Sakura Yang Menangis

Sakura Yang Menangis
Bab 23 Kejutan Kedua


__ADS_3

"Jika benar apa yang kau katakan seperti itu... apakah engkau benar-benar yakin melepasnya begitu saja?" ucap Sayaka curiga.


Ken yang merasa bahwa pertanyaan dari Sayaka penuh dengan jebakan,  mulai berhati-hati dalam menjawab setiap pertanyaan Sayaka.


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan sayang,  kenapa engkau bertanya seperti itu kepadaku?" ujar Ken kesal.


Sayaka kemudian mengeluarkan selembar foto dari balik saku bajunya dan menunjukkan foto tersebut kepada Ken,  Ken yang kemudian menerima foto dari Sayaka menjadi begitu terkejut.


Foto itu adalah foto Dinda yang sedang mengenakan seragam pelaut sama seperti seragam milik Sayaka,  "Hah!  bukankah ini Dinda?" ucap Ken terkejut.


"Iya benar apa yang kamu katakan,  dan Dinda akan segera berada di kapal ini." ujar Sayaka


"Apakah kamu bercanda Sayaka... dan darimana kamu mendapatkan semua informasi ini?" ucap Ken bingung.


Sayaka kemudian menunjukkan sebuah map merah yang berisi data-data Dinda,  "Aku mengambil semua informasi itu dari crew manifest file." ujar Sayaka.


"Dia benar-benar cantik Ken,  dan sungguh bodoh laki-laki yang menyiakannya." Ucap Sayaka.


Ken yang melihat api cemburu di mata Sayaka,  segera dengan rayuan gombalnya berusaha meluluhkan hati Sayaka,  "Bagaimanapun juga lebih bodoh laki-laki yang sampai berani menyiakanmu Sayaka." Ucap Ken penuh dengan nada kepalsuan.


Sayaka yang mendengar rayuan gombal dari Ken,  akhirnya bisa luluh kembali hatinya dan semakin percaya bahwa Ken adalah pilihan yang tepat baginya.


Ken yang melihat usahanya berhasil,  tampak bahagia dan tersenyum puas,  tak lupa sebuah kecupan hangat melayang di dahi Sayaka semakin membuatnya yakin dan luluh kepada Ken.


Ken kemudian berpamitan kepada Sayaka untuk kembali bekerja,  dia mengatakan kepada Sayaka bahwa nanti malam jika teman sekamarnya berjaga malam,  dia akan menghubungi Sayaka untuk mengajaknya bermesraan didalam kamar,  kemudian Ken bergegas pergi meninggalkan Sayaka.


Didalam hati,  Ken masih terkejut dan tidak percaya dengan kenyataan bahwa kini Dinda akan segera bekerja di kapal pesiar,  kemudian dia mencoba untuk menanyakan hal itu langsung kepada Dinda,  walaupun selama ini dia telah mengeblok kontak Dinda dan bersikeras dengan alasannya tentang sinyal satelit kapal yang rusak,  namun kini dia seakan tak perduli lagi dengan semua itu.


Beberapa kali Ken mencoba untuk menghubunginya namun tiada jawaban dari Dinda,  Ken merasa bingung sekarang,  perasaannya kepada Dinda kini mulai muncul kembali,  kini dia mulai merasa takut untuk kehilangan Dinda.


******

__ADS_1


Dinda kini sudah berada di kantor agency milik Gunawan dengan surat kontrak kerja yang sudah berada di tangannya,  senyum Dinda mengembang membaca surat kontrak kerja itu, "Sebentar lagi kita akan berjumpa Ken... dan akan aku buat kamu menyesal telah membuangku." Ucapnya di dalam hati.


"Apakah kamu bahagia Dinda?" ucap Gunawan ramah.


"Iya... aku sangat bahagia dengan semua ini Pak" ujar Dinda dengan senyum manisnya.


"Jangan panggil aku Pak,  panggil aku Mas saja." ucap Gunawan mencoba merayu Dinda.


"Oh... iya Mas,  maaf." ucap Dinda canggung


Gunawan mengajak Dinda untuk makan malam di restauran yang sangat terkenal,  dengan alasan akan mempertemukannya dengan seorang expert yang akan membantunya dalam memahami pekerjaanya nanti di kapal.


Tentu saja Dinda bersedia dengan ajakan tersebut,  karena baginya suatu keuntungan yang besar baginya,  bisa belajar tentang pekerjaan yang akan dia tekuni dari seorang ahli.


"Tapi bolehkah aku mengajak temanku?" ucap Dinda.


Gunawan berfikir sejenak untuk menjawab permintaan Dinda tersebut,  karena sebenarnya makan malam itu memang hanya di khususkan antara dirinya dan Dinda saja,  kalau ada orang ketiga tentu saja ini akan merusak rencana Gunawan.


Dinda berfikir sejenak untuk memahami alasan Gunawan yang menurutnya memang ada benarnya,  "Lalu bagaimana dengan Marina jika aku meninggalkannya seorang diri." Gumam Dinda di dalam hatinya.


Gunawan yang melihat keraguan di mata Dinda,  mulai memikirkan sebuah alasan lagi yang akan memuluskan rencananya,  karena bagaimanapun juga Gunawan benar-benar ingin memiliki Dinda seutuhnya.


"Apakah ada sesuatu yang membuatmu berat untuk menerima ajakanku Din?"


"Maaf Mas... aku hanya kepikiran dengan Marina temanku... kalau aku tidak mengajaknya untuk ikut makan malam bersamamu nanti,  dia akan sendirian Mas." Ujar Dinda khawatir.


"Tenang saja Din... makan malamnya nggak akan lama kog... yang penting kamu nanti bisa ketemu dengan orang yang akan sangat membantumu dalam bekerja nantinya." Ujar Gunawan meyakinkan.


Dengan berat hati,  akhirnya Dinda menyanggupi permintaan dari Gunawan untuk pergi makan malam dengannya tanpa harus mengajak Marina.


Malam itu Gunawan menjemput Dinda di kostnya,  Gunawan dengan penampilan yang cukup menawan dan juga elegant menyambut Dinda untuk masuk kedalam mobilnya,  penampilan Gunawan membuat Marina terpesona yang tidak sengaja melihatnya dari balik jendela kamar kost.

__ADS_1


Mereka berdua tidak langsung menuju ke restaurant yang dimaksud,  namun Gunawan malah mengajak DInda untuk berjalan-jalan sejenak mengitari suasana kota di malam hari.


Selama perjalanan,  Gunawan terus saja mengeluarkan jurus rayuan gombalnya kepada Dinda,  dan memberikan janji-janji yang akan membuat Dinda luluh kepadanya. Namun Dinda seolah tidak memperdulikan sama sekali rayuan-rayuan itu.


Hingga pada akhirnya,  Gunawan dengan sengaja meletakkan tangannya dengan lembut di atas tangan Dinda yang diikuti dengan remasan-remasan kecil,  hal ini tentu saja membuat Dinda mulai merasa risih dan berkali-kali mengangkat tangannya dari remasan tangan Gunawan.


Akhirnya Dinda menyadari bahwa Gunawan menaruh hati kepadanya,  dan ini membuatnya mulai berhati-hati dengan Gunawan,  karena Dinda memang tidak memiliki perasaan apapun kepada Gunawan.


Perlahan Dinda mengeluarkan ponselnya,  dan berusaha menghubungi Hendri untuk meminta tolong kepada Hendri,  untuk mengingatkan Gunawan agar tidak melakukan tindakan aneh-aneh yang membahayakan keselamatan dirinya.


Dalam kesempatan itu Gunawan mulai bersikap agresif kepada Dinda,  bahkan kini salah satu tanganya mulai berani merangkul pundak Dinda,  Dinda yang merasa semakin risih terus-terusan saja mengelak dari usaha yang dilakukan oleh Gunawan.


Hingga pada akhirnya Gunawan menghentikan mobilnya di sebuah gang yang benar-benar sepi,  dan kemudian mulai berkata jujur kepada Dinda tentang hasratnya untuk memiliki Dinda sepenuhnya.


"Din... aku sangat ingin memilikimu,  kamu benar-benar telah membuat luluh hatiku." Ucap Gunawan sambil mendekatkan wajahnya ke wajah DInda.


Namun Dinda tidak menggubris ucapan Gunawan tersebut,  dan lebih memilih untuk menghindar dari usaha-usaha Gunawan yang berusaha menjamahnya,  di saat itulah ponsel Gunawan berdering yang membuat Gunawan menghentikan usahanya kepada Dinda.


Ternyata itu adalah panggilan dari Hendri yang sudah membaca pesan singkat yang dikirimkan oleh Dinda sebelumnya,  Gunawan menjadi gelagapan menjawab telepon dari Hendri. Hendri meminta kepada Gunawan untuk tidak melakukan hal yang aneh-aneh kepada Dinda,  dan dia meminta agar mengantarkan Dinda kembali ke kostnya sekarang.


Gunawan yang begitu menghormati Hendri tidak bisa berkata apa-apa,  kecuali dia meminta maaf kepada Dinda dan memutar balik kendaraannya menuju ke kostan Dinda.


Dinda akhirnya bisa bernafas lega,  karena dia terselamatkan dari usaha pelecehan yang dilakukan oleh Gunawan kepadanya,  walaupun masih ada pertanyaan didalam hatinya tentang rencana makan malam itu apakah benar atau hanya akal-akalan dari Gunawan. Namun hal itu tidak berani dia tanyakan kepada Gunawan,  karena bagi Dinda saat ini adalah lepas dari cengkraman Gunawan.


Mobil Gunawan akhirnya sampai di depan kostan Dinda,  sebelum berpamitan kepada Dinda,  lagi-lagi Gunawan menyampaikan permintaan maafnya dan berjanji untuk tidak mengulangi hal itu lagi,  Gunawan menunjukkan penyesalan yang sangat dalam kepada Dinda.


Dinda menerima permintaan maaf dari Gunawan,  dan berjanji tidak akan menceritakan kejadian itu kepada siapapun termasuk kepada Hendri.


"Baiklah Mas... aku menerima permintaan maafmu dan aku berjanji tidak akan menceritakan kejadian tadi kepada siapapun." ujar Dinda.


KIni Gunawan bisa bernafas lega,  dia mengingatkan DInda untuk mempersiapkan dirinya,  karena minggu depan dia akan berangkat menuju ke Jeju untuk mulai bekerja di kapal pesiar.

__ADS_1


Tentu saja Dinda yang mendengar kabar itu menjadi sangat bahagia,  tanpa sadar Dinda malah memeluk Gunawan dan mengucapkan terima kasih kepada Gunawan. Gunawan yang terkejut dengan hal itu hanya bisa terdiam mematung dan berusaha menjaga irama detak jantungnya yang mulai tidak beraturan.


__ADS_2