
“Dia adalah kekasihku dulu, jauh sebelum aku mengenal Dinda.” Ucap Ken perlahan.
“Apakah engkau mau menceritakannya
padaku?” ucap Naomi meminta.
Ken
menganggukkan kepalanya, dan singkat
cerita Ken mulai menceritakan semua kisah kasihnya dengan Mala, dan bagaimana pengkhianatan yang dilakukan oleh Ken, sehingga kisah cinta mereka harus
berakhir tragis.
“Begitulah akhir kisah cintaku
dengannya, andai saja aku tidak
menduakan kesetiaannya. Maka dia tidak
akan melakukan bunuh diri.” Ucap Ken sambil terus mengusap air
mata yang keluar begitu saja dari matanya.
“Kenapa engkau setega itu Ken, bukankah Mala begitu sangat mencintaimu dan
setia padamu?” ucap Naomi seraya menggelengkan
kepalanya.
“Begitulah penyesalan, selalu datang di akhir…. Itulah yang
membuatku bingung saat ini, aku takut
kejujuranku akan berakibat fatal pada akhirnya.” ucap Ken dengan lirih.
Naomi
termenung sejenak, dia menatap ke langit-langit restaurant tempat kerja mereka. “Aku
rasa, Sayaka akan memiliki jawaban yang lebih bijaksana
Ken, karena dia benar-benar suka
padamu.” Ucap Naomi meyakinkan Ken.
“Tapi aku tidak merasa yakin dengan
Dinda, andai engkau berbicara jujur kepadanya tentang perasaanmu itu kepadanya, apakah dia bisa bersikap bijak atau tidak, karena
aku sendiri belum pernah bertemu dengannya.” ungkap Naomi.
“Apakah Sayaka benar-benar
menyukaiku Mi?” ucap Ken penasaran.
“Iya…. Dia benar-benar
menyukaimu, begitulah yang Chiharu
ceritakan kepadaku tentang perasaan Sayaka kepadamu.” Jelas
Naomi.
Ken
menghirup nafas lega, dia merasa yakin kalau
Sayaka tak akan pergi meninggalkannya sekalipun dia mengutarakan semua
kejujurannya yang benar-benar pahit kepadanya.
“Ken, aku akan mencoba membantumu untuk menyelesaikanmasalah ini, asalkan engkau mau berjanji padaku untuk
jujur, dan tidak membuat sandiwara lagi seperti sebelumnya, apakah engkau mau berjanji kepadaku untuk itu?” tanya Naomi seraya mengangkat jari kelingkingnya.
Ken
menganggukkan kepalanya seraya mengangkat jari kelingkingnya juga, kemudian mengkaitkannya dengan jari
kelingking Naomi, tanda bahwa Ken telah
berjanji kepada Naomi untuk tidak lagi membuat kebohongan tentang Sayaka.
“Sekarang giliranku bertanya
padamu, dan kamu harus menjawab dengan jujur.” Ucap Ken.
“Mau bertanya apa memangnya?” jawab Naomi dengan malas.
“Siapakah laki-laki yang mematahkan
hatimu, sampai membuatmu tidak
__ADS_1
bersemangat seperti ini?” tanya Ken penasaran.
“Aku tidak mengerti dengan yang apa
yang tengah kau tanyakan. Sudahlah aku mau pergi dulu, aku lelah.” Ucap Naomi sambil
berlalu pergi meninggalkan Ken.
******
Sayaka
dan Mayumi di panggil oleh Kapten, untuk
mengikuti rapat yang digelar di ruang utama kemudi kapal, atau yang lebih dikenal dengan sebutan
“bridge”
Pedro
yang dari awal sudah tertarik kepada Sayaka, dalam kesempatan itu mencoba mencari celah kesempatan untuk
mendekatinya, dia meminta rekomendasi
kepada kapten, agar Pedro dan Sayaka
berada dalam satu team. Karena memang nantinya mereka akan dibagi kedalam
beberapa team yang lebih kecil.
Kapten
memasukkan Sayaka dan Mayumi dalam satu team yang sama, dan Pedro bertugas menjadi Team Leader, mereka bertugas untuk melakukan inspeksi di
Departemen Housekeeping dan Laundry, tentu saja Mayumi senang mendengar hal itu, karena dia bisa bertemu dengan Firman
kekasihnya.
Kesempatan
emas itu benar-benar tak di sia-siakan oleh Pedro, dia memperlakukan Sayaka begitu istimewa bak
ratu, namun sayangnya Sayaka yang sudah menutup
hatinya untuk laki-laki lain, tak
sedikitpun peduli dengan perhatian Pedro.
inspeksi akhirnya tiba di laundry area. Tanpa membuang waktu, Mayumi langsung mencari
keberadaan Firman disana, Mayumi berputar-putar di seluruh area Laundry dan bertanya kepada semua staff Laundry disana, hingga
akhirnya dia menemukan Firman sedang berada di ruang chemical menjadi
chemical man.
“Hai! bagaimana kabar kamu hari ini?” Tanya Mayumi ramah.
“Lho! sedang apa kamu disini Mayu? aku baik-baik saja, kamu sendiri bagaimana?” ucap Firman ramah.
“Aku sedang menjadi tim
inspeksi, kabarku baik-baik saja….
emmm apakah nanti malam kamu ada waktu?” ucap Mayumi lirih.
“Hah!... inspeksi!” ucap Firman panik seraya bergegas merapikan chemical box yang masih
berantakan.
“Hai kenapa engkau panik, tenang saja… kamu belum menjawab
pertanyaanku tadi?” ucap Mayumi lagi.
“Maaf, aku belum merapikan chemical box, hal ini akan sangat berbahaya jika ada
inspeksi…. Oh iya, nanti malam
sepertinya aku ada beberapa pekerjaan sampingan, sebutkan saja waktu dan tempatnya, akan aku usahakan untuk bisa menemuimu.” Ucap Firman sambil merapikan chemical box yang masih berserakan dimana-mana.
“Emmmm…. Baiklah, nanti malam akan aku telepon ke kamarmu, karena aku sendiri juga belum tahu, tempat yang tepat untuk kita bertemu nanti.” Ucap Mayumi.
“Emmm…. Baiklah, kalau tidak ada yang mengangkat telepon di
kamar, kamu langsung telepon saja ke
sini, karena aku akan berada disini
semalaman.” terang Firman ramah.
“Baiklah Sayang, sampai berjumpa nanti malam.” Ucap Mayumi sambil mengecup bibir Firman.
Panggilan
__ADS_1
Sayang dan kecupan Mayumi, membuat
Firman menjadi diam mematung tak bergerak sedikitpun, tiba-tiba saja keringat dingin mengucur deras
dari dahinya. Mayumi yang masih berada di hadapannya, menjadi kaget dengan ekspresi wajah Firman yang
terlihat begitu shock, namun bukan Mayumi
namanya kalau tidak membuat suasana menjadi semakin tidak karuan, Mayumi kemudian memeluk dan memberikan kecupan
berkali-kali kepada Firman, kali ini
Firman bukan hanya shock lagi, tapi dia
langsung jatuh pingsan, Mayumi yang terkejut
dengan itu, berteriak dengan keras.
Sontak hal itu mengejutkan semua orang,
tim inspeksi beserta dengan staff Laundry yang lain, langsung menuju ke chemical room dan
mendapati Firman yang sudah jatuh terlentang di lantai tak berdaya.
Sayaka
yang terkejut dengan hal itu, langsung
mendekati Mayumi dan berbisik perlahan kepadanya. “Apa yang terjadi padanya?” bisik Sayaka pelan.
“Aku hanya menciumnya saja.” ujar Mayumi berbisik pelan. Sayaka pun kini terdiam dan berusaha menahan tawa
yang ingin meledak dari mulutnya.
Segera
Firman di bawa oleh tim inspeksi menuju ke klinik kapal, untuk mendapatkan pertolongan pertama.
******
Naomi
duduk termenung di Open deck, sambil
sesekali dia melihat ke arah para tamu yang berada satu deck di atasnya. Dia
benar-benar merasa sedih kehilangan kesempatannya untuk bisa dekat dengan
Firman, sosok lelaki yang sebenarnya
telah mencuri hatinya sejak kontrak sebelumnya.
Warsana
mendekati Naomi yang tengah duduk termenung, dia ingin menyampaikan rasa curiganya terhadap Ken kepada Naomi.
“Naomi, kenapa engkau terlihat begitu bersedih, apakah ada masalah?” Tanya Warsana dengan ramah.
“Eh Warsana…. Tidak ada apa-apa, aku baik saja kog, hanya aku merasa rindu keluargaku saja.” ujar Naomi tersenyum ramah.
“Wah…. Kebetulan sekali, mulai besok kan kita akan memulai cruise
Jepang dan Korea, jadi kamu mempunyai
banyak waktu dan kesempatan untuk bisa sering berjumpa dengan keluargamu.” ujar Warsana.
“Iya Warsana, kamu benar sekali…. Oh iya ada perlu apa? sepertinya ada yang ingin kamu bicarakan
?” Tanya Naomi.
“Betul sekali Naomi…. Ini terkait
dengan Ken dan Dinda kekasihnya, aku
mendapatkan informasi penting dari Gandhi mengenai hubungan Ken yang
sebenarnya…. Apakah kamu tertarik untuk mendengarnya?” ucap Warsana dngan senyum mengembang.
“Jika itu dari Gandhi, aku sudah mengetahuinya, aku rasa aku sedang tidak ingin mendengarkan
apa-apa mengenai hal itu. Maafkan aku ya Warsana.” Ucap Naomi sambil menempelkan kedua tangan di depan dadanya.
“Kalau kamu sudah tahu, itu jauh lebih baik tentunya…. Lalu sikap apa
yang akan kamu ambil untuk itu?” Tanya Warsana penasaran.
“Maaf Warsana, aku sedang tidak ingin
membicarakan tentang hal itu, dan aku
butuh waktu sendiri untuk saat ini.” Ucap Naomi sambil
berdiri pergi meninggalkan Warsana.
__ADS_1