
“Kamu harus melaporkan kejadian ini kepada Kapten… jangan sampai nanti ada korban yang lain gara-gara ulah Pedro” ucap Firman dengan nada kesal
Sayaka yang masih shock dengan kejadian tadi, hanya mengangguk tanpa sanggup mengutarakan sebuah kata.
Sampailah mereka berdua di crew mess, Firman membuatkan segelas coklat hangat untuk Sayaka agar pikirannya bisa menjadi tenang, kemudian dia menelpon Mayumi di kamarnya untuk segera datang ke crew mess.
Tak lama kemudian, Mayumi dan teman-teman Sayaka yang lainnya langsung berdatangan ke crew mess, mereka semua adalah teman-teman satu negara Sayaka, dan juga Fernando sang Manager juga datang ke crew mess.
Firman menjelaskan kepada semua orang-orang itu tentang apa yang terjadi, dan Firman meminta bantuan teman-teman Sayaka untuk ikut melaporkan kejadian ini kepada Kapten.
Fernando yang emosi setelah mendengar penjelasan dari Firman, langsung bergegas menuju ke store room untuk
memberikan pelajaran tambahan bagi Pedro. Fernando sendiri memang bertubuh tinggi besar dan juga kekar, dia tidak terima mendengar anak buah kesayangannya dilecehkan seperti itu.
Ken yang kemudian tiba, langsung mendatangi Sayaka dan memeluknya erat, serta langsung membawanya menuju kabin kamar Sayaka ditemani oleh Mayumi dan yang lainnya.
Gandhi yang saat itu juga berada disitu langsung ber inisiatif mengambil ponselnya untuk mengambil foto kemesraan mereka berdua dan mengirimkannya kepada Hendri.
“Bagaimanapun juga, Hendri harus mengetahui akan hal ini.” Ucap Gandhi di dalam hati.
Sang Kapten yang mendapat laporan dari Fernando dan juga teman-teman Sayaka tentang kelakuan Pedro, langsung memanggil keamanan kapal untuk mencari Pedro dan membawanya ke hadapan Kapten.
Tanpa pikir panjang, sang Kapten langsung memberikan peringatan terakhir yaitu pemecatan secara tidak hormat kepada Pedro, dan ini juga menjadi pelajaran untuk semua crew yang ada di kapal, bahwa tidak akan ada toleransi untuk pelaku pelecehan seksual kecuali pemecatan dan membawanya kepada pihak yang berwajib saat tiba di pelabuhan.
******
Disisi yang lain, Dinda kekasih Ken kini benar-benar meradang sakit hati, dia tidak terima atas pengkhianatan yang dilakukan oleh Ken. Dinda berencana untuk melakukan pembalasan kepada Ken.
__ADS_1
Namun Dinda bingung bagaimana harus membalaskan sakit hatinya kepada Ken, karena Dinda sendiri juga masih punya harapan besar kepada Ken akan perasaannya.
Di dalam kebimbangannya itu, Dinda memutuskan untuk menghubungi Hendri dan meminta saran bagaimana cara terbaik untuk membalas Ken.
“Hai kak Hendri… Dinda bingung nih kak” ucap Dinda.
“Bingung kenapa Din?... coba ceritakan ke aku.” Jawab Hendri ramah.
Dinda menceritakan semua perasaan sakit hatinya kepada Ken, dan juga Dinda meminta saran kepada Hendri untuk mendapatkan cara terbaik membalas sakit hatinya kepada Ken.
Saat itu, Hendri juga menceritakan kepada Dinda, bahwa dia mendapatkan kiriman foto dari Gandhi teman sekamar Ken yang menunjukkan kemesraan antara Ken dan Sayaka. Dinda yang mengetahui hal tersebut menjadi semakin hancur hatinya.
“Aku nggak pernah nyangka kak… ternyata Ken bisa setega itu kepada orang yang benar-benar tulus menyayangi dan mencintainya.” Ucap Dinda bersedih menangis.
Hendri yang menjadi semakin tidak terima dengan kelakuan Ken, kemudian memberikan saran kepada Dinda, untuk ikut bekerja di kapal pesiar juga, sehingga dia bisa menunjukkan kepada Ken kalau Dinda memiliki nilai yang lebih di mata orang lain, melebihi penilaian Ken.
“Tenang saja… pasti kakak bantu, kakak kenal dengan president perusahaan agency kapal di Jakarta.” Terang Hendri.
Setelah itu Hendri segera menghubungi Gunawan, temannya yang menjadi president perusahaan agency kapal pesiar di Jakarta, dia meminta kepada Gunawan untuk membantunya memasukkan Dinda bekerja sebagai crew di kapal pesiar.
Gunawan yang memang teman baik dari Hendri sejak dulu, akhirnya menyanggupi permintaan dari Hendri, untuk memasukkan Dinda ke dalam agencynya tersebut. Apalagi setelah Hendri menceritakan semua tentang apa yang di alami oleh Dinda.
Singkatnya Hendri langsung mengabari Dinda tentang berita gembira itu, Hendri meminta Dinda untuk mulai mempersiapkan semua dokumen-dokumen yang diperlukan, Dinda yang senang mendengar kabar berita itu langsung saja meminta Marina untuk menemaninya berangkat mengurus semuanya.
“Rin… bantuin aku ya, aku mau mencoba melamar pekerjaan di kapal pesiar.” Ucap Dinda.
“Hah!... kamu seriusan Din… kog bisa?” Tanya Marina heran.
__ADS_1
“Iya… aku di bantu sama Hendri untuk bisa masuk kesana… besok aku mau berangkat ke Jakarta untuk interview.” Ucap Dinda penuh semangat.
“Iya Din tenang aja… aku pasti dukung kamu kog, lalu apa yang kamu butuhin dari aku Din?” ucap Marina senang.
“Anterin aku ke Jakarta ya besok, aku udah pesan tiket bis nih buat berangkat besok siang.” Terang Dinda.
Marina yang terkejut dengan permintaan Dinda, langsung saja mempersiapkan segala sesuatu yang dia butuhkan untuk berangkat menemani Dinda ke Jakarta.
Hari berganti, kini Dinda dan Marina sudah berada di dalam perjalanan mereka menuju ke Jakarta, Dinda meminta kepada Marina untuk tidak memberitahukan hal ini kepada Ken atau siapapun juga, karena misinya kali ini adalah untuk melakukan perhitungan kepada Ken.
Marina menyanggupi permintaan dari Dinda, walaupun didalam hatinya dia merasa bingung harus berbuat apa, karena jika Dinda sampai satu kapal dengan Ken, maka pasti rahasianya tentang Dinda palsu pasti lambat laun akan terbongkar.
Kini Marina bingung antara harus mengabari Ken tentang rencana Dinda, atau dia harus diam dan menepati janjinya kepada Dinda untuk tidak memberitahukan hal ini kepada Ken. “Apa yang harus aku lakukan sekarang?” ucap Marina di dalam hati.
Dengan uang saku seadanya, Dinda kini telah sampai di Jakarta dan langsung menuju ke kantor agency milik Gunawan, Gunawan yang ternyata sudah menunggu kedatangannya begitu terkejut setelah bertemu langsung dengan Dinda.
“Betapa bodohnya teman Hendri yang mengkhianati wanita se cantik Dinda.” Ucap Gunawan didalam hatinya.
Gunawan sangat terpukau dan terpana melihat kecantikan dan juga ke anggunan dari Dinda, bak bidadari yang turun semalam dari surga, kiranya itulah ungkapan yang tepat keluar dari mulut Gunawan.
Dinda memberikan semua dokumen-dokumen dan syarat yang di beritahukan oleh Hendri sebelumnya kepada Gunawan, dalam kesempatan itu Gunawan mencoba untuk sedikit mencuri perhatian dari Dinda, dalam hati Gunawan dia ingin sekali menjadikan Dinda kekasihnya.
Gunawan menawarkan posisi yang lain di kantor agencynya, dia mengatakan bahwa masa depan bekerja di kapal pesiar dengan masa depan bekerja di kantor agency sangatlah berbeda jauh, jika dia bekerja di kapal pesiar maka dia akan terikat dengan kontrak yang belum tentu arahnya, sedangkan jika dia bekerja di kantor agency, masa depannya sudah barang pasti terjamin.
Namun Dinda tetap kukuh dengan keinginan awalnya bekerja di kapal pesiar, karena tujuannya adalah untuk menunjukkan kepada Ken bahwa dia juga bisa dan mampu menjadi lebih baik daripadanya.
“Baiklah Dinda, jika memang keinginanmu sudah bulat… aku akan membantumu sepenuh hati dan memastikanmu untuk segera berangkat ke kapal dalam waktu dekat ini.” Ucap Gunawan.
__ADS_1
Dinda tersenyum manis mendengar ucapan Gunawan. “Sebentar lagi kita akan bertemu Ken.” Ucap Dinda di dalam hatinya.