Sakura Yang Menangis

Sakura Yang Menangis
Bab 15 Labirin Kebenaran


__ADS_3

“Dia adalah kekasihku dulu,  jauh sebelum aku mengenal Dinda.” Ucap Ken perlahan.


“Apakah engkau mau menceritakannya


padaku?” ucap Naomi meminta.


Ken


menganggukkan kepalanya,  dan singkat


cerita Ken mulai menceritakan semua kisah kasihnya dengan Mala,  dan bagaimana pengkhianatan yang dilakukan oleh Ken,  sehingga kisah cinta mereka harus


berakhir tragis.


“Begitulah akhir kisah cintaku


dengannya,  andai saja aku tidak


menduakan kesetiaannya.  Maka dia tidak


akan melakukan bunuh diri.” Ucap Ken sambil terus mengusap air


mata yang keluar begitu saja dari matanya.


“Kenapa engkau setega itu Ken,  bukankah Mala begitu sangat mencintaimu dan


setia padamu?” ucap Naomi seraya menggelengkan


kepalanya.


“Begitulah penyesalan,  selalu datang di akhir…. Itulah yang


membuatku bingung saat ini,  aku takut


kejujuranku akan berakibat fatal pada akhirnya.” ucap Ken dengan lirih.


Naomi


termenung sejenak,  dia menatap ke langit-langit restaurant tempat kerja mereka. “Aku


rasa,  Sayaka akan memiliki jawaban yang lebih bijaksana


Ken,  karena dia benar-benar suka


padamu.” Ucap Naomi meyakinkan Ken.


“Tapi aku tidak merasa yakin dengan


Dinda, andai engkau berbicara jujur kepadanya tentang perasaanmu itu kepadanya,  apakah dia bisa bersikap bijak atau tidak,  karena


aku sendiri belum pernah bertemu dengannya.” ungkap Naomi.


“Apakah Sayaka benar-benar


menyukaiku Mi?” ucap Ken penasaran.


“Iya…. Dia benar-benar


menyukaimu,  begitulah yang Chiharu


ceritakan kepadaku tentang perasaan Sayaka kepadamu.” Jelas


Naomi.


Ken


menghirup nafas lega,  dia merasa yakin kalau


Sayaka tak akan pergi meninggalkannya sekalipun dia mengutarakan semua


kejujurannya yang benar-benar pahit kepadanya.


“Ken,  aku akan mencoba membantumu untuk menyelesaikanmasalah ini,  asalkan engkau mau berjanji padaku untuk


jujur, dan tidak membuat sandiwara lagi seperti sebelumnya,  apakah engkau mau berjanji kepadaku untuk itu?” tanya Naomi seraya mengangkat jari kelingkingnya.


Ken


menganggukkan kepalanya seraya mengangkat jari kelingkingnya juga,  kemudian mengkaitkannya dengan jari


kelingking Naomi,  tanda bahwa Ken telah


berjanji kepada Naomi untuk tidak lagi membuat kebohongan tentang Sayaka.


“Sekarang giliranku bertanya


padamu,  dan kamu harus menjawab dengan jujur.” Ucap Ken.


“Mau bertanya apa memangnya?” jawab Naomi dengan malas.


“Siapakah laki-laki yang mematahkan


hatimu,  sampai membuatmu tidak

__ADS_1


bersemangat seperti ini?” tanya Ken penasaran.


“Aku tidak mengerti dengan yang apa


yang tengah kau tanyakan. Sudahlah aku mau pergi dulu,  aku lelah.” Ucap Naomi sambil


berlalu pergi meninggalkan Ken.


******


Sayaka


dan Mayumi di panggil oleh Kapten,  untuk


mengikuti rapat yang digelar di ruang utama kemudi kapal,  atau yang lebih dikenal dengan sebutan


“bridge”


Pedro


yang dari awal sudah tertarik kepada Sayaka,  dalam kesempatan itu mencoba mencari celah kesempatan untuk


mendekatinya,  dia meminta rekomendasi


kepada kapten,  agar Pedro dan Sayaka


berada dalam satu team. Karena memang nantinya mereka akan dibagi kedalam


beberapa team yang lebih kecil.


Kapten


memasukkan Sayaka dan Mayumi dalam satu team yang sama,  dan Pedro bertugas menjadi Team Leader,  mereka bertugas untuk melakukan inspeksi di


Departemen Housekeeping dan Laundry,  tentu saja Mayumi senang mendengar hal itu,  karena dia bisa bertemu dengan Firman


kekasihnya.


Kesempatan


emas itu benar-benar tak di sia-siakan oleh Pedro,  dia memperlakukan Sayaka begitu istimewa bak


ratu,  namun sayangnya Sayaka yang sudah menutup


hatinya untuk laki-laki lain,  tak


sedikitpun peduli dengan perhatian Pedro.


inspeksi akhirnya tiba di laundry area. Tanpa membuang waktu, Mayumi langsung mencari


keberadaan Firman disana,  Mayumi berputar-putar di seluruh area Laundry dan bertanya kepada semua staff Laundry disana,  hingga


akhirnya dia menemukan Firman sedang berada di ruang chemical menjadi


chemical man.


“Hai!  bagaimana kabar kamu hari ini?” Tanya Mayumi ramah.


“Lho!  sedang apa kamu disini Mayu?   aku baik-baik saja,  kamu sendiri bagaimana?” ucap Firman ramah.


“Aku sedang menjadi tim


inspeksi,  kabarku baik-baik saja….


emmm apakah nanti malam kamu ada waktu?” ucap Mayumi lirih.


“Hah!... inspeksi!” ucap Firman  panik seraya bergegas merapikan chemical box yang masih


berantakan.


“Hai kenapa engkau panik,  tenang saja… kamu belum menjawab


pertanyaanku tadi?” ucap Mayumi lagi.


“Maaf,  aku belum merapikan chemical box,  hal ini akan sangat berbahaya jika ada


inspeksi…. Oh iya,  nanti malam


sepertinya aku ada beberapa pekerjaan sampingan,  sebutkan saja waktu dan tempatnya,  akan aku usahakan untuk bisa menemuimu.” Ucap Firman sambil merapikan chemical box yang masih berserakan dimana-mana.


“Emmmm…. Baiklah,  nanti malam akan aku telepon ke kamarmu,  karena aku sendiri juga belum tahu,  tempat yang tepat untuk kita bertemu nanti.” Ucap Mayumi.


“Emmm…. Baiklah,  kalau tidak ada yang mengangkat telepon di


kamar,  kamu langsung telepon saja ke


sini,  karena aku akan berada disini


semalaman.” terang Firman ramah.


“Baiklah Sayang,  sampai berjumpa nanti malam.” Ucap Mayumi sambil mengecup bibir Firman.


Panggilan

__ADS_1


Sayang dan kecupan Mayumi,  membuat


Firman menjadi diam mematung tak bergerak sedikitpun,  tiba-tiba saja keringat dingin mengucur deras


dari dahinya. Mayumi yang masih berada di hadapannya,  menjadi kaget dengan ekspresi wajah Firman yang


terlihat begitu shock,  namun bukan Mayumi


namanya kalau tidak membuat suasana menjadi semakin tidak karuan,  Mayumi kemudian memeluk dan memberikan kecupan


berkali-kali kepada Firman,  kali ini


Firman bukan hanya shock lagi,  tapi dia


langsung jatuh pingsan,  Mayumi yang terkejut


dengan itu,  berteriak dengan keras.


Sontak hal itu mengejutkan semua orang,


tim inspeksi beserta dengan staff Laundry yang lain,  langsung menuju ke chemical room dan


mendapati Firman yang sudah jatuh terlentang di lantai tak berdaya.


Sayaka


yang terkejut dengan hal itu,  langsung


mendekati Mayumi dan berbisik perlahan kepadanya. “Apa yang terjadi padanya?” bisik Sayaka pelan.


“Aku hanya menciumnya saja.” ujar Mayumi berbisik pelan. Sayaka pun kini terdiam dan berusaha menahan tawa


yang ingin meledak dari mulutnya.


Segera


Firman di bawa oleh tim inspeksi menuju ke klinik kapal,  untuk mendapatkan pertolongan pertama.


******


Naomi


duduk termenung di Open deck,  sambil


sesekali dia melihat ke arah para tamu yang berada satu deck di atasnya. Dia


benar-benar merasa sedih kehilangan kesempatannya untuk bisa dekat dengan


Firman,  sosok lelaki yang sebenarnya


telah mencuri hatinya sejak kontrak sebelumnya.


Warsana


mendekati Naomi yang tengah duduk termenung,  dia ingin menyampaikan rasa curiganya terhadap Ken kepada Naomi.


“Naomi,  kenapa engkau terlihat begitu bersedih,  apakah ada masalah?” Tanya Warsana dengan ramah.


“Eh Warsana…. Tidak ada apa-apa,  aku baik saja kog,  hanya aku merasa rindu keluargaku saja.” ujar Naomi tersenyum ramah.


“Wah…. Kebetulan sekali,  mulai besok kan kita akan memulai cruise


Jepang dan Korea,  jadi kamu mempunyai


banyak waktu dan kesempatan untuk bisa sering berjumpa dengan keluargamu.” ujar Warsana.


“Iya Warsana,  kamu benar sekali…. Oh iya ada perlu apa?  sepertinya ada yang ingin kamu bicarakan


?” Tanya Naomi.


“Betul sekali Naomi…. Ini terkait


dengan Ken dan Dinda kekasihnya,  aku


mendapatkan informasi penting dari Gandhi mengenai hubungan Ken yang


sebenarnya…. Apakah kamu tertarik untuk mendengarnya?” ucap Warsana dngan senyum mengembang.


“Jika itu dari Gandhi,  aku sudah mengetahuinya,  aku rasa aku sedang tidak ingin mendengarkan


apa-apa mengenai hal itu. Maafkan aku ya Warsana.” Ucap Naomi sambil menempelkan kedua tangan di depan dadanya.


“Kalau kamu sudah tahu,  itu jauh lebih baik tentunya…. Lalu sikap apa


yang akan kamu ambil untuk itu?” Tanya Warsana penasaran.


“Maaf  Warsana,  aku sedang tidak ingin


membicarakan tentang hal itu,  dan aku


butuh waktu sendiri untuk saat ini.” Ucap Naomi sambil


berdiri pergi meninggalkan Warsana.

__ADS_1


__ADS_2