Sakura Yang Menangis

Sakura Yang Menangis
Bab 31 Pengorbanan Sayaka


__ADS_3

"Setelah apa yang Ken lakukan kepadamu... dan kini kamu begitu mudahnya kembali luluh padanya?." Gumam Mayumi penuh kecewa di dalam hati.


Mayumi kemudian pergi meninggalkan Sayaka dan Ken untuk mencari Safety Officer,  Mayumi sungguh tidak habis fikir dengan sikap Sayaka yang begitu labil,  segala sesuatu yang dia usahakan bersama Chiharu dan yang lainnya terasa benar-benar tidak berarti.


Dengan susah payah,  akhirnya Mayumi bertemu dengan Safety Officer yang ternyata sudah bersama dengan Firman,  Mayumi kemudian terkejut saat melihat Firman memegang selembar surat peringatan terakhir dari Safety Officer.


"Bolehkah aku melihat surat itu Firman?" tanya Mayumi lemas.


Dengan sebuah senyuman manis,  Firman kemudian menyerahkan surat itu kepada Mayumi seraya berpesan bahwa setiap ada pertemuan pasti akan ada perpisahan.


Mayumi tertunduk lesu saat membaca surat itu,  kali ini dia benar-benar bingung harus berbuat apa karena memang aturan di kapal ini sangatlah tegas. Kemudian Mayumi memandang Safety Officer dengan wajah memelas mengharap ada kebijakan untuk Firman.


"Apakah tidak ada kebijakan untuk Firman Pak?" Ucap Mayumi memelas.


"Maaf sekali... di rekaman CCTV terlihat dengan jelas bahwa Firman melakukan penyerangan dan penganiayaan." Ucap Safety Officer.


"Tapi bukankah Firman berkelahi dengan Ken?" tanya Mayumi penasaran.


"Semua terlihat di dalam rekaman CCTV,  Ken tidak sekalipun terlihat melakukan pembalasan yang berarti... jadi ini adalah kesalahan Firman sepenuhnya." Ujar Safety Officer seraya pergi meninggalkan Mayumi dan Firman.


"Maafkan aku Mayu... mungkin ini adalah akhir dari kebersamaan kita." Ucap Firman sedih.


"Bodoh!... kamu benar-benar bodoh." Pekik Mayumi seraya memeluk Firman begitu erat.


Bagaimanapun juga Mayumi harus mengikhlaskan kepergian Firman dari Kapal,  karena Mayumi sendiri juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Bantu aku berkemas yuk... besok pagi aku akan pergi meninggalkan kapal ini." Ucap Firman sambil mencubit pipi Mayumi berusaha untuk menghiburnya.


"Apakah kamu benar-benar akan pergi meninggalkanku?" Ucap Mayumi sedih.


"Tentu saja aku tidak akan meninggalkanmu... apakah dunia ini hanya seluas kapal ini?" Ujar Firman sembari mengusap air mata Mayumi.

__ADS_1


"Janji ya... kita pasti akan bertemu lagi." Ucap Mayumi.


"Aku tidak akan berjanji kalau kita akan bertemu lagi,  tapi aku bersumpah akan bersamamu sampai akhir hayat kita nanti." Ujar Firman meyakinkan Mayumi.


Mayumi setelah mendengar ucapan Firman tersebut, menjadikannya kembali bersemangat dan bahagia seperti sebelumnya,  kini dia merasa bahwa Firman tidak akan meninggalkannya walaupun mereka tidak bersama di kapal lagi.


"Ayo kalau begitu... aku akan membantumu berkemas-kemas." Ucap Mayumi seraya mengusap air matanya.


Setelah Mayumi tiba di kamar Firman,  dia lantas menghubungi seseorang di Open Deck tempat diadakannya Pesta untuk memberitahu Chiharu dan yang lainnya agar segera datang ke kamar Firman.


Tak berselang lama kemudian,  Chiharu dan Naomi tiba di kamar Firman,  Mayumi menjelaskan kepada ke dua temannya tentang Firman yang akan dipulangkan besok karena terlibat perkelahian dengan Ken sebelumnya,  Chiharu dan Naomi terkejut mendengar kabar itu.


Mayumi juga menjelaskan kepada mereka berdua tentang Sayaka yang kembali luluh kepada Ken setelah Sayaka percaya dengan sandiwara Ken yang berpura-pura akan bunuh diri.


"Baiklah kalau begitu... mungkin ini seperti labirin yang menyesatkan." Ucap Chiharu.


"Biarkan kini Dinda yang akan menjadi pemain pengganti... dan kita hanya akan menontonnya saja." Tegas Mayumi kemudian.


******


Tak disangaka Fernando yang dimintai tolong oleh Dinda untuk menemaninya,  kini dalam kondisi mabuk berat dan Dinda harus membantu untuk memapahnya kembali ke kamarnya,  dalam kesempatan itu Fernando yang masih berada dalam kondisi tidak sadarkan diri,  malah berusaha merayu menggoda Dinda yang berada disampingnya.


Tapi Dinda bukanlah seorang wanita murahan yang akan mudah jatuh cinta kepada seorang Pria,  dengan ramah dia berusaha menolak rayuan dan godaan dari Fernando yang menjadi idola banyak wanita di kapal,  bahkan dengan inisiatifnya dia meminta seorang asisten koki untuk mencarikannya air kelapa,  yang akan diberikannya kepada Fernando agar kembali tersadar.


Setelah Dinda mengantarkan Fernando ke kamarnya,  kemudian dia lekas mencari Sayaka dan yang lainnya berkeliling menyusuri gangway,  hingga tanpa sengaja saat Dinda melewati Crew Mess dia mendapati Sayaka sedang duduk berduaan dengan Ken,  tentu hal ini membuatnya menjadi terkejut setengah mati,  namun kali ini dia tidak memilih untuk melabrak mereka saat itu.


Dinda hanya lewat di depan mereka sambil mengambil segelas jus yang kebetulan berada di depan meja tempat Ken dan Sayaka sedang berduaan. Ken dan Sayaka yang kali ini giliran terkejut melihat kehadiran Dinda di situ.


Namun Dinda tidak mengucapkan sepatah katapun,  dia hanya menatap sinis mereka berdua dan berlalu begitu saja,  Sayaka yang menrasa tidak enak hati langsung berdiri dan berusaha mengejar Dinda yang telah berlalu,  namun Dinda yang sudah benar-benar kecewa memilih untuk bersembunyi dari kejaran Sayaka dan membiarkannya berlalu begitu saja.


Sayaka terus mencari keberadaan Dinda,  berharap bisa meminta maaf kepadanya dan menjelaskan semua yang terjadi,  karena Sayaka sadar bahwa ini adalah kesalahannya menerima kembali Ken.

__ADS_1


Saat Sayaka masih berkeliling mencari Dinda,  secara tidak sengaja dia bertemu dengan Mayumi di gangway,  "Mayumi... apakah kamu tahu dimana Dinda?" tanya Sayaka.


Namun dengan wajah sinis,  Mayumi tidak sedikitpun memperdulikan pertanyaan Sayaka dan berlalu begitu saja,  Sayaka yang terkejut dengan sikap Mayumi kemudian berusaha untuk menahannya,  "Mayumi!... ada apa denganmu?" tanya Sayaka heran.


"Apakah kamu masih bertanya ada apa denganku?" ucap Mayumi sinis,  kemudian dia melemparkan surat peringatan terakhir Firman ke wajah Sayaka. "Bacalah!" Teriak Mayumi dengan nada penuh emosi.


Seketika itu Sayaka teringat kalau tadi dia dimintai tolong oleh Mayumi untuk mencari Safety Officer demi mempertahankan Firman,  "Maafkan aku Mayumi... sungguh aku..." belum selesai Sayaka menyelesaikan kata-katanya, "Plak!." Sebuah tamparan keras dari Mayumi mengarah ke pipi Sayaka dan Mayumi berlalu pergi begitu saja meninggalkan Sayaka yang menangis di gangway.


Perasaan bersalah menyelimuti hati Sayaka,  semuanya bercampur aduk menjadi tidak karuan,  dia menyesal kepada dirinya sendiri dan juga kebodohannya,  disaat itulah tiba-tiba dia teringat sosok Tetsuya yang muncul di dalam pikiran dan hatinya.


"Sayang... kamu ada dimana... kemarilah dan bantu aku sayang." Ujarnya didalam hati.


Namun hal itu sia-sia saja,  karena Tetsuya tidak akan pernah datang untuk membantunya,  kini kekuatan terbesarnya adalah penyesalannya sendiri,  Sayaka tidak ingin mengecewakan Mayumi dan dia akan melakukan berbagai cara untuk bisa menyelamatkan Firman.


"Aku harus menemui Safety Officer... apapun caranya Firman tidak boleh di pulangkan." Ucap Sayaka dalam hati.


Segera dia melangkahkan kaki menyusuri lorong gangway untuk mencari keberadaan Jerome sang Safety Officer,  hingga pada akhirnya Sayaka berhasil menemukan Jerome di dalam Crew Bar.


"Halo Mr Jerome... bolehkah aku mengganggumu sebentar?" ucap Sayaka ramah.


"Hmmm... ada keperluan apa Sayaka?" tanya Jerome penasaran.


Sayaka kemudian mengeluarkan selembar surat yang tadi dilemparkan oleh Mayumi dan memberikannya kepada Jerome. "Silahkan Mr... sebaiknya engkau baca sendiri surat ini." Ucap Sayaka.


Jerome kemudian menerima surat itu dan membacanya dengan seksama,  "Oh... ini Surat Pemecatan,  memangnya ada apa?" tanya Jerome penasaran.


"Aku mohon jangan pecat Firman... dan aku akan melakukan apa saja untukmu." Ucap Sayaka sambil memohon.


Jerome yang memang sejak dulu memiliki perasaan kepada Sayaka,  tentunya menganggap ini sebagai sebuah kesempatan emas.


"Hahahahahahahahahaha... berikan aku dua gelas minuman!" Teriak Jerome kepada Bartender.

__ADS_1


Jerome kemudian mendekatkan kursinya kepada Sayaka dan mulai merangkul pundak Sayaka,  "Kamu pasti tahu apa yang aku mau darimu." Bisik Jerome di telinga Sayaka.


Sayaka hanya bisa pasrah mendapat perlakuan pelecehan seperti itu dari Jerome,  baginya saat ini adalah bisa memberikan yang terbaik untuk Mayumi.


__ADS_2