Sakura Yang Menangis

Sakura Yang Menangis
Bab 30 Akal Bulus


__ADS_3

Ken yang sudah tidak berdaya menghadapi kenyataan itu,  kini hanya bisa terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa,  kali ini dia harus menerima karma dari perbuatannya,  maksud hati mendapatkan semua namun harus terancam kehilangan semua,  setidaknya itulah yang dirasakannya saat ini.


Dengan langkah gontai Ken memilih untuk pergi mencari Svitlana dan meninggalkan acara,  karena bagi Ken kini yang terpenting adalah mempertahankan nasib pekerjaannya agar tidak di pecat oleh perusahaan.


Sementara itu Dinda kini benar-benar merasa puas atas pembalasan pertamanya kepada Ken,  walaupun didalam hatinya masih ada sedikit rasa kepada Ken,  namun yang terpenting baginya saat ini adalah bisa membalaskan rasa sakit hatinya yang sudah dikhianati oleh Ken.


"Terima kasih Sayaka... aku merasa bahagia bisa membalaskan rasa sakit hatiku kepada Ken." Ujar Dinda sambil memeluk Sayaka.


Sayaka tidak bisa menjawab dan hanya terdiam sambil meneteskan air mata,  karena hati Sayaka kini benar-benar hancur tak tentu arah,  apa yang dia harapkan dari Ken ternyata tidaklah sesuai dengan harapannya,  dan juga perasaan cintanya kepada Ken sudah terlalu dalam.


Dinda yang melihat kesedihan Sayaka,  kemudian berusaha menghibur Sayaka dengan mengajaknya bercerita satu sama lain tentang apa yang ada di dalam hatinya,  bagaimanapun juga Dinda adalah seorang wanita yang sejatinya berhati lembut.


"Ceritakanlah kepadaku apa yang kamu rasakan... mungkin aku bisa sedikit meringankan bebanmu." Ucap Dinda sembari memeluk Sayaka,  dimana pelukan itu benar-benar membuat hati Sayaka menjadi nyaman.


"Aku akan menceritakan apa yang aku rasakan,  tapi kita akan menikmati pesta malam ini terlebih dahulu." Ucap Sayaka sembari mengusap air matanya yang berlinang.


"Baiklah Sayaka,  aku rasa itu yang terbaik untuk kita." Ucap Dinda dengan senyum ramah.


Malam itu mereka semua larut dalam kemeriahan Pesta Hari Kemerdekaan,  tawa gembira yang begitu lepas dari Sayaka dan Dinda,  seolah menunjukkan bahwa mereka telah berdamai dengan pengkhianatan Ken.


Chiharu dan Naomi terus-terusan mencicipi semua menu yang terpajang di meja makanan,  namun kegembiraan justru tidak terlihat di wajah Mayumi,  yang sedari tadi resah mencari keberadaan Firman.


"Apakah kamu mengetahui dimana Firman?" tanya Mayumi kepada semua orang yang ada di pesta.


"Aku tadi melihat Firman berkelahi dengan Ken... namun setelah itu aku tidak mengetahui dimana dia berada." Ucap salah satu Crew yang ada di Pesta.


"Hah! berkelahi... apakah kamu sedang bercanda?" tanya Mayumi panik.


"Semua orang melihatnya... bahkan Safety Officer juga melihat bagaimana Firman tadi menghajar Ken." Ujar salah satu Crew yang lain.


Tiba-tiba saja perasaan gelisah menyelimuti hati Mayumi,  dia benar-benar khawatir kalau Firman akan di pecat oleh Perusahaan karena perkelahiannya tersebut. Mayumi bergegas mendekati Sayaka dan memberitahukan hal tersebut dan berharap agar Sayaka bisa membantunya.


"Sayaka... ternyata Firman tadi berkelahi dengan Ken disini." Bisik Mayumi.

__ADS_1


"Hah!... aku tidak salah dengar kan?" ucap Sayaka seraya mengamati CCTV yang terpasang di sekitar Open Deck.


"Tidak... itu benar Sayaka,  bahkan semua orang disini tadi melihat perkelahian mereka." Ujar Mayumi panik.


Tanpa banyak bicara Sayaka langsung bergegas mengajak Mayumi untuk mencari Safety Officer,  karena kini hanya Safety Officer yang bisa membantu mereka.


"Kita harus mencari Safety Officer untuk urusan ini,  karena hanya dia yang bisa membantu kita." Ujar Sayaka seraya menarik tangan Mayumi.


Mereka berdua menyusuri lorong Gangway dan tanpa sengaja berpapasan dengan Svitlana,  Svitlana yang tidak asing dengan Sayaka lantas menghentikan langkah mereka. "Apakah kamu Sayaka kekasihnya Ken?" tanya Svitlana.


"Iya namaku Sayaka... tapi kalau masalah kekasihnya Ken,  aku rasa tidak sepenuhnya benar." Ujar Sayaka.


"Tapi... bukankah kamu adalah kekasih Ken?" Ucap Svitlana penasaran.


Sayaka dan Mayumi yang heran dengan Svitlana kemudian saling berpandangan satu sama lain. "Siapakah engkau dan dari departemen apa?" tanya Mayumi penasaran.


"Namaku adalah Svitlana dan aku adalah tamu di kapal ini." Ucap Svitlana.


"Hah!... Tamu." Pekik Mayumi dan Sayaka bersamaan, "Bagaimana kamu bisa berada disini?... ini adalah Area khusus Crew." Ujar Sayaka.


Sayaka dan Mayumi yang masih tidak habis pikir,  akhirnya memutuskan untuk mengantarkan Svitlana kembali ke Pax Area dan memperingatkannya agar tidak kembali lagi ke Crew Area,  karena itu akan membahayakan semua orang.


"Terima kasih alian sudah mau mengantarkanku kembali ke tempatku." Ucap Svitlana ramah.


"Iya sama-sama... lain kali jangan mau jika ada crew yang mengajakmu ke Crew Area lagi." Ucap Mayumi ramah,  kemudian Mayumi dan Sayaka berpamitan pergi setelah memastikan Svitlana berada di depan pintu kamarnya.


"Aku tak menyangka Ken bisa se gila itu... apa dia tidak berfikir jika itu akan membahayakan semua orang." Ujar Sayaka kesal.


"Entahlah... kuatkanlah hatimu Sayaka... aku tahu ini berat untukmu." Ujar Mayumi prihatin.


TIba-tiba langkah Mayumi terhenti,  dari kejauhan dia melihat Ken yang sudah berdiri di ujung anjungan kapal,  seolah dia ingin melompat ke laut.


"Sayaka!... bukankah itu Ken?" Ucap Mayumi seraya menunjuk ke arah ujung anjungan kapal.

__ADS_1


Sayaka kemudian melihat ke arah yang dimaksud,  dengan seksama dia memperhatikan dan benar saja laki-laki itu adalah Ken,  tanpa pikir panjang Sayaka langsung berlari menyusul Ken diikuti oleh Mayumi dari belakang.


"Ken!... apa yang kamu lakukan disitu,  turunlah." Teriak Sayaka khawatir.


Ken yang terkejut dengan kehadiran Sayaka,  secara tiba-tiba memiliki sebuah ide untuk pura-pura bunuh diri,  "Ah ini kesempatanku untuk membuat hati Sayaka luluh kembali." Pikir Ken.


"Mundurlah!... jangan dekati aku lagi,  aku sudah cukup malu dengan diriku sendiri." Ucap Ken seraya berlagak akan melompat ke laut.


"Jangan!... semua bisa dibicarakan baik-baik." Ujar Sayaka memohon.


"Buat apa aku hidup tanpa balasan dari orang yang aku cintai." Teriak Ken sembari mengangkat salah satu kakinya dan bersiap untuk melompat.


"Baiklah... sekarang apa yang kamu mau Ken?" Ucap Sayaka dengan panik.


"Ah... aku tidak membutuhkan apa-apa... yang aku butuhkan hanya cinta darimu Sayaka." Teriak Ken.


Sejenak Mayumi menjadi berfikir curiga kepada Ken,  seolah Mayumi sudah mengetahui kalau itu hanyalah rencana akal-akalan dari Ken saja untuk menjebak Sayaka.


"Sayaka... aku rasa Ken tidak akan melakukannya sungguh-sungguh." Bisik Mayumi.


Namun Sayaka yang sudah panik dan ketakutan jika Ken akan melakukan bunuh diri,  memilih untuk mengabaikan saran dari Mayumi dan memilih untuk memberikan kesempatan kepada Ken.


"Tidak Mayu... aku percaya dia bersungguh-sungguh." Ucap Sayaka.


"Baiklah Ken... kalau begitu kemarilah dan akan aku beri kesempatan kedua untukmu." Teriak Sayaka.


"Ah kamu bohong!... aku tahu kamu sudah sakit hati denganku... amana mungkin kamu benar-benar akan memberikaku kesempatan kedua." Teriak Ken.


"Aku bersungguh-sungguh... percayalah padaku Ken!" Teriak Sayaka seraya melambaikan tangannya kepada Ken.


Ken yang mendegar ucapan Sayaka,  mendadak menjadi lega karena sandiwaranya berhasil membujuk Sayaka untuk memberikannya kesempatan kedua.


"Baiklah!... aku akan turun... tunggu aku sayang." Ucap Ken.

__ADS_1


Mayumi hanya tercengang melihat begitu mudahnya Sayaka luluh kembali kepada Ken,  setelah semua hal yang terjadi sebelumnya.


"Kamu beneran Sayaka?... kamu tidak bercanda dengan ucapanmu!" Tanya Mayumi heran.


__ADS_2