
Chiharu yang mendengar cerita dari Sayaka tentang permintaan Ken tersebut, langsung menjadi curiga dan bergegas menghubungi Dinda untuk memintanya agar segera bersikap.
"Dinda... aku benar-benar minta tolong kepadamu untuk membuat Ken jera." Ucap Chiharu memohon.
"Tenang saja Chiharu... malam ini aku akan mempersiapkan sebuah rencana untuk membuatnya selalu teringat dengan malam ini." Ucap Dinda.
"Benarkah apa yang kau katakan DIn?" ucap Chiharu kaget.
"Akan aku pastikan malam ini dia akan benar-benar terbakar... lihat saja." Ucap Dinda.
Dinda kemudian meminta kepada Fernando untuk datang ke acara Pesta Kemerdekaan nanti malam, dia mengatakan kepada Fernando bahwa dia butuh teman untuk menemaninya di acara tersebut. Fernando yang memang terkenal baik dan ramah kepada semua orang, tanpa berfikir panjang langsung menyetujui permintaan Dinda.
Malam tiba, semua crew dari Indonesia berkumpul di Open Deck tak terkecuali Ken yang telah berhasil membujuk Svitlana untuk ikut didalam acara tersebut. Suasana di Open Deck pada saat itu benar-benar disulap menjadi pemandangan yang luar biasa oleh para crew dari Indonesia.
Terlihat juga Crew dari beberapa negara juga hadir dalam kemeriahan acara itu, bagaimanapun juga masakan Indonesia adalah menjadi favorit bagi banyak negara, sehingga tak heran dalam setiap acara yang berkaitan dengan Indonesia, pasti akan banyak Crew dari negara lain yang datang untuk menyantap makanan yang disediakan.
Ken lagi-lagi menjadi pusat perhatian karena wanita yang bersamanya malam itu tidak biasa, semua orang terkejut dengan kehadiran Svitlana. Warsana yang melihat kejadian itu langsung tanpa pikir panjang datang mendekati Ken yang sedang bergandengan tangan begitu mesra dengan Svitlana.
"Wuih cewek baru lagi nih... orang mana sekarang?" tanya Warsana sinis.
"Oh ini orang Rusia... cantik kan?" ucap Ken bangga.
"Ya cantiklah... terus mana sekarang Sayaka?" tanya Warsana.
"Dia lagi kerja... makanya aku bawa istri keduaku kesini." Ucap Ken penuh kebanggaan.
Warsana yang iri hatinya kepada Ken, langsung saja meninggalkan Ken dan Svitlana sambil terus berbicara sendiri seperti orang gila.
Ken dengan bangga memperkenalkan Svitlana kepada semua para crew dari Indonesia, Firman yang pada saat itu berada di sekitaran panggung begitu terkejut saat Ken menggandeng wanita lain selain Sayaka, Firman kemudian mendekati Ken dan langsung tanpa pikir panjang menampar pipi Ken sampai Ken terpental.
__ADS_1
"Plakkkk!!!!!!." Suara tamparan terdengar begitu keras.
Semua crew menjadi terkejut melihat kejadian itu, beberapa orang crew yang lain berusaha menahan Firman yang memaksa untuk terus maju memberi pelajaran kepada Ken, Ken yang bangkit langsung balik menyerang Firman dengan menghujamkan pukulan ke arah wajah Firman, namun dengan sigap Firman berhasil mengelak dari pukulan Ken dan balik menendang perut Ken sekuat tenaga hingga Ken tersungkur.
"Aku benci pengkhianat!" Pekik Firman seraya pergi meninggalkan Ken yang tersungkur tak berdaya.
Kejadian itu disaksikan oleh banyak orang, bahkan petugas keamanan kapal juga berada disitu, tentunya ini akan menjadi masalah yang berat bagi Firman kedepannya.
"Apakah kamu baik-baik saja Ken?" ucap Svitlana seraya membantu Ken untuk berdiri kembali.
"Oh aku tidak apa-apa, hanya saja perutku agak sedikit tidak enak." Ujar Ken sambil terus memegangi perutnya.
"Kenapa dia menyerangmu... apakah kamu ada masalah dengannya?" tanya Svitlana heran.
"Dia hanya cemburu denganku... apalagi saat aku diberi kesempatan untuk berada di samping gadis secantik dirimu." Ucap Ken memuji Svitlana.
Svitlana menjadi tersipu malu karena pujian dari Ken sambil terus merangkul Ken menuju kursi yang ada, kemesraan itu semakin membuat semua orang menjadi bertanya-tanya didalam hati mereka, apakah Ken sudah tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Sayaka, sehingga Ken kini bersama dengan wanita yang lain.
Akhirnya dia berpura-pura untuk sakit perut dan mengajak Svitlana untuk pergi ke tempat yang lain, namun sangat disayangkan karena Svitlana sudah merasa nyaman dengan acara tersebut, sehingga dia menolak ajakan Ken dan mempersilahkan Ken untuk pergi sendiri.
Tentu saja Ken tidak mau meninggalkan Svitlana begitu saja, karena dia yang membawa Svitlana menuju Area Crew, dimana area itu adalah area terlarang bagi semua penumpang kapal.
Ken yang kebingungan meminta tolong kepada Yanu untuk menemani Svitlana dahulu, sementara dia akan berbaur dengan crew yang lain untuk melihat situasi.
HIngga akhirnya benar apa yang di khawatirkan oleh Ken, rombongan Sayaka dan teman-temannya datang ke pesta saat itu dan langsung menjadi pusat perhatian di atas panggung, karena suara emas Sayaka yang begitu merdu menyanyikan lagu-lagu Indonesia membuat semua Crew Indonesia menjadi kagum kepada Sayaka.
Sialnya bagi Ken, Yanu justru memberitahu Svitlana bahwa Sayaka adalah kekasih Ken, tentu saja hal ini membuat Svitlana menjadi marah dan kecewa kepada Ken, Svitlana pergi meninggalkan Open Deck begitu saja tanpa berpamitan kepada Ken ataupun Yanu.
Ken kini mulai berulah, dengan memarahi Sayaka yang turun dari panggung setelah penampilannya selesai, dia menarik tangan Sayaka membawanya menjauh dari krumunan. "Ternyata kamu tidak menepati janji kamu... dan kamu malah memilih untuk hadir disini sebagai pengisi acara." Ujar Ken marah.
__ADS_1
Namun disini Sayaka tidak menanggapi Ken dan malah membalas dengan senyuman misterius seraya berusaha melepaskan pegangan Ken.
"Hei! kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku?" Bentak Ken kasar.
"Ikutlah denganku... aku akan menunjukkan sesuatu kepadamu." Ucap Sayaka dengan tenang.
Ken yang penasaran pun akhirnya berjalan di belakang Sayaka dan mengikuti langkahnya, hingga pada akhirnya Ken begitu terkejut setengah mati saat Dinda kini berada di depannya dan menjadi pusat perhatian banyak orang, karena pada saat itu Dinda tampak begitu cantik luar biasa.
"DIn... Din... DInda!" Pekik Ken terkejut setengah mati.
"Oh kamu... siapa nama kamu aku lupa?" Ucap Dinda ketus.
Ken menjadi kesal, karena mengetahui bahwa kekasihnya sekarang berada di depannya dan pura-pura tidak mengenalinya, hal itu tentu tidak dapat diterima oleh Ken, karena Ken merasa bahwa dia masih menjadi kekasihnya sampai kapanpun.
Ken kemudian memegang tangan Dinda dan berusaha menarik tangannya, namun kali ini Fernando mencegah perbuatan Ken dengan memegang pundak Ken dan menarik badannya kebelakang, hal itu dilakukan dengan mudah oleh Fernando karena ukuran badan Fernando sendiri dua kali lipat lebih jika dibandingkan Ken.
"Mau kamu bawa kemana dia... apakah kamu mau berurusan denganku?" ujar Fernando seraya meremas pundak Ken dengan keras.
Ken yang meringis kesakitan, akhirnya perlahan melepas pengangan tangannya kepada Dinda dan memilih untuk mundur meninggalkan mereka semua, menuju ke kursi yang tadi di duduki oleh Svitlana.
Betapa terkejutnya Ken, saat mengetahui bahwa Svitlana sudah tidak berada di kursinya lagi, kemudian dia mencari Yanu untuk menanyakan dimana keberadaan Svitlana. "Yan! mana Svitlana tadi?" ucap Ken khawatir.
"Oh dia sudah pergi tadi... sekitar lima belas menitan yang lalu saat Sayaka tampil di atas panggung." Ujar Yanu.
"Hah!... pergi kemana?" Teriak Ken panik.
"Aku tidak tahu... tiba-tiba saja dia pergi tadi tanpa berpamitan kepadaku setelah aku memberitahunya bahwa Sayaka adalah kekasihmu."
"Jlebbbbbb!!!." Hati Ken bagai tertusuk panah berduri sekarang, disisi yang lain dia malu kepada Dinda, Sayaka dan juga Svitlana, sementara itu dia punya tanggung jawab Svitlana untuk membawanya kembali ke Pax Area lagi, karena akan sangat beresiko bagi Ken jika Svitlana sampai ketahuan oleh officer kapal jika dia masuk ke Crew Area tanpa se izin Kapten, hal itu bisa berujung pemecatan kepada Ken.
__ADS_1
Ken kini hanya terduduk lesu dikursinya dan tanpa bisa berbuat apa-apa di tengah ramainya suasana pesta yang penuh kebahagiaan.