Sang Baby Sister

Sang Baby Sister
sejak kapan ?


__ADS_3

Dila yang terlelap dengan tenang tidak menyadari ada yang memperhatikannya dengan intens dari tadi di ambang pintu kamar.


sosok yang berdiri di depan pintu itu tak bergeming dari tempatnya berdiri, seperti melihat sesuatu yang membuatnya enggan untuk pergi.


Pukul 02:30 pagi Bisma yang biasanya tidur pulas hingga pagi,tiba tiba terbangun karna merasa tidak nyaman dengan suhu tubuhnya yang panas


" mbk la angun,aku aus" rengek Bisma sambil mengguncang tubuh Dila yang masih tertidur pulas dengan wajah yang letih,Dila yang di panggil dan merasakan pipinya di ciumi tak lama ia bangun.


" ada apa sayang hmm" jawab Dila yang masih tiduran dengan posisi miring menghadap Bisma dan memeluknya,tak lama kemudian membuka matanya dengan lebar dan langsung memegang kening Bisma yang terasa panas, dengan sepontan ia duduk dan memegang kening Bisma lagi," kamu demam nak, Ya Allah " dengan panik Dila membuka selimutnya hendak mengambil termometer di laci dan air putih di atas markas.ia masih belum menyadari kehadiran seorang yang menatapnya dari tadi Karna lampu redup di dalam kamar itu.


setelah termometer di temukan ia langsung mengecek suhu tubuh Bisma. " ya Allah 38°, aku kasih minum yang banyak dulu lah,terus di kompres, kalo besok pagi suhu tubuhnya belum turun aku Bawak ke dokter" Dila berbicara dengan dirinya sendiri, mencoba menurunkan panas Bisma dengan cara yang ia peroleh dari sang ibu.


" sayang minum air putih yang banyak dulu ya,abis itu mbk kompres besok kalo masih panas badannya kita ke dokter,ok anak gateng" Dila berbicara sambil menyerahkan segelas air putih untuk Bisma, setelah Bisma menghabiskan minumnya ia kemudian mengambil air untuk mengompres Bisma.


" sini kamu berbaring dulu ya, " Dila berbicara sambil membaringkan tubuh Bisma dan mengompresnya, setelah merasa mulai nyaman Bisma terlelap dengan tenang, membuat hati Dila juga tenang Karna Bisma sama sekali tidak rewel.


seseorang yang dari tadi berdiri di ambang pintu memperhatikan Dila dan Bisma tadi, kini sudah duduk di sofa kamar masih terus menatap ke arah ranjang kamar,Dila sedari belum juga menyadari kehadiran seorang itu.


setelah Bisma tertidur pulas dengan kompres di keningnya,Dila mengambil air wudhu untuk melakukan sholat tahajud, selesai sholat ia berdoa di atas sajadah dan menceritakan semua yang terjadi kepada Allah.


"ya Allah yang maha kuasa atas segala sesuatu, hari ini aku kembali mengingat kejadian itu, apa aku yang seorang wanita yang banyak sekali dosa ini bisa mendapatkan seorang imam yang bisa membawaku ke surga, ya Allah ya Tuhanku, tolong jagalah jodohku di mana pun dia berada semoga dia baik baik saja aamiin" setelah selesai curhat,dan berdoa Dila kembali ke atas tempat tidur dan memberikan tubuhnya di samping Bisma.


seseorang yang berada di sofa kamar mendengar semua curhat dan juga doa Dila hanya tersenyum simpul,dila masih juga belum sadar ada seseorang di dalam kamar memilih kembali tidur sambil mencium dan memeluk Bisma Karna subuh masih sedikit lama.


setengah jam kemudian seseorang yang tadi duduk di sofa mendekati Dila dan Bisma di atas ranjang, " Jadi begini kalo lagi tidur Cantik" batin seseorang itu.


*****


suara azan subuh membangunkan Dila dari tidurnya, dengan hati hati ia turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu masih menggunakan daster selutut dan rambut diikat pendek, selesai berwudhu Dila mengambil mukenah dan juga sajadahnya mengambil dan membaca Al Quran, sambil menunggu Khomad dari masjid yang tidak jauh dari rumah itu, Dila mengaji dengan fasihnya, setelah mendengar suara Khomad dari masjid ia menutup Al Qur'an nya dan melaksanakan sholat Subuh.

__ADS_1


selesai melaksanakan sholat Subuh ia kembali ke atas ranjang dan mengecek suhu tubuh Bisma," alhamdulilah udah turun panasnya" ucap Dila setelah mengecek suhu tubuh Bisma dengan termometer,


Bisma mendekap erat tubuh Dila yang berada di sampingnya, seperti takut di tinggal,Dila yang mendapat perlakuan seperti itu hanya tersenyum dan menciumi wajah Bisma,


" lampu kamar dari semalam sebelum aku tidur udah di matiin dan tadi malam pas Bisma panas juga gak di hidupin,ya Allah Kok aku besi melihat dalam remang lampu tidur ini" Dila berbicara pada dirinya sendiri,Karna baru menyadari dari semalam ia tidak menyalakan lampu saat mencari ini itu Karna panik ia cekikikan sendiri.


satu jam kemudian Bisma Bangun dari tidurnya, " pagi mbk la" panggilan Bisma dengan suara bangun dari tidurnya sambil mengucek mata, " pagi sayang, badannya masih gak nyaman ya" tanya Dila lembut yang di balas geleng oleh Bisma, " udah enak kok, cuma mau tidul di sini teyus" jawab Bisma dengan mendekap tubuh Dila erat.


saat Bisma masih bermanja-manja dengan Dila , tiba tiba ponsel Dila berdering menandakan panggilan masuk, dila melihat nama di layar ponselnya , bertuliskan nama Desi cantik, Nama yang Desi tulis sendiri di ponsel Dila .


" Assalamu'alaikum Des ada apa, masih satu rumah kok telvon" tanya di heran kenapa Desi menelponnya Karna mereka satu rumah, " enggak ada mbk,cuma bingung aja, biasanya jam segini mbk udah di taman belakang Kok sekarang gak ada" tanya Desi Karna ia sudah rela bangun bagi akhir ini Karna ingin ikut Dila .


" Bisma semalam demam, terus pagi ini dia gak mau kemana mana ini masih meluk meluk mbk" jawab Dila memberi tahu Desi


setelah panggilan telepon pagi satu rumah, Desi segera mencari momi cat untuk memberi tahu bahwa Bisma demam,


Desi dan momi cat berlari menuju kamar yang di tempati Dila dan Bisma,


" Dila" panggilan momi di depan pintu kamar


" masuk buk, " jawab Dila dari dalam kamar


Desi dan momi cat masuk tanpa melihat kearah soda yang menunggu ranjang yang di tempati Dila dan Bisma, " maaf Bu saya berpenampilan seperti ini" Dila merasa tidak enak Karna ia menggunakan pakaian tidur Daster sebatas lutut, dan menampilkan wajah bangun tidur yang tambah cantik dengan rambut yang masih terikat pendek .


momi dan Desi tersadar dari lamunannya Karena kagum dengan penampilan Dila yang baru pertama dilihat." ah tidak apa-apa nak kamu cantik" jawab momi cat tulus, " iya mbk, Gimana bisa mbk baru bangun tidur dan secantik ini" Desi ikut menimpali perkataan mominya.


" gimana keadaan Bisma nak? " tanya momi setelah percakapan itu, " udah normal panasnya buk,tadi malam saya kasih minum air putih yang banyak,dan juga saya kompres" jawab Dila jujur


" tapi maaf Buk,Desi, saya gak Bisma bantuin bikin sarapan Karan Bisma gak mau di tinggalkan,dan saya akan masak buat Bisma saja" Dila berkata pada momi cat yang duduk di sampingnya

__ADS_1


" iya nak gak apa apa momi paham" sahut momi cat. kemudian ketiganya bercanda dan tertawa keras sekali membuat seseorang yang tidur di atas sofa kamar terbangun.


" pagi pagi berisik sekali" kata seseorang itu sambil bangkit dari tidurnya , ketiga wanita yang tengah asik mengobrol langsung menoleh Karna mendengar suara dari arah sofa dan muncullah sosok itu pria dengan muka bangun tidur melihat kearah ketiga wanita itu.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaa" sontak ketiganya berteriak terkejut, Dila yang tersadar tengah tidak memakai hijab langsung membungkus tubuh dengan bad cover putih, sedangkan momi dan Desi berteriak terkejut kembali " Mas Arya" Desi, " Arya" dan mendekati Arya yang duduk di sofa menghap ranjang .


Momi dan Desi langsung menarik telinga Arya Karna keterkejutannya, kemudian momi mulai berceramah paginya


" sejak kapan kamu ada di kamar ini hahh? " tanya momi cat


" semalam mom" jawab Arya yang masih memegang telinga akibat tarikan momi dan Desi tadi


" apa?" Dila yang terkejut sepontan teriak dan terkejut. momi cat yang memahami maksud Dila tidak merespon apa apa...


akhirnya Desi membantu Dila untuk masuk kamar mandi . " kenapa kamu masuk kedalam kamar ini Arya" tanya momi


" ya aku harus ke kamar mana mom, ini kamar ku dan aku tidak tau dia pindah ke kamar ini" jawab Arya jujur


" apa kamu melakukan apa apa ke Dila" tanya momi lagi..


" tidak mom aku hanya memperhatikan saja, tubuhnya yang memakai daster itu dan bagaimana dia menangani Bisma yang sempat demam semalam, setelah tahajud dia kembali tertidur aku mendekatinya dan melihat ahh" jawab Arya sambil mengingat kejadian semalam sambil tersenyum penuh arti,tanpa menyadari tatapan momi cat yang siap menerkam


" Dasar anak cabul" momi cat memukul mukul Arya dengan geramnya . " apa kamu tau mas Arya bagi mbk Dila tubuhnya itu sangat berharga dan hanya akan di perlihatkan hanya kepada suaminya " Desi ikut menimpali perkataan momi dan ikut mencubit badan Arya


Arya yang mendengar perkataan Desi merasa senang, entah mengapa cubitan dan pukulan tak sebanding dengan kabar bahagia itu .


lima belas menit kemudian Dila keluar dari kamar mandi sudah memakai jilbab dan gamisnya, melihat Arya yang di hajar oleh momi dan adiknya, saat hendak melerai ketiganya tiba tiba Bisma terbangun dan mencari Dila,Dila langsung mendekati Bisma.


ketika orang yang sedang baku hantam mendongak ke atas ranjang Karna mendengar suara Bisma.

__ADS_1


__ADS_2