
Dinda benar-benar bingung memikirkan cara bagaimana agar permintaan Ken bisa dia penuhi, karena bagaimanapun juga Dinda menganggap Mayumi dan yang lainnya sudah seperti keluarga mereka sendiri walaupun rasa kesal menyelimuti hatinya.
"Apakah aku harus benar-benar menyingkirkan mereka?" Guman Dinda di dalam hatinya.
"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang." Ujarnya lagi sambil membenamkan wajahnya ke tumpukan buku di meja kerjanya.
Tiba-tiba Dinda secara tidak sengaja melihat sebuah jam dinding bergambar orang yang di kejar oleh waktu, hal itu membuatnya memiliki sebuah ide untuk menyelesaikan masalahnya.
"Baiklah... aku akan membuat pekerjaan mereka menjadi lebih berat dari sebelumnya agar aku mempunyai alasan untuk mengeluarkan mereka." Gumannya di dalam hati.
Dinda lalu mengumpulkan semua staff HR di dalam ruangannya dan mulai melancarkan aksinya. "Baiklah semuanya... mulai hari ini kita akan bekerja ekstra lebih untuk mendapatkan hasil yang maksimal." Ujar Dinda.
Dinda mengatakan kepada para Staffnya bahwa saat ini perusahaan mengalami masa-masa sulit keuangan, sehingga dirinya bersama dengan timnya harus melakukan peningkatan mutu pegawai untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.
"Maaf Mrs Dinda... apakah ini tidak terlalu berlebihan?" Tanya salah seorang staff.
"Tentu saja tidak... dua puluh jam waktu kerja akan kita lakukan mulai hari ini, bagi siapa saja yang tidak menyukainya silahkan mengangkat tangan." Ujar Dinda mengintimidasi para staffnya.
Mayumi dan Sayaka hanya bisa terdiam mendengar keputusan dari Dinda walaupun mereka merasa ini sangatlah terdengar aneh dan tidak wajar.
"Aku rasa aku harus segera mengajukan surat resignku agar tidak menjadi gila." Bisik Mayumi kepada Sayaka.
"Jika engkau ingin resign... jangan lupa untuk memberitahuku." Ujar Sayaka pelan.
Dinda kemudian memulai melaksanakan rencananya dengan mulai membagi staffnya kedalam beberapa tim, masing-masing tim akan memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan setiap tugas yang dia berikan.
Tidak hanya jam kerja yang ditambahkan oleh Dinda, namun juga target waktu dari setiap pekerjaan yang harus mereka selesaikan dalam waktu yang sangat tidak masuk akal. Mayumi yang merasa kesal dengan sikap Dinda akhirnya mengajukan keberatannya kepada Dinda.
Namun hal inilah yang sebenarnya di tunggu-tunggu oleh Dinda agar bisa menjebak Mayumi secara halus. "Maaf Mrs Dinda... aku benar-benar merasa peraturanmu ini sangat tidak masuk akal." Ujar Mayumi dengan kesal.
__ADS_1
"Apa maksudmu dengan ucapanmu itu... apakah engkau sudah tidak menyukai pekerjaanmu lagi?" Ujar Dinda yang berbalik mengancam Mayumi.
"Siapapun yang tidak setuju dengan apa yang aku rencanakan... akan segera aku buatkan surat pengunduran diri." Tegas Dinda.
Sayaka yang merasa bahwa semua itu adalah sesuatu yang memang sudah di rencanakan oleh Dinda, akhirnya mengingatkan Mayumi dengan memegang lengannya. "Mayumi berhentilah... ini semua sudah diatur." Bisik Sayaka perlahan.
"Tapi ini benar-benar membuatku kesal." Ujar Mayumi.
"Bagaimana Nona Mayumi... apakah engkau tidak lagi membutuhkan pekerjaanmu ini?" Tanya Dinda.
"Baiklah!... saat ini engkau yang menang Mrs Dinda." Ujar Mayumi sambil berlalu pergi begitu saja meninggalkan Dinda dan yang lainnya.
******
Di tempat yang lain Chiharu bersama Naomi sedang mengikuti kelas peningkatan mutu untuk Food and Beverages, mereka mendapatkan rekomendasi dari FnB Manager untuk naik ke posisi yang lebih tinggi.
Ken yang tidak suka melilhat Naomi mendapatkan kesempatan itu akhirnya mencoba untuk mempengaruhi FnB Manager agar mem[ertimbangkan kembali keputusannya tersebut.
"Apa maksud dari perkataanmu itu?" Ujar FnB Manager.
"Naomi kurang memiliki pengalaman dalam leadership... kenapa dia terpilih untuk mendapatkan rekomendasi promosi yang seharusnya aku dapatkan?" Ujar Ken dengan kesal.
Tentu saja FnB Manager yang mendengar ucapan Ken tersebut merasa tersinggung, seolah-olah Ken yang hanya bawahannya merasa memiliki hak untuk mengatur kebijakannya.
"Aku perlu mengingatkanmu Tuan Ken... disini aku adalah Managermu dan itu bukanlah tugasmu untuk ikut mengatur setiap keputusanku." Ujar FnB Manager kesal.
"Kalau begitu aku akan membuatmu menyesal telah mengesampingkan akui." Ujar Ken sambil pergi meninggalkan kantor ruangan FnB Manager.
Ken yang begitu kesal kemudian menemui Dinda yang berada di dalam ruang kerjanya, Ken mengatakan masalahnya kepada Dinda tentang FnB Manager yang tidak memberikannya kesempatan untuk mendapatkan promosi jabatan.
__ADS_1
"Tenang sayang... semua bisa di atur." Ucap Dinda berusaha menenangkan Ken kekasihnya itu.
"Aku hanya tidak ingin berada di posisi yang sama seperti ini... setidaknya ini untuk masa depan kita berdua kelak." Ujar Ken berusaha merayu Dinda.
Tentu saja Dinda bisa dengan mudah mengatur posisi Ken dan staff Hotel yang lain, karena posisi Dinda sendiri yang seorang Assisten Manager HrD membuatnya memiliki kekuasaan tersendiri.
Dinda segera membuka file milik Naomi dan mulai mempelajari semua pengalaman yang dimiliki oleh Naomi, disini Dinda dengan liciknya merubah semua pengalaman kerja Naomi yang sebelumnya asli menjadi seolah terlihat palsu.
Dinda kemudian menghubungi FnB Manager dan mengajaknya untuk bertemu di ruang kerjanya, dalam hal ini Dinda menghendaki agar FnB Manager mencabut rekomendasi yang telah diberikannya kepada Naomi dengan alasan bahwa pengalaman Naomi sebelumnya terbukti palsu.
"Lihatlah dokumen yang telah aku temukan dari Naomi... ternyata semua pengalamannya adalah pengalaman palsu." Ujar Dinda sambil menyerahkan berkas-berkas Dokumen milik Naomi yang telah di modifikasi.
FnB Manager begitu terkejut membaca data-data milik Naomi yang ternyata palsu, disini kemudian Dinda dengan sengaja menyarankan Ken agar mendapat kesempatan untuk di promosikan, karena Dinda mengatakan kepada FnB Manager bahwa Ken memiliki track record yang lebih menonjol di dalam data filenya.
"Baiklah Mrs. Dinda... aku akan memanggil Naomi terlebih dahulu untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah dia lakukan dengan pengalaman-pengalaman palsunya." Ujar FnB Manager.
"Baru setelah itu aku akan mempertimbangkan untuk menggantinya dengan Ken." Imbuhnya.
Senyum puas mengembang di bibir Dinda, kini rencananya untuk menyingkirkan sahabat Sayaka mulai membuahkan hasil dan tak lama lagi satu per satu sahabat-sahabat Dinda akan segera menghilang.
Naomi dan Chiharu kini berada di Open Deck sambil sejenak beristirahat melepas lelah setelah mengikuti kelas peningkatan mutu yang cukup melelahkan.
"Aku rasa ini adalah kesempatan emas kita untuk masa depan kita." Ujar Naomi.
"Benar Chiharu... karena bagaimanapun juga kita tidak akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk kedua kalinya." Jawab Naomi sambil bernafas dengan lega.
Namun keceriaan di wajah mereka tiba-tiba saja sirna setelah FnB Manager datang dan langsung menegur Naomi dengan tuduhan-tuduhan bahwa semua pengalaman kerja milik Naomi adalah palsu.
Hal itu tentu saja mengejutkan Naomi dan Chiharu. "Apa maksudmu dengan mengatakan bahwa pengalaman kerjaku adalah palsu?" Ujar Naomi dengan penuh amarah.
__ADS_1
"Engkau tidak usah mengelak... mulai saat ini engkau tidak lagi mendapat kesempatan untuk mengikuti upgrading kelas lagi." Ujar FnB Manager sambil berlalu pergi meninggalkan mereka.
Chiharu yang tidak terima dengan tuduhan yang tidak masuk akal dari FnB Manager kemudian berlari mengejar FnB Manager untuk mendapatkan kejelasan tentang tuduhan yang menimpa sahabatnya itu.