
•Arya POV•
"kemarin aku meninggalkan putra semata wayangku di rumah momi, sebetulnya aku tak rela meninggalkannya sendirian Karna anakku itu selalu bersama-sama dengan aku,dari sejak aku belum bercerai dengan Vina, kemampun aku pergi ia selalu ada bersamaku Karna Vina tidak begitu peduli dengan anak kami, ia terlalu sibuk dengan kesenangannya sendiri.
ini adalah kali pertama ku pergi sendiri tanpa Bisma ikut bersama ku,saat berada di kamar kemarin aku sempat berfikir untuk membawa Bisma bersama ku, tapi setelah aku melihat bagaimana Baby Sister baru pilihan momi itu sangat menyayangi Bisma, dan melihat anak ku begitu dekat dengannya aku mantap untuk pergi sendiri.
saat aku hendak menuruni tangga menuju ruang keluarga aku melihatnya bermain bersama dengan Bisma seperti seorang ibu dan anak yang sesungguhnya,ia begitu sabar menghadapi anak ku yang mulai aktif itu,saat itu aku juga sepontan teringat kejadian beberapa waktu lalu saat kami sholat di salah satu masjid, tanpa sadar aku menyodorkan tangan ku di depan wajahnya, dia nampak terkejut dan yang membuat aku malu adalah perkataannya bahwa kami *belum Marham*,
saat sampai di ruang keluarga aku langsung mengajak semuanya untuk berangkat ke bandara, di dalam perjalanan sesekali aku meliriknya entah mengapa saat aku melihatnya hati ku menjadi tenang dan aku juga ingin bermanja-manja dengan dia, prasaan yang tak pernah aku rasakan meski aku menyayangi Vina tapi aku tak pernah merasakan perasaan ini.
seakan mata ku dan hatiku enggan untuk jauh dari dia, saat aku berpamitan pada keluarga ku,ia dengan sabar menggenggam tangan tangan mungil anak ku, saat aku memeluk Bisma sebelum aku pergi ingin juga rasanya aku memeluk dan menciumnya, tapi seketika aku teringat kejadian di masjid, yang langsung membuat aku malu.
baru dua Minggu dia berada di rumah momi untuk mengasuh Bisma ,tapi rasanya dia adalah ibu kandung Bisma Karna kedekatannya dengan anak ku itu, sungguh membuat hatiku tenang meninggalkan Bisma di rumah bersamanya, usianya memang jauh lebih muda lima tahun dari ku dan vina tapi sifat keibuannya mengalahkan Vina . Dila itulah nama yang di perkenalkan untuk ku saat pertama kali aku bertemu dengan.
aku tak tau apa yang aku rasakan saat ini, apakah itu cinta atau apalah tapi sejujur aku belum siap dengan hubungan baru, Karna perceraian ku dengan Vina masih baru,dan lagi apa jika aku menyatakan perasaan ku pada Dila apa dia mau menerima ku, yang sudah duda anak satu"
•Author POV•
Kring kring kring kring kring
Arya tersadar dari lamunannya saat handphone miliknya berdering ,ia melihat nama yang ada di layar tertulis nama momi .
" Hallo mom Aslamualaikum"
" wa'alaikumsalam sayang, gimana udah sampek" tanya momi di sebrang
" udah mom, belum lama aku sampai di hotel" jawab Arya sambil berjalan menuju ranjang hotel
" Alhamdulillah kalo gitu, jangan lupa makan ya" sahut momi cat memberikan wejangan
" ok mok,ohh iya mom di mana Bisma" tanya Arya Karna tidak mendengar suara anaknya itu Karna biasanya saat mominya menelvon meski ia di kantor Bisma selalu ramai
" oh dia masih di kamar Dila, baru bangun tidur dan seperti kebiasaannya dia tidak memberikan Dila beranjak satu sentimeter pun darinya" Jawab momi cat panjang lebar
__ADS_1
" apa dia tidak menanyakan aku" jawab Arya Karna merasa terlupakan oleh anaknya
"tidak " jawab momi singkat yang membuat Arya semakin penasaran dengan anaknya
" mom bisa beri aku nomor e Dila," pinta Arya dengan suara bersemangat
" untuk apa" tanya momi pura pura merasa bingung, padahal di sebrang telepon dia merasa bahagia Karna Arya mulai membuka hatinya lagi.
" tidak ada mom, ayo lah berikan saja" sahut Arya malas menanggapi mominya
tak lama setelah mematikan telepon Arya, momi cat dengan semangat mengirimkan nomor Dila ke Arya Lewat chat .
tring
suara notifikasi chat yang menandakan chat masuk,Arya langsung membuka Chat dari momi dan memindahkan nomer telepon Dila ke hpnya, setelahnya Arya langsung menghubungi Dila lewat panggilan video.
kring kring kring kring kring kring
Arya yang panggilan videonya terus di rejek oleh Dila semakin bersemangat menjahili Dila
akhirnya panggilan yang ke sebelah,Dila yang sudah merasa jengkel mengangkat panggilan itu.
" Assalamu'alaikum" jawab Dila pendek dan mengarahkan kamera ponselnya ke arah plafon
tanpa melihat wajah sang penelvon,
" wa'alaikumsalam" jawab Arya tak kalah pendek
kemudian hening Karna Dila tidak mau melihat ke arah Kamara ponselnya dan berbicara, sampai Bisma yang dari tadi memperhatikan Dila mengambil ponsel itu berteriak
" papi" celoteh Bisma sambil mengembangkan senyumnya,Dila yang mendengar celoteh Bisma terkejut dan langsung ikut melihat ke arah layar ponselnya.
"Hay sayang," jawab Arya sambil menahan senyum melihat wajah panik Dila
__ADS_1
" sayang tadi mbk bilang apa, " Dila menginginkan Bisma dengan apa yang baru ia ajarkan
" acalamualkum papi" Bisma yang teringat dengan yang sudah di ajarkan Dila langsung mempraktekkannya
" wa'alaikumsalam ya Allah anak papi pinter banget" Jawab Arya berbinar Karna Dila sudah mengajarkan ajaran baik kepada anaknya.
bisma lantas menceritakan semua yang ia lakukan bersama Dila sampai ia tertidur dengan posel Dila masih menyala,Dila pun kemudian mengambil ponselnya Karna ia fikir panggilan video Arya sudah di matikan Karna sudah dari tadi, namun ia terkejut melihat wajah Arya yang begitu tampan
" kenapa tidak langsung mengangkat panggilan ku tadi" tanya Arya pura pura marah
" maaf pak saya gak tau yang telvon bapak" jawab Dila dengan wajah malunya yang menggemaskan menurut Arya
" ok kali ini di maafkan, tapi simpan nomor ku agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi" perintah Arya dengan tujuan modusnya
" ok pak" jawab dila ,dan panggilan video itu berahir sebelumnya Arya sudah mengambil foto Dila saat panggilan video masih berlangsung.
malam harinya seluruh keluarga Candra tengah makan malam dan berbincang sembari tertawa
" Dila setiap hari Bisma tidak bisa jauh dari kamu ya" tanya papa Candra
" eh tidak papa pak, saya malah suka Karna dia bahkan ikut tidur bersama saya" jawab Dila dengan senyuman manis
" wah benarkah" tanya papa Candra yang sebelumnya sudah di setting momi cat
" kalo begitu mulai malam ini kami tidur di kamar Bisma saja nak, di sana kamu akan lebih leluasa dan tidak terlalu capek" sahut momi cat
" di kamar saya juga tidak papa buk " jawab Dila sambil terus menyuapi Bisma yang makan dengan lahap
" tidak Dila kamu pindah ke kamar Bisma mulai malam ini, lihat badan mu nanti tambah kecil" sahut momi cat
" baik lah buk" Dila tidak mau berdebat dengan kedua orang baik yang ia anggap orang tua nya itu
makasih ya udah baca novel,udah vote, aku sayang kalian 😍 jangan lupa like dan komentarnya nantik di tengah cerita bakal ada suprise,❤️ happy reading ❤️
__ADS_1