, kita harus memikirkan nama yang keren.” Ucap Mayumi serius
__ADS_1
“Mayumi!!!....” Teriak Chiharu gemas sambil mencubit-cubit pipi Mayumi seperti boneka.