
Kepulangan Firman benar-benar memberikan kesedihan yang mendalam bagi Mayumi, Sayaka, Naomi dan Chiharu.
"Huft!... aku ingin sekali menghajar Ken." Ucap Chiharu begitu kesal.
"Kenapa bukan Ken saja sih yang di pulangkan!" Ujar Naomi kecewa.
Sayaka yang mendengar ucapan-ucapan kekecewaan dari teman-temannya hanya bisa terdiam menelan pil pahit, rasa bersalah sudah tidak ada guna baginya, rasa menyesal pun tidak akan merubah keadaan.
Tak berapa lama kemudian Sayaka melihat Dinda dari kejauhan, segera dia berdiri dan mengejar Dinda untuk menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi semalam.
"Dinda!... tunggu aku." Teriak Sayaka. Namun sayang, Dinda yang sudah terlanjur kecewa berat dengan Sayaka memilih untuk terus menghindar dari Sayaka, Dinda mempercepat langkahnya dan segera menghilang dari pandangan Sayaka.
"Ah!... kenapa hidupku begitu sulit begini rasanya." Ujar Sayaka sambil terduduk lesu di lantai.
Chiharu yang mengetahui hal itu, kemudian segera berjalan mendekati Sayaka untuk membantunya. "Sayaka... apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Chiharu penasaran.
"Aku bosan dengan kehidupanku ini... mungkin jika aku mati akan jauh lebih baik." Ujar Sayaka penuh kekesalan.
"Apa yang kamu katakan... itu adalah ucapan yang tidak baik." Ujar Chiharu sambil memeluk Sayaka.
"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?" ujar Sayaka sedih.
Sebenarnya Chiharu sendiri bingung bagaimana memberikan saran yang terbaik untuk Sayaka, karena Chiharu sendiri yakin kalau sarannya itu akan ditolak oleh Sayaka.
"Menjauhi Ken adalah saran terbaik untuk Sayaka, namun apakah Sayaka akan menerima saranku ini." Gumamnya di dalam hati.
Sayaka kemudian berdiri dan pergi menjauh meninggalkan Chiharu yang masih diam tertegun, dengan sekuat hati Sayaka berusaha menahan air matanya agar tidak keluar di jalan, dia akhirnya memilih untuk pergi menuju ke kabin kamarnya.
__ADS_1
Di dalam kabin kamar, Sayaka terduduk lesu di kursi dan mulai menangis mengeluarkan semua air mata kesedihannya, hingga pada akhirnya dia teringat kembali dengan semua masa lalunya saat dia masih menjadi seorang Idol.
Perlahan dia mulai membuka kembali satu persatu album kenangannya saat dia masih menjadi seorang bintang idol yang begitu bersinar. dipuja dan disanjung oleh banyak orang adalah hal yang begitu dia ingat.
"Aku bisa bebas bernyanyi dan berlari dengan bahagia saat itu." Ujarnya dengan senyum mengembang.
Sayaka tertuju pada salah satu foto yang cukup menarik perhatiannya, dia melihat wajah para penonton yang begitu antusias hingga benar-benar rela berdesakan satu sama lain, terhimpit dan juga beberapa tak jarang ada juga yang jatuh pingsan, padahal dia sendiripun tidak tahu siapa nama mereka.
"Kenapa mereka rela untuk berdesakan seperti itu, padahal mereka saja tidak benar-benar mengenal siapakah diriku, bahkan keluargaku juga bukan." Ujarnya sendiri penuh heran.
Hal itu kemudian membuatnya kembali tersadar bahwa betapa beharga dirinya, dan dia merasa bahwa dirinya adalah seseorang yang bisa memberikan kebahagiaan kepada orang lain, yang mana hal itu membuat dia menjadi yakin bahwa dirinya adalah seorang wanita sangat beruntung.
Kesedihan yang semula terpancar dari raut wajahnya, perlahan kini berubah menjadi raut wajah kebahagiaan yang bersinar. "Aku adalah wanita yang paling beruntung di dunia ini." Ujarnya bangga di depan cermin.
Semua kenangan di masa lalunya, memberikan semangat baru yang membuatnya terpancar terang dan menghapus semua luka akibat sesalnya.
Setelah beberapa lama telepon itu berdering, Sayaka masih tetap saja tidak memperdulikannya. Hingga sesaat kemudian suara ketukan pintu terdengar cukup keras membuatnya harus bangkit dari tempat duduknya.
Sayaka melihat dari lubang kecil di pintu kamarnya untuk melihat siapakah tamu yang mengetuk pintu kamarnya. Tampak Ken dari lubang kecil itu dengan wajah yang gelisah.
"Aku harus menjadikan diriku lebih berarti daripada laki-laki itu." Ujar Sayaka didalam hati seraya membuka pintu kamarnya.
"Maaf Ken... aku rasa aku sedang tidak ingin bertemu denganmu." Ucap Sayaka seraya menutup pintu kamarnya lagi.
"Brakk!" Ken begitu terkejut mendengar ucapan Sayaka, belum sempat Ken mengatakan sepatah katapun kepada Sayaka, tentu hal ini tidak sesuai dengan ekspektasinya yang berharap Sayaka akan selalu mengikuti apa yang dia inginkan.
Tak berhenti di situ, Ken terus saja memaksa untuk tetap masuk ke kamar Sayaka dengan terus menerus mengetuk pintu kamar Sayaka, hingga pada akhirnya tetangga kamar Sayaka mulai keluar karena merasa terganggu dengan suara teriakan Ken dan ketukan pintu yang terus menerus.
__ADS_1
"Hai... apakah engkau ingin mencari masalah?" Ujar Rein dengan nada marah seraya mendatangi Ken dan memegang pundak Ken.
Ken yang tahu siapa Rein, memilih umtuk meminta maaf dan berbalik pergi dengan perasaan dan hati yang kesal, dia tidak mau berurusan dengan Rein si otot besar yang merupakan seorang instruktur kebugaran di Kapal.
******
Di tempat yang lain, tampak Dnda tertegun memandangi lautan yang begitu luas, baru pertama kali ini dia benar-benar berada di tengah lautan yang dimana-mana di penuhi oleh air dan tidak nampak suatu pulau apapun.
Warsana yang tidak sengaja berada tidak jauh dari Dinda, kemudian menghampiri Dinda untuk mengajaknya berkenalan dan berbicara, walaupun sebenarnya Warsana sudah mengetahui tentang Dinda, namun saat ini dia lebih memilih untuk berpura-pura tidak tahu menahu tentang Dinda.
"Halo Nona cantik... apakah kamu crew baru disini?" tanya Warsana ramah.
"Oh iya... kenalkan namaku Dinda, siapakah namamu?" Jawab Dinda.
"Namaku Warsana... senang berkenalan denganmu Dinda." Ujar Warsana.
Namun percakapan mereka tidak berlangsung lama, karena Mayumi datang dan meminta Dinda untuk ikut bersamanya, Dinda yang penasaran dengan Mayumi tentu saja langsung mengikuti ajakan Mayumi.
"Kita harus bicara Din... semua tentang Sayaka dan kehidupannya." Ucap Mayumi dengan nada serius, diikuti anggukan dari Dinda seraya mengikuti langkah Mayumi.
Setelah mereka berdua mengambil tempat yang tepat untuk berbicara satu sama lain, Mayumi kemudian menunjukkan sebuah rekaman video tentang Sayaka dan Tetsuya kekasihnya dahulu.
Dengan seksama Dinda mengamati video itu dan wajah Dinda mulai menunjukkan ekspresi yang lain, Dinda sesekali menatap Mayumi seolah ingin mengatakan sesuatu, namun Mayumi memberikan isyarat untuk tidak mengatakan apapun sampai Dinda benar-benar melihat semua video rekaman tentang Sayaka.
Saat video rekaman itu menunjukkan Sayaka sedang bernyanyi di atas panggung, disitu Dinda mulai menyadari bahwa ternyata Sayaka bukanlah wanita biasa, dia adalah seorang wanita penuh talenta yang tidak mungkin menjadi seorang wanita murahan seperti yang dia bayangkan.
"Apakah engkau sekarang mengerti Din?" Tanya Mayumi sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
Dinda kali ini hanya bisa terdiam dan tetap terpaku melihat layar pemutar rekaman milik Mayumi, walaupun video rekaman itu sudah habis diputar, namun Dinda tidak bisa mengucapkan apapun.