Sang Baby Sister

Sang Baby Sister
Renungkan


__ADS_3

•Arya POV•


" kemarin aku terkejut dengan kedatangan Dila ke kantor bersama putra semata wayangku, ia membawakan bekal makan siang untuk ku, entah mengapa melihatnya datang seperti itu aku merasa sangat bahagia. dia datang sambil menggendong bisma yang tertidur pulas di gendongannya sambil tangan satunya menentang paper bag berisi kotak makan.


langsung ku hampiri dirinya dan mengambil alih Bisma dari gendongannya,dan ku letakkan di atas ranjang kamar kantor ku, kemudian aku mencium kening putra ku dan berjalan keluar menemuinya, ia nampak tengah duduk di atas sofa kantor membuka kota makan siang, sebetulnya aku sudah makan tapi aku ingin mengetes apakah dia perhatian pada ku atau tidak dengan mengatakan aku belum makan.


mendengar aku belum sempat makan siang dia bener bener kuatir, dia segera memberikan se-kotak makan yang sangat enak, kami bercerita tentang banyak hal, bahkan aku seperti seorang suami yang bertanya tentang rumah anak kepadanya, dia menjawab semua seperti seolah ia adalah istriku, bahagia menyelimuti prasaan ku.


aku perlahan bisa membuka kedekatan dengannya, yang kata adik ku, dia menutup hatinya untuk laki laki Karna masa lalunya, entah mengapa dengan masa lalu nya aku akan terus mencoba menjadikannya milikku.


saat kami tengah menikmati kebersamaan kami, tiba tiba Sahabat sekaligus asisten ku Riki masuk ke dalam ruangan tanpa permisi.


kulihat ia mencoba menggoda wanita yang sedari tadi duduk di hadapanku, mereka tampak akrab, melihatnya hati ku seakan terbakar dan aku sangat marah, aku menyuruh mereka untuk pergi dan mereka benar benar pergi.


saat dila tengah pergi bersama Riki aku Tambah marah Karna Dilla benar benar tak tau bagaimana perasaan ku. setelah dia kembali aku langsung mengajaknya untuk pulang, aku benar-benar cemburu buta hingga aku mendiamkannya sampai rumah.


malam harinya selesai makan aku mengajak Bisma untuk masuk kedalam kamar Karna aku masih marah dengan Dila, aku dan Bisma bermain game hingga putraku itu tidur, setelah Bisma tidur aku masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri, aku masuk kedalam betd up untuk berendam, meredam prasaan ku, Berjam jam aku berendam, dan kemudian aku berdiri di bawah shower berharap pikiran tetang Dila bersama Riki tadi hilang bersama guyuran air, lama aku di kamar mandi hingga suara azan subuh berkumandang, aku bergegas untuk sholat di rumah dan langsung tidur.


badan ku terasa dingin dan juga panas, semua badanku terasa pegal entah berapa lama aku tidur aku mendengar ada suara lembut memanggil nama ku ,saat aku membuka mata wajah wanita yang akhir akhir ini membuat hati ku kacau sudah ada di samping ku, menawariku semangkuk bubur yang ia bawa.

__ADS_1


sebenarnya aku kuat untuk makan sendiri, namun aku memintanya menyuapi ku seperti Bisma yang sedari tadi disuapinya. dia memberikan ku segelas air putih dan mulai menyuapi ku.


saat aku di supi oleh nya tiba tiba aku terkejut mendengar panggilan anak ku untuknya *Bunda* ya kata itu lah yang anak ku berikan padanya entah dari mana ia mendengar kata itu, dan sejak kapan ia mulai memanggilnya bunda, yang jelas aku merasa senang


saat aku mengulang kata yang Bisma sematkan untuk nya dia menjelaskan semua kepada ku dengan gayanya yang menggemaskan bagiku,ingin rasanya aku memeluk,mencium,dan menjadikan ia milikku seutuhnya namun apakah ia mau menerima ku yang seorang duda beranak satu ini, dia cantik, manis, dengan badan mungilnya dia bisa mendapat pria yang dia ingin kan, dia terus menyuapi aku dan Bisma dengan telaten dan sabar kami nampak seperti keluarga yang bahagia, aku berharap dia adalah jodoh terbaikku, yang bisa menjadi madrasah pertama anak ku.


kami bertiga duduk di atas ranjang yang sama, bercerita sembari ia menyuapi aku makan , selesai menyuapi ku makan aku mendengar suara dari perutnya saat aku tanya apa dia beluk makan,aku sunggu terkagum dengan jawabannya dia tidak berfikir makan Karna mendengar badan ku panas, aku semakin menginginkan dirinya, aku menyuruh nya untuk makan dulu namun ia seperti enggan untuk meninggalkan aku yang masih sakit


setelah dia meninggalkan kamar aku bertanya pada putra ku mengapa ia memanggil Dila dengan sebutan Bunda, anak ku menjawab karena ia adalah bunda milik Bisma katanya ,aku bertanya lagi apa dia ingin Dila menjadi bundanya, dengan bersemangat ia menggunakan kepala, aku memintanya untuk bertanya pada dila apa dia mau menjadi bunda yang sesungguhnya untuk Bisma.


tak lama saat aku masih bercanda dengan putra ku Dila masuk ke dalam kamar , ia bercerita bahwa tadi Riki menelvonya menanyakan tentang aku yang tidak masuk kantor, mendengar itu aku teringat akan kejadian kemarin emosi memenuhi dadaku marah aku ingin marah sekali .


•Author POV•


Dila menoleh menatap Arya


" mas Arya gimana udah enakkan belum" tanya Dila


" hmm" jawab Arya masih kesal mendengar Riki menelvon Dila

__ADS_1


" mas Arya kenapa, dari pulang kantor kemarin sampek hari ini diem aja, dan tiba tiba demam gini" tanya Dila


Aray menatap Dila lekat..


" Semalaman aku berendam di betd up,dan berdiri di bawah shower" jawab Arya masih merajuk


" dan untuk perubahan sikap mas Arya kenapa jadi diem aja dari pulang kantor kemarin" tanya Dila lagi


" cari tau aja sendiri" Arya merebahkan tubuhnya


" apa aku buat salah mas?" tanya Dila


" coba kamu renungin dulu, kalo udh tau jawabannya ngomong" jawab Arya pendek membuat Dila semakin bingung.


hallo semua sampai disini dulu ya,😚


dan insyallah bakalan ada give uwe ,🤩 kalo udah sampai target ku yaa nantikan aja okeyy🎉


aku sayang kalian ❤️ happy reading

__ADS_1


__ADS_2