
"Baiklah... aku akan mencobanya." Ucap Mayumi sambil melingkarkan jari tangannya membentuk simbol OK.
Akhirnya Dinda kini bisa menerima alasan Sayaka dan yang lainnya, walaupun sebenarnya Dinda sendiri masih ada rasa kecewa dengan Sayaka.
Mayumi menemani Dinda untuk melanjutkan Crew Tour dan mengantarnya ke kabin kamarnya, Mayumi mengingatkan Dinda bahwa nanti malam akan ada Pesta Peringatan Kemerdekaan Indonesia yang akan di adakan di Open Deck, Mayumi kemudian mengajak Dinda untuk ikut di acara itu, namun Dinda yang baru saja sampai di kapal tidak bisa berjanji untuk bisa datang ke acara itu, karena dia merasa cukup kelelahan dan memilih untuk beristirahat.
"Maaf Mayumi... aku rasa aku tidak bisa datang di acara itu, walaupun sebenarnya aku ingin sekali datang." Ujar Dinda.
"Tapi itu adalah acara penting bagi orang-orang di negaramu kan?" ucap Mayumi heran.
"Iya aku tahu, tapi aku sungguh sangat lelah sekali Mayu... nanti akan aku pikirkan lagi." Ujar Dinda ramah.
Akhirnya Mayumi berpamitan kepada Dinda setelah selesai melaksanakan tugasnya mengantar Dinda ke kabin kamarnya. Dinda segera melepas lelah dengan merebahkan dirinya di kasur yang cukup nyaman dan empuk, karena Dinda sendiri mendapatkan pangat yang tergolong tinggi di kapal sehingga fasilitas yang dia dapatkan sendiri lebih daripada crew-crew yang lainnya.
Tiba-tiba saja Hendri menelpon, membuat Dinda menjadi terkejut dan terbangun dari istirahatnya. "Hai Din, bagaimana kabarnya di kapal?" ucap Hendri ramah.
"Eh kak Hendri... aku baik-baik saja kak, bagaimana kabar kakak disana?" ucap Dinda.
"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja disana. kabarku juga baik-baik saja Din... oia bagaimana dengan Sayaka?" tanya Hendri penasaran.
"Aku sudah bertemu dengannya kak... dan aku rasa semua salahnya Ken kak." Ucap Dinda lemas.
"Andai Ken tidak berbohong kepadaku dan kepada Sayaka, semua ini tidak akan terjadi kak." Ujarnya lagi.
"Coba Din kamu tanya kepada Sayaka... sudah sampai sejauh mana hubungan mereka." Ucap Hendri.
"Aku khawatir jika hubungan mereka sudah sangat dalam." Pungkasnya lagi.
"Entahlah kak... aku sudah sangat kecewa dengan Ken, aku takut akan lebih kecewa lagi nantinya." Ujar Dinda dengan nada kecewa.
"Lalu sekarang bagaimana rencana kamu Din?" ucap Hendri penasaran.
"Aku akan membuat Ken bertekuk lutut di hadapanku... dan aku akan menyiakannya seperti dia menyiakanku sebelumnya." Ujar Dinda dengan sinis.
__ADS_1
Hendri sangat terkejut mendengar ucapan Dinda tersebut, dia merasakan betapa rasa kecewa dan sakit hati yang membara di dalam hati Dinda kini sangatlah besar. "Apapun yang ingin kamu lakukan... lakukanlah Din, hanya saja kamu harus berhati-hati dengan hatimu sendiri." Ucap Hendri mengingatkan.
"Iya kak... makasih banyak atas bantuan kak Hendri, doakan Dinda ya kak." Ujar Dinda.
"Iya Din... pasti kakak doakan yang terbaik buat kamu Din." Ucap Hendri seraya menutup teleponnya.
Dinda yang kembali berbaring di kasurnya, kemudian berfikir untuk membuat kejutan kepada Ken lewat acara pesta nanti malam. "Mungkin acara pesta nanti malam adalah saat yang tepat untukku bisa membalas dendam kepada Ken." Ujarnya di dalam hati.
Bergegas Dinda memanggil Mayumi melalui Pager khusus Manager yang dia pegang, tak berapa lama kemudian Mayumi datang ke kabin kamar Dinda dan siap menerima tugas dari Dinda yang merupakan atasan Mayumi sekarang.
"Mayumi... aku rasa aku ingin membuat kejutan untuk Ken... aku ingin memberinya pelajaran malam ini." Ujar Dinda serius.
"Benarkah apa yang aku dengar ini?" Ucap Mayumi heran.
Dinda tersenyum ramah dan tiba-tiba mencubit pipi Mayumi yang begitu menggemaskan. "Benar Mayu... kamu kog nggemesin banget sih." Ucap Dinda gemas.
"Apakah ada yang salah dengan aku?" tanya Mayumi heran.
******
"Pesanan meja tiga sudah siap!" Teriak seorang Cheff di dalam dapur.
Ken dengan segera mengambil pesanan itu dan bergegas mengantarnya ke meja tamu yang dimaksud. "Silahkan Tuan dan Nyonya, pesanan anda sudah siap untuk dinikmati." Ucap Ken ramah.
Tamu Kapal itu menyambut dengan ramah pelayanan dari Ken, seorang gadis yang merupakan anak dari tamu kapal tampak begitu mengamati Ken yang memang rupawan, kemudian si gadis membisikkan sesuatu kepada ayahnya yang duduk disampingnya, sang ayah kemudian turut memperhatikan Ken dengan seksama.
Tak lama kemudian sang ayah menanyakan nomer telepon atau jejaring sosial milik Ken, Ken yang terkejut kemudian menanyakan keperluan apa yang mereka inginkan darinya. "Anak gadisku sepertinya jatuh hati padamu... bolehkah aku meminta sesuatu darimu agar anakku bisa menghubungimu." Ucap sang Ayah ramah.
Mengetahui sebuah kesempatan, kemudian dengan senang hati Ken memberikan kepada sang Ayah tersebut sebuah nomer telepon untuk bisa menghubunginya, si gadis kemudian memperkenalkan dirinya kepada Ken, "Perkenalkan namaku adalah Svitlana" ucap sang gadis ramah.
"Kenalkan juga, namaku adalah Ken dan senang berkenalan denganmu... kuharap kamu bisa betah berlayar dengan kami." Ucap Ken ramah sambari berpamitan untuk kembali bekerja.
Warsana yang sedari tadi mengamati Ken dari kejauhan, mulai timbul api cemburu lagi di hatinya dan ingin melakukan sesuatu yang bisa mencelakai Ken. "Tidak bisa dibiarkan anak itu... kelakuannya makin lama makin menyebalkan saja." Ujarnya didalam hati.
__ADS_1
Wajah Ken tampak begitu berseri-seri setelah perkenalan itu, "Memang rezeki tidak akan jauh-jauh dariku." Gumamnya didalam hati.
"Ken!... kenapa kamu tampak senang sekali." Ujar Tio teman kerja Ken.
"Habis dapat kenalan cewek cantik nih bro." Ucap Ken dengan wajah yang berseri.
"Wih kasian Sayaka tuh mau dikemanain?" Ucap Tio bercanda.
"Bosen sama yang Asia bro!... sekali-kali sama Eropa boleh kan." Ucapnya begitu keras.
"Jangan lupa nanti di ajak ke acara Pesta sekalian." Ucap Tio.
Tiba-tiba saja Ken memiliki sebuah ide gila untuk mengajak Svitlana ke acara nanti malam, tapi sebelum itu dia harus memastikan Sayaka dan yang lainnya dulu. "Akan sangat terlihat keren aku, kalau aku bisa ngajak tamu kapal ikut acara nanti malam." Ujarnya di dalam hati.
Segera Ken menghubungi Sayaka untuk memastikan kehadirannya nanti malam, karena kali ini Ken akan membuat sebuah drama baru agar Sayaka tidak datang ke acara Pesta nanti malam.
"Sayang... apakah engkau akan datang ke acara nanti malam?" ucap Ken manis.
"Aku tidak tahu juga akan datang atau tidak... karena aku ada lembur hari ini." Ujar Sayaka.
"Sekedar saran dariku... nanti malam sebaiknya kita tidak usah datang ke acara itu, karena Firman sudah mempersiapkan rencana busuk untuk kita berdua." Ucap Ken meyakinkan.
"Firman!... mana mungkin dia seperti itu." Ucap Sayaka heran tak percaya.
"Benar apa yang aku katakan... aku tadi tidak sengaja mendengarkan dia berbicara dengan teman-teman se negaraku untuk mempersiapkan sebuah rencana jahat untuk kita." Ujar Ken memfitnah Firman.
Sejenak Sayaka menjadi terdiam dan berfikir, "Mana mungkin seseorang seperti Firman yang telah menyelamatkanku akan berbuat jahat seperti itu." gumamnya didalam hati.
"Baiklah... aku tidak akan datang ke acara nanti malam, soalnya aku juga memang ada lembur pekerjaan." Ucap Sayaka.
"Nah! gitu donk... janji ya sayang kamu nggak akan datang!." Ucap Ken mencoba memastikan.
Kini Sayaka menjadi heran dengan sikap Ken yang begitu memaksanya untuk tidak datang, dia merasa ada sesuatu yang ditutupi darinya.
__ADS_1
"Ya aku janji... kalau begitu aku mau lanjut kerja dulu ya." Ujar Sayaka sembari menutup teleponnya.
Sayaka yang menemukan kejanggalan dari Ken, langsung menghubungi Mayumi dan Chiharu untuk menceritakan hal tersebut, karena memang saat ini Sayaka merasa kebingungan dengan hubungannya yang semakin rumit dengan Ken, bagaimanapun juga dia sangat kesal dan kecewa dengan Ken. Namun dia tidak dapat memungkiri perasaan cintanya kepada Ken terlanjur dalam.