Sakura Yang Menangis

Sakura Yang Menangis
Bab 8 Kejutan Dari Hendri


__ADS_3

Hendri kini merasa tak tenang,  setelah apa yang dia katakan kepada Dinda tentang kelakuan Ken di kapal,  bukan tanpa alasan Hendri merasa tak tenang,  karena Hendri sudah menganggap  Dinda seperti adik kandungnya sendiri.


“Kurang ajar Ken,  kenapa dia bisa setega itu kepada Dinda,  kurang apa Dinda di mata dia.” Ujar Hendri kepada dirinya sendiri.


“Aku harus tahu,  siapa kekasih Jepang Ken di kapal,  sehingga sampai hati dia mengkhianati Dinda.” Lanjutnya sambil mencoba menghubungi Gandhi.


“Halo Hen,  ada perlu apa engkau menghubungiku?“ Tanya Gandhi kepada Hendri.


“Gandhi,  maukah engkau menolongku,  sejujurnya aku tidak mau menceritakan hal ini kepadamu,  tapi aku harus melakukannya kali ini,  karena hanya kamu harapanku satu-satunya.” Ujar Hendri kepada Gandhi.


“Apa yang bisa aku lakukan untukmu Hen,  memangnya apa masalahnya, sehingga kamu memintaku untuk membantumu.” Tanya Gandhi penuh penasaran.


“Berjanjilah kepadaku,  agar kamu benar-benar bisa menyimpan rahasia akan cerita ini Gandhi,  karena ini menyangkut hubungan seseorang,  dan kamupun juga tahu siapa orang yang kumaksud.” Ucap Hendri meyakinkan Gandhi.


“Percayalah padaku Hen,  kamu tentu sudah mengenalku,  baiklah katakanlah Hen?“ kata Gandhi kepada Hendri


Hendri pun mulai menceritakan hubungan Ken yang sebenarnya dengan Dinda,  dan bagaimana pengkhianatan Ken kepada Dinda demi Sayaka,  Gandhi yang mendengar cerita dari Hendri pun mulai terbawa suasana,  Gandhi pun mulai ikut menyalahkan  Ken yang begitu tega mengkhianati Dinda yang begitu besar cintanya kepada Ken.


“Baiklah sobat,  aku akan membantumu demi perasaan Dinda. Aku juga ikut merasa tidak terima setelah tahu cerita yang sebenarnya darimu,  aku kira Ken adalah laki-laki yang baik.  Bagaimanapun juga,  Sayaka adalah wanita


baik-baik di sini,  aku juga tidak ingin jika pada akhirnya,  Sayaka harus ikut menanggung nama buruk akibat hal yang dia tidak pernah tahu.”Terang Gandhi dengan nada emosi.


“Apakah engkau tahu Gandhi,  siapakah yang harus aku hubungi,  agar aku bisa berbicara langsung dengan Sayaka?“ tanya Hendri.

__ADS_1


“Aku belum tahu siapa yang bisa aku rekomendasikan kepadamu,  tapi pasti akan aku cari tahu,  tunggulah kabar dariku.” Ucap Gandhi kepada Hendri.


Gandhi menemui Naomi,  dan menanyakan kepada Naomi tentang teman-teman senegara Naomi yang dekat dengan Sayaka.


Naomi pun merasa penasaran dengan pertanyaan Gandhi,  Naomi berprasangka bahwa Gandhi memiliki perasaan kepada Sayaka,  sehingga dia menanyakan siapa saja crew asal Jepang yang dekat dengan Sayaka.


“Apakah engkau memiliki perasaan kepada Sayaka?  jika memang begitu,  kusarankan sebaiknya jangan kau teruskan perasaanmu kepadanya,  karena hati Sayaka saat ini hanya untuk Ken.” Ucap Naomi memperingatkan Gandhi.


“Tentu saja tidak!  aku sudah memiliki anak dan istri di India,  mana mungkin aku mengkhianati mereka.” Ucap Gandhi menyangkal tuduhan Naomi.


“Lalu apa maksud kamu menanyakan hal tersebut kepadaku?“ Tanya Naomi penasaran. Gandhi terdiam sejenak sambil berfikir,  tak lama kemudian Gandhi mulai menjelaskan kepada Naomi tentang Hendri,  yang merupakan teman Gandhi dan juga teman Ken yang berada di kapal yang lain.


Gandhi mengatakan kepada Naomi,  semua yang disampaikan Hendri kepadanya lewat telepon,  bahkan Gandhi mempersilahkan Naomi jika ingin menghubungi Hendri. Sejenak Naomi berfikir keras dengan apa yang di sampaikan oleh Gandhi,  lalu Naomi meminta Gandhi untuk menemuinya nanti malam sepulang kerja di ruang crew,  Naomi berjanji akan mengajak seseorang yang lebih dekat dengan Sayaka di banding dirinya,  akhirnya Gandhi dan Naomi bersepakat untuk bertemu.


Di tempat yang lain,  Sayaka dan Chiharu sedang menikmati pemandangan kota Busan,  kebetulan hari ini kapal pesiar bersandar di Busan Korea Selatan.


“Apa maksud dari pertanyaanmu Sayaka... apakah kamu tidak benar-benar sedang jatuh hati kepada Ken?“ tanya Chiharu penasaran.


Sayaka menceritakan semuanya kepada Chiharu,  tentang Tetsuya dan juga janjinya kepada mendiang Tetsuya untuk menjaga hatinya. Dan dia juga menceritakan bagaimana awal pertemuannya dengan Ken ketika di Shanghai,  hingga pada akhirnya mereka bisa sedekat ini sampai saat ini,  namun Sayaka mengatakan kepada Chiharu,  bahwa sampai saat ini dia merasa di dalam hatinya ada sesuatu hal yang mengganjal,  tapi dia sendiri juga bingung tentang hal apa yang membuatnya mengganjal.


Chiharu mencoba menyelami perasaan Sayaka,  dia mengatakan kepada Sayaka semua memang perlu proses waktu,  karena banyak hal dan kebenaran yang tidak bisa di ungkap dengan apapun kecuali hanya dengan waktu. Bagi Chiharu,  saat ini yang terpenting adalah bagaimana perasaan Sayaka,  bagaimana hati dan fikirannya


bisa nyaman,  dan bisa melupakan segala kesedihan.

__ADS_1


“Tanyakan kepada hatimu,  apakah kehadiran Ken di sisimu bisa membuatmu menjadi lebih baik,  atau malah sebaliknya?  karena itu adalah hal terpenting bagimu saat ini.” Terang Chiharu.


“Jika kehadirannya membuatmu menjadi lebih baik,  bahkan jauh lebih baik,  maka pertahankanlah. Namun jika yang engkau rasakan adalah sebaliknya,  maka lepaskanlah dan jangan pernah mencoba mendekatinya lagi.” Ujar Chiharu meyakinkan Sayaka.


Sayaka tersenyum lega mendengar jawaban dari Chiharu,  sebuah pernyataan yang membuatnya benar-benar merasa lega,  merekapun lebur dalam suasana bahagia menikmati perjalanan singkat mereka di Busan.


Kini baik Sayaka maupun Chiharu sudah kembali berada di dalam kapal,  dan mulai sibuk bekerja dengan tugasnya masing-masing.


Naomi mendatangi stand Bar Chiharu,  dengan maksud untuk mengajaknya bertemu dengan Gandhi nanti malam seusai kerja,  Chiharu awalnya menolak, karena dia berencana untuk beristirahat seusai bekerja,  namun saat Naomi mengatakan bahwa ini ada kaitannya dengan Ken dan Sayaka,  Chiharu langsung merubah pikirannya dan berjanji akan menemui mereka di ruang crew.


Seusai kerja,  Chiharu bergegas menuju ke ruang crew untuk memenuhi janjinya kepada Naomi,  setibanya di ruang crew,  Gandhi dan Naomi sudah menantinya. Gandhi pun langsung memulai obrolan panjang tentang Hendri sahabat Ken,  dimana Hendrilah yang memberitahukan tentang keadaan yang sebenarnya hubungan


antara Ken dan Dinda. Tentu saja Chiharu tidak langsung percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Gandhi,  karena sandiwara Ken sebelumnya benar-benar membuat Chiharu percaya dan yakin dengan keadaan hubungan Ken dan Dinda.


Gandhi memberikan kontak Hendri kepada Chiharu,  dan mempersilahkan Chiharu untuk berbicara sendiri kepada Hendri. Tak lama kemudian Gandhi menghubungi Hendri yang memiliki selisih waktu 8 jam dengannya,  karena Hendri sendiri saat ini sedang berlayar di Eropa,  sedangkan Gandhi berada di Asia.


Gandhi memulai percakapannya dengan Hendri,  dan menjelaskan bahwa Chiharu ingin tahu lebih banyak, mengenai apa yang terjadi sebenarnya antara Ken dan Dinda. Dengan senang hati Hendri menjelaskan semua kepada Chiharu,  bahkan Hendri tak sungkan untuk melakukan panggilan video antara Hendri,  Dinda dan


Chiharu.


“Halo kak Hendri,  ada apa malam-malam begini video call sama Dinda.” Tanya Dinda kepada Hendri dengan suara mengantuk.


“Begini Din,  ada teman Ken yang ingin tahu hubungan kalian berdua yang sebenarnya itu seperti apa.” Jawab Hendri sambil mempersilahkan Chiharu untuk memperkenalkan diri.

__ADS_1


Dinda yang terkejut,  langsung saja tersadar dan hilang semua rasa ngantuknya,  dengan senang hati Dinda menyambut Chiharu dan menjelaskan semua yang menjadi pertanyaan Chiharu. Seakan bagai tersambar petir di siang bolong,  Chiharu begitu kecewa kepada Ken setelah dia mendengar langsung bagaimana status hubungan antara Dinda dengan Ken dari suara mulut Dinda sendiri.


“Lalu siapakah wanita yang mengaku sebagai engkau pada saat itu?“ tanya Chiharu kepada Hendri dan Dinda,  walaupun Chiharu sebenarnya sudah bisa membedakan mana suara asli antara Dinda yang asli dan Dinda yang palsu.


__ADS_2