
Sejenak Dinda mulai berfikir dengan logis tentang Sayaka, apa yang telah ditunjukkan oleh Mayumi mampu membuka mata hati Dinda yang diliputi oleh rasa curiga dan kebencian kepada Sayaka sebelumnya.
Namun Dinda masih menjaga sikapnya di depan Mayumi, seolah dia tetap tidak perduli dengan Sayaka dan menganggap remeh Sayaka seperti sebelumnya. Walaupun sebenarnya pandangannnya kepada Sayaka telah berubah menjadi jauh lebih baik.
"Aku tidak mengerti dengan apa yang ingin kamu tunjukkan kepadaku dengan semua video ini." Ucap Dinda ketus kepada Mayumi seraya berlalu pergi meninggalkan Mayumi begitu saja.
Mayumi yang sebelumnya berfikir bahwa Dinda akan tersentuh setelah melihat video tentang Sayaka, merasa benar-benar kecewa dengan sikap yang ditunjukkan oleh Dinda kepadanya.
"Aku merasa tidak nyaman lagi untuk berada disini." Gumam Mayumi kepada dirinya sendiri.
******
Di tempat yang lain Chiharu sedang bersama dengan Naomi, mereka membahas tentang sikap Sayaka yang benar-benar labil dan rapuh.
"Apakah kita harus meracuni Sayaka dengan kemampuan hipnotis Mayumi?" Ucap Naomi dengan penuh harap.
"Tentu saja tidak!... karena itu bukan berasal dari hati dan pasti tidak akan bertahan lama." Ujar Chiharu.
"Sangat sulit untuk membuat Sayaka tersadar... setiap kali dia sadar, didalam otaknya hanya ada Ken." Ujar Naomi kesal.
Kini Chiharu dan Naomi hanya bertatap muka satu sama lain, wajah mereka berdua penuh kekesalan dan kebingungan.
Hingga tanpa mereka sadari Ken berada di dekat mereka dan dari tadi mendengar percakapan antara Chiharu dan Naomi.
"Aku harus menyingkirkan mereka... mereka terlalu mengganggu untuk mewujudkan keinginanku." Ucap Ken dengan penuh kesal
Akhirnya Sebuah rencana mulai disusun oleh Ken, bagaimanapun juga Ken harus membuat Dinda kembali ke pelukannya terlebih dahulu, karena Ken tahu bagaimana sifat Dinda dan selain itu Dinda mempunyai posisi yang strategis untuk saat ini.
__ADS_1
"Aku akan membuat Dinda jatuh kedalam pelukanku lagi, dan setelah itu aku bisa menyingkirkan mereka semua." Ucap Ken dengan penuh keyakinan.
Singkat waktu, Ken kini berusaha untuk menemui Dinda, bagaimanapun juga tujuan dia saat ini tak lain adalah untuk menaklukan hati Dinda.
"Dinda... bisakah kita berbicara sebentar, aku mohon kepadamu untuk semua salah faham ini." Ucap Ken penuh harapan.
"Apalagi yang ingin kamu jelaskan kepadaku setelah semua ini Ken?" Jawab Dinda penuh amarah.
"Aku masih mencintaimu dan selalu mencintaimu." Ucap Ken tegas.
"Aku tidak percaya dengan semua yang kamu ucapkan setelah semua yang aku lihat sendiri dengan mata kepalaku Ken." Ujar Dinda kesal.
"Dengarkan aku Din... bahkan kamu sendiripun tidak tahu kan dengan cerita yang sebenarnya terjadi." Ucap Ken berusaha meyakinkan Dinda yang masih tidak percaya kepada Ken.
"Baiklah... aku beri kamu kesempatan untuk bisa menjelaskan semua hal yang telah terjadi." Ucap Dinda.
Senyum tipis mengembang di bibir Ken, sebuah kesempatan emas yang tidak akan dia sia-sia kan tentunya. Ken meminta waktu khusus kepada Dinda untuk bisa berbicara di tempat yang telah dia siapkan.
Tibalah waktu yang di tentukan, Ken kini telah berada di depan Dinda dan kini mereka mulai berbicara satu sama lain, namun percakapan itu semua adalah sebuah kamuflase belaka dari niat dan maksud yang sesungguhnya dari Ken.
Perlahan Ken mengeluarkan sebotol minuman ringan dan juga camilan dari balik tas kecilnya, tentu minuman itu sudah diberi obat penenang oleh Ken. Dan Ken memberikan minuman itu kepada Dinda untuk dia minum.
Tanpa curiga Dinda mengambil minuman itu dan meminumnya begitu saja. Ken yang melihat Dinda meminum minuman itu merasa senang dan tersenyum jahat.
Tak berselang lama kemudian, Dinda mulai merasa pusing dan lemas, sebuah kesempatan yang tidak dia sia-sia kan oleh Ken untuk membawa Dinda ke kamarnya. Tanpa ragu Ken memapah Dinda menyusuri lorong menuju ke kamar Dinda yang privat.
Ken membaringkan Dinda di kamarnya dan mulai melucuti satu persatu pakaian yang Dinda kenakan, Dinda kini benar-benar tanpa sehelai kain pun menutupi tubuhnya, membuat Ken menjadi penuh nafsu memburu Dinda yang masih tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Hingga akhirnya Dinda tersadar karena pengaruh obat penenang yang Ken berikan sudah habis efeknya, Ken masih saja terus memburu nafsu dari Dinda, apa daya Dinda yang sudah berada di bawah pengaruh Ken mau tidak mau harus melayani Ken yang sudah berada di posisi puncaknya.
Mereka berdua akhirnya kini tidur lemas berdampingan. Dinda yang tadinya merasa benci kepada Ken kini berubah menjadi perasaan takut dan bingung, bagaimanapun juga Dinda merasa menyesal dengan kejadian yang baru saja menimpanya, namun disisi yang lain Dinda takut bila Ken akan lari dari tanggung jawabnya.
Kini Ken tersenyum puas dan merasa berhasil dengan rencananya, sambil mengelus-elus rambut Dinda yang panjang terurai. "Aku tidak akan meninggalkanmu lagi sayang." Ucap Ken penuh senyum puas.
Dinda yang masih bingung, hanya bisa mengangguk pasrah sambil menatap kosong Ken, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi padanya.
Untuk meyakinkan pengaruhnya kepada Dinda, Ken mengatakan bahwa kini di dalam perut Dinda ada benih buah cinta sengaja ditanamkan oleh Ken. Tentu saja pernyataan dari Ken itu membuat Dinda semakin lemas tidak berdaya dan tidak tahu harus berbuat apa.
"Sayang... sekarang kamu percayakan kepadaku... aku tidak mungkin akan meninggalkanmu lagi." Ucap Ken meyakinkan Dinda.
"Hiya Ken... aku percaya kepadamu, jangan pernah tinggalkan aku lagi ya." Ucap Dinda yang sudah tidak berdaya.
"Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu... asalkan kamu bisa menjagaku dari para wanita-wanita ****** itu." Ucap Ken kemudian.
"Apa maksudmu sayang?" Tanya Dinda heran.
"Jauhkan aku dari teman-teman Sayaka." Ucap Ken tegas.
Sejenak Dinda berfikir dengan permintaan Ken yang dirasa aneh tersebut, namun Dinda masih juga belum bisa memahami dengan permintaan Ken. "Kenapa harus teman-teman Sayaka?" Sebuah pertanyaan besar didalam pikirannya.
"Kenapa dengan teman-teman Sayaka?" Tanya Dinda kemudian.
Ken berdalih bahwa kedekatan antara dirinya dan Sayaka adalah pengaruh dari teman-teman Sayaka itu sendiri, dia mengatakan kepada Dinda bahwa selama ini teman-teman Sayaka lah yang membuat dirinya merasa terjebak dengan hubungan tidak lazimnya dengan Sayaka bisa terjadi.
Dinda yang termakan ucapan Ken, akhirnya mulai bisa memahami tentang apa yang sebenarnya terjadi menurut versi Ken, Dinda kini mulai merasa geram dengan teman-teman Sayaka terutama Mayumi yang berada satu Departemen kerja dengan Dinda.
__ADS_1
Ken menambahkan bahwa hubungan awal antara Sayaka dengan dirinya tak lebih hanya untuk mengobati hati Sayaka yang ditinggal pergi oleh Tetsuya kekasihnya, hal itu karena Tetsuya dan Ken memiliki beberapa kemiripan rupa. Namun karena ulah dari teman-teman Sayaka akhirnya membuat Ken merasa terjebak di dalamnya dan harus bingung bersikap bagaimana.
"Aku akan membuat pembalasan kepada mereka sayang, tenang saja." Ujar Dinda geram.