
"Tak kusangka akhirnya aku bisa bertemu juga denganmu Sayaka!" Ucap Dinda penuh amarah.
"Wanita ****** yang mau saja dibodohi oleh seorang laki-laki murahan!" Teriaknya lagi seraya menggebrak meja yang ada disana.
Chiharu yang terkejut dengan sikap Dinda yang begitu meledak emosinya langsung berusaha menenangkan Dinda dengan memeluk Dinda. "Tenang Din, semua bisa aku jelaskan." Bisik Chiharu pelan.
Perlahan Dinda mulai menurunkan emosinya dan berusaha untuk menenangkan diri seraya berusaha melepas pelukan dari Chiharu. "Berikan aku sebuah alasan untuk ini semua... atau aku akan membuat kalian dalam posisi yang sulit." Ujar Dinda dengan nada mengancam.
Sayaka hanya bisa terdiam mendengar makian dari Dinda, dia kini dalam keadaan yang benar-benar bingung dengan sikap yang harus dia ambil, apakah harus menyangkal semua tuduhan dari Dinda atau menerima semua dengan berat hati.
"Apakah engkau tidak berfikir Sayaka... bagaimana sakit hatiku yang kurasakan karena pengkhianatan ini?" Ucap Dinda sambil menghirup nafas dalam.
"Maafkan aku Dinda... aku telah melukai hatimu." Ucap Sayaka dengan nada yang berat.
"Andai aku tahu bahwa selama ini Ken telah membohongiku... maka aku tidak akan sampai hati untuk percaya dengan semua ucapannya." Ujarnya lagi sambil meneteskan air mata
"******!... buang air mata palsumu itu" bentak Dinda, "aku tidak butuh tangis palsumu."
Mayumi yang tidak tega teman baiknya di bentak oleh Dinda, berusaha untuk menenangkan Dinda dengan kemampuan hipnotisnya, namun niat Mayumi langsung di cegah oleh Chiharu yang sudah bisa membaca pikiran Mayumi.
"Biarkan Dinda melepaskan semua amarahnya kepada Sayaka." Bisik Chiharu sambil menahan tubuh Mayumi dengan tangannya yang sudah bergerak maju ke arah Dinda.
"Tapi aku tidak tega melihat Sayaka seperti itu... dia tidak bersalah" Bisik Mayumi.
"Percayalah padaku... semua ini untuk kebaikannya juga nanti" Ucap Chiharu seraya mendorong tubuh Mayumi mundur menjauh Dinda.
Tak berselang lama kemudian, Naomi datang menyusul mereka dengan membawa sebuah stick bisbol untuk berjaga-jaga setelah sebelumnya mendengar penjelasan dari Sayaka yang merasa ketakutan dengan Dinda, "Oh jadi mana wanita yang sudah berani mengancam sahabatku." Ucap Naomi dengan nada tinggi.
__ADS_1
Kali ini Dinda yang merasa gentar dengan Naomi, karena bagaimanapun juga secara fisik antara Naomi dan Dinda sangatlah berbanding jauh, Naomi memiliki badan yang lebih besar daripada Dinda, dan juga dia memiliki nada suara yang tak kalah menggelegar dari Dinda.
"Tenangkan dirimu Mi, semua baik-baik saja." Tegur Chiharu kepada Naomi yang sudah menatap Dinda dengan tajam.
Dinda kemudian duduk di kursi dan mulai menceritakan tentang perjalanan cintanya, dia menceritakan sosok Ken yang dia kenal selama ini adalah seorang yang setia dan pemberani, sosok yang punya masa lalu gelap dan berusaha lepas dari bayang masa lalunya.
"Aku sudah bersama Ken selama beberapa tahun, dan aku benar-benar mengenal siapa dia dan masa lalunya" Ujar Dinda.
"Mungkin sulit menjadi Mala, tapi setidaknya aku sudah berusaha menjadi yang terbaik di matanya." Ucap Dinda dengan sedih.
"Mala?... aku rasa aku tidak asing dengan nama yang kamu sebutkan itu." Ucap Naomi penasaran.
"Ya... dia adalah kekasih Ken yang telah tiada karena cintanya yang begitu besar kepada Ken." Ujar Dinda seraya menunjukkan foto Mala di dalam memory ponselnya.
Mayumi terkejut saat mengetahui foto Mala yang sepintas begitu mirip dengan Sayaka saat masih muda, "Mungkin inilah alasan Ken begitu mudah jatuh hati kepada Sayaka dalam sekejap." Ucap Mayumi.
"Apa maksudmu berkata seperti itu?" tanya Dinda penasaran.
Mereka kemudian mendekat dan mulai membandingkan wajah mereka berdua, sebuah foto jika dilihat sepintas begitu mirip dan memiliki aura yang sama. "Ya kamu benar Mayu... mereka sepintas begitu mirip." Ucap Chiharu meyakinkan.
"Baiklah kini waktunya bagimu untuk menceritakan yang sebenarnya Sayaka." Ucap Dinda sinis.
Chiharu kemudian meyakinkan Sayaka untuk menceritakan yang sebenarnya kepada Dinda, "Jangan takut Sayaka, bagaimanapun juga jika aku menjadi Dinda pasti aku akan marah sama seperti yang dia lakukan." Ucap Chiharu sambil memegang pundak Sayaka.
Dengan setengah ketakutan Sayaka mulai menceritakan awal pertemuannya dengan Ken dan juga bagaimana pad akhirnya dia bisa jatuh hati kepada Ken, walaupun pada awalnya perasaannya kepada Ken tidak bisa dikatakan sebagai perasaan suka atau cinta, karena semua mengalir begitu saja.
"Aku juga pernah tidak percaya dengannya ketika aku mengetahui bahwa dia sudah memiliki seorang kekasih yang begitu setia di negara asalnya." Ucap Sayaka.
__ADS_1
"Namun semua pasti tahu... bagaimana dia meyakinkanku dengan mengatakan bahwa dia adalah korban dari Dinda." Ujar Sayaka mulai tenang.
"Korban dari aku!" Ucap Dinda kaget, "bagaimana bisa?" imbuhnya penasaran.
"Iya Din... saat itu dia menelpon seseorang yang menyebut namanya adalah Dinda" ujar Sayaka menerangkan, "bahkan dia mempersilahkan kami untuk langsung berbicara dengan Dinda pada saat itu." imbuhnya lagi.
"Lalu apa yang terjadi?" ujar Dinda penasaran, "sungguh aku tidak pernah sekalipun berbicara langsung kepadamu lewat telepon." Terang Dinda yang kini benar-benar bingung.
Sayaka menceritakan kepada Dinda, bahwa pada saat itu Dinda telah jatuh cinta kepada seorang laki-laki lain selama beberapa tahun terakhir, dan Dinda mengatakan bahwa dia rela melepas Ken demi kebahagiaannya bersama Sayaka.
"Terlalu!... benar-benar seorang pengkhianat yang tak bisa diampuni." Ujar Dinda penuh amarah.
"Apakah aku salah... jika kemudian aku membuka hatiku untuk Ken?" Ucap Sayaka.
Dinda yang kemudian memahami perasaan Sayaka, seketika itu dia langsung berdiri dan memeluk Sayaka dengan erat untuk meminta maaf atas sikapnya yang telah menyakiti hati Sayaka.
"Maafkan aku Sayaka... sungguh aku telah berprasangka buruk padamu." Ujar Dinda menyesal.
"Semua tidak ada yang salah Dinda... ini semua adalah kesalahan Ken yang telah membuat sandiwara palsu." Ujar Sayaka sambil menangis.
"Baiklah... lalu sekarang pertanyaanku adalah tentang Dinda yang dahulu menelpon kita" ujar Chiharu penasaran, "siapakah dia?" ucapnya.
Suasana kini berubah menjadi hening, mereka semua terdiam berfikir dan mencoba untuk menerka Dinda palsu yang telah menipu mereka semua.
"Hanya satu orang yang tahu jawabannya... yaitu adalah Ken sendiri." Ucap Mayumi
"Benar apa yang engkau katakan Mayu... bagaimanapun juga kita harus memaksa Ken untuk angkat bicara tentang Dinda palsu." Ucap Chiharu.
__ADS_1
"Sekarang bagaimana cara kita memaksa Ken untuk bisa berkata jujur kepada kita?" ucap Naomi bingung.
Chiharu kemudian menatap ke arah Mayumi dengan penuh harapan, "Hanya Mayumi yang bisa membuatnya berbicara." Ujar Chiharu.