Sakura Yang Menangis

Sakura Yang Menangis
Bab 32 Pahlawan Sesungguhnya


__ADS_3

Tanpa di duga oleh Sayaka,  ternyata Firman sedari tadi duduk di belakang kursi mereka dan mendengarkan semua pembicaraan antara Sayaka dan Jerome.


Firman kemudian mengantarkan sendiri minuman pesanan ke meja mereka,  dan Sayaka benar-benar terkejut bukan main dengan kehadiran Firman. "Tenang Sayaka... aku tidak akan pulang tanpa kamu harus melakukan hal itu." Bisik Firman lirih sambil memberikan isyarat untuk mengikuti Firman.


Jerome tidak mengetahui kalau itu adalah Firman,  karena pada saat itu Firman menggunakan topi dan masker yang membuat wajahnya tidak mudah dikenali oleh Jerome.


Sayaka kemudian mengangguk dan membuat suatu alasan kepada Jerome untuk pergi sebentar ke Toilet,  Firman kemudian menyusul Sayaka mengikuti langkahnya,  "Firman!... kenapa kamu ada disini... maafkan aku." Ucap Sayaka.


"Minta maaf untuk apa... kamu tidak salah Sayaka,  justru kamu adalah pahlawan buat aku." Ujar Firman.


"Baiklah... aku sudah mendengarkan semuannya tadi... dan aku memiliki sebuah rencana yang lebih baik." Terang Firman.


"Lantas apa rencanamu Firman?" tanya Sayaka.


Firman menjelaskan rencananya kepada Sayaka untuk menjebak Jerome agar mendapatkan hukuman dari Kapten,  hal itu Firman lakukan karena Firman begitu dendam kepada Jerome,  yang telah memulangkan beberapa teman-temannya di Laundry Departmen dengan alasan yang tidak jelas dan demi kepentingan Jerome sendiri.


Sayaka menganggukkan kepalanya dan seakan telah mengerti dengan apa yang harus dia lakukan. "Jika rencana ini berhasil,  maka yang akan pulang adalah Jerome dan bukan aku." Ujar Firman meyakinkan.


"Dan jika Jerome bisa kita pulangkan... maka semua orang akan berterima kasih padamu Sayaka." Terangnya lagi.


"Baiklah Firman... apapun yang kamu katakan,  aku akan mengikutinya." Ujar Sayaka.


Mereka berdua kembali masuk ke Crew Bar,  Sayaka kembali duduk disamping Jerome dan Firman sudah bersiap di posisinya untuk merekam setiap gerak gerik dan ucapan Jerome.


Jerome yang tidak sadar bahwa dirinya sedang diincar saat ini oleh Firman,  terus saja melakukan pelecehan kepada Sayaka,  namun dalam hal ini Sayaka terlihat menolak dan melawan setiap usaha yang dilakukan oleh Jerome,  hanya saja Sayaka selalu menggoda dengan perkataan-perkataan yang membuat pikiran kotor Jerome melayang entah kemana.


Hingga pada akhirnya,  Jerome yang sudah tidak tahan lagi dengan godaan Sayaka,  kemudian mengajak Sayaka untuk menyelesaikannya di dalam kamar Jerome,  dengan kasar Jerome mencengkeram tangan Sayaka dan menariknya menuju ke kamar Jerome. Tanpa disadari oleh Jerome,  Firman selalu merekam setiap tindakan Jerome terhadap Sayaka.


Dan benar saja,  rencana Firman berjalan sukses hanya dalam hitungan beberapa menit,  Sang Kapten yang sebelumnya sudah dihubungi oleh Firman karena ada laporan kegaduhan di Crew Bar yang dilakukan oleh Safety Officer,  langsung datang sendiri untuk memriksa keadaan.


Firman memberitahukan lewat rekaman video tentang tindakan pelecehan yang dilakukan oleh Jerome,  Sang Kapten yang melihat sendiri video itu menjadi sangat marah dan segera mencari Jerome,  dengan senang hati Firman menunjukkan kepada Kapten dimana lokasi Jerome berada.


Sayaka kini melakukan tugasnya sesuai dengan arahan dari Firman sebelumnya,  kini Sayaka memberontak dan berteriak sejadi-jadinya di dalam kamar Jerome,  agar menimbulkan kegaduhan dan memancing perhatian orang-orang yang berada di sekitar kamar.


Sang Kapten yang sudah berdiri di depan kamar Jerome,  dengan jelas mendengar teriakan minta tolong dari Sayaka,  membuatnya langsung membuka pintu kamar Jerome dengan Master Key yang dimilikinya,  dan betapa terkejutnya Kapten melihat Sayaka yang sudah ditindih oleh Jerome dengan posisi sudah tanpa busana.


Tanpa banyak bicara,  Sang Kapten langsung menendang tubuh Jerome hingga tersungkur dan memanggil Security untuk menyeretnya ke Bridge.


"Setiap Tindakan pasti akan ada konsekuensinya!" Teriak Sang Kapten begitu marah kepada Jerome.

__ADS_1


Senyum mengembang di bibir Firman karena rencananya kini telah berhasil. "Terima kasih Sayaka... berkat engkau si sialan itu akhirnya menerima ganjarannya." Ujar Firman.


"Sebenarnya aku tidak faham,  kenapa engkau begitu membencinya?" tanya Sayaka heran.


"Tahukah kamu... di saat Pedro dulu ingin memperkosamu.... Jerome sebenarnya ada di Storeroom pada saat itu." Terang Firman.


Sayaka begitu terkejut mendengar penjelasan dari Firman,  bukan tentang Jerome yang ada pada saat Pedro ingin mencelakainya,  namun begitu terkejut dengan sikap Firman yang begitu perhatian dengan Sayaka,  "Tak pernah kusangka... ternyata Firman begitu peduli padaku." Gumam Sayaka didalam hati.


"Hai jangan melamun begitu... tugasmu belum selesai Sayaka." Ucap Firman sambil mengusap rambut Sayaka.


"Hah... tugas apa?" ucap Sayaka heran.


Firman kemudian menggandeng Sayaka menuju ke suatu tempat yang cukup gelap,  kemudian Firman menyuruh Sayaka untuk diam ditempatnya berdiri, kemudian "Tara!!!" Ucap Firman seraya menyalakan lampu di ruangan itu.


Betapa terkejutnya Sayaka,  ternyata Firman sudah menyiapkan kejutan ulang tahun untuknya,  Firman menyulap ruang Linen Store menjadi penuh lampu warna-warni dan juga sebuah kue ulang tahun tersedia di depannya.


"A... apakah semua ini mimpi bagiku?" ujar Sayaka penuh haru.


"Sayang sekali Mayumi dan yang lainnya tidak ada disini" ucapnya sedih.


"Jangan bersedih Sayaka... sebenarnya semua kejutan ini yang menyiapkan adalah Chiharu,  Naomi dan Mayumi." Terang Firman.


Firman hanya tersenyum dan mengambil sebuah gitar yang sudah di persiapkannya sebelumnya,  dia mengambil sebuah tempat yang nyaman di dekat Sayaka dan mulai memainkan gitarnya dengan indah.


Lambat laun Sayaka mulai mengerti dengan perasaan Firman melalui lagu yang dinyanyikan oleh Firman untuknya,  lagu itu menceritakan bagaimana Firman pertama kali bertemu dengan Sayaka,  dan saat itulah dia langsung jatuh hati kepada Sayaka,  setiap kali Firman mendapati seragam Sayaka yang dicuci di laundry maka dia pasti akan membuat baju Sayaka menjadi yang paling bersih.


Namun sayang,  dia terpaksa harus memupus harapannya untuk mencintai Sayaka karena Ken,  Firman sadar kalau dia bukanlah apa-apa untuk Sayaka,  asalkan bisa melihat Sayaka bahagia maka Firman juga akan merasa bahagia,  hingga akhirnya Mayumi datang menghibur hatinya yang masih kosong.


Firman berharap agar perhatian dari Mayumi lambat laun bisa mengubah perasaannya kepada Sayaka,  namun sayang perasaan Firman kepada Sayaka terlalu kuat untuk dilepaskan,  walaupun Firman tahu betapa perasaan Sayaka kepada Ken sudah terlalu dalam,  namun perasaan cinta Firman lebih dalam.


Sayaka yang tidak kuat mendengar curahan hati Firman lewat lagu itu,  memintanya untuk berhenti bernyanyi dan segera memeluknya. "Cukup Firman... aku mengerti perasaanmu." Ucap Sayaka seraya memeluk erat Firman.


"Jaga dirimu ya Sayaka... baik-baiklah dengan Mayumi dan yang lain." Bisik Firman.


"Apa maksudmu Firman... ucapanmu seolah kamu tidak akan bertemu denganku lagi." Ucap Sayaka.


"Ah tidak... aku kan tidak jadi pulang,  jadi aku akan tetap ada di sampingmu." Ujar Firman.


"Aku hanya ingin agar hubungan persahabatanmu dengan Mayumi dan yang lain bisa kembali seperti dulu." Ucapnya lagi.

__ADS_1


Sayaka kemudian menceritakan kepada Firman tentang Ken yang berusaha untuk bunuh diri dengan melompat ke laut,  sehingga mau tidak mau Sayaka harus menerima Ken kembali dan membuat kecewa Mayumi dan yang lainnya.


Firman hanya tertawa mendengar cerita Sayaka yang begitu polos tertipu oleh Ken,  kemudian Firman mengeluarkan sebuah pisau mainan dari balik tas kecilnya.


"Jika Ken memang berani bunuh diri demi cintanya padamu... suruhlah dia untuk menusuk dirinya dengan pisau ini." Terang Ken sambil mengeluarkan pisau mainannya.


"Kalau dia mati bagaimana?" tanya Sayaka.


"Berarti dia benar-benar mencintaimu... tapi dia tidak mungkin mati karena pisau ini." Ujar Ken.


"Karena ini adalah pisau mainan yang akan melipat sendiri saat mata pisaunya tertekan oleh tubuh kita." Terang Ken seraya menunjukkan cara menggunakan pisau itu kepada Sayaka.


Sayaka benar-benar kagum dengan Firman,  dan tanpa sadar mulai timbul kenyamanan dari dalam hatinya saat berada di dekat Firman.


Firman kemudian mengantar Sayaka kembali ke kamarnya,  dia mengingatkan Sayaka untuk segera beristirahat karena waktu sudah mulai berganti menjadi pagi,  dan akhirnya mereka berdua berpisah.


******


Keesokan harinya,  seperti biasa Sayaka berangkat kerja menuju ke ruang kerjanya dan masih terngiang dengan Firman dan perhatiannya yang benar-benar membuatnya merasa bahagia melebihi apapun.


Namun kebahagiaan itu tidak bertahan lama,  setelah Mayumi datang ke meja kerja Sayaka dan memberikan barang titipan Firman untuk Sayaka.


"Ini untukmu... dari Firman." Ucap Mayumi sedih.


"Apa maksudmu Mayumi... kenapa engkau bersedih?" tanya Sayaka heran.


"Firman sudah pulang tadi pagi." Ucap Mayumi seraya memeluk erat Sayaka,  Mayumi tidak kuasa menahan air matanya lagi dan menangis sejadinya di pelukan Sayaka.


Sayaka juga tidak bisa menyembunyikan kesedihannya,  karena dia harus berpisah dengan seseorang yang begitu peduli dengan dirinya dan membuatnya bahagia.


"Terima kasih Mayumi... atas pesta kejutan yang telah kamu persiapkan tadi malam." Ucap Sayaka berusaha mengalihkan perhatian Mayumi.


"Hah!... pesta apa?" tanya Mayumi heran.


"Bukankah engkau,  Chiharu dan Naomi telah mempersiapkan pesta ulang tahun untukku tadi malam di Linen Room?" Ujar Sayaka.


"Sungguh Sayaka... maafkan aku... bagaimana bisa aku mempersiapkan pesta,  sedangkan akupun lupa hari ulang tahunmu." Ujar Mayumi.


"DEG!!!" Hati Sayaka benar-benar terasa berhenti sejenak,  kini dia tahu bahwa yang menyiapkan pesta ulang tahunnya tadi malam adalah Firman,  seorang sahabat yang kini sudah tidak bersamanya lagi.

__ADS_1


Sayaka tidak bisa menyembunyikan air matanya lagi dan menangis sejadinya sambil memeluk Mayumi yang kini malah balik kebingungan,  kesedihan Sayaka benar-benar mendalam apalagi saat dia membuka bungkusan titipan dari Firman yaitu adalah pisau mainan yang semalam diajarkan oleh Firman kepadanya.


__ADS_2