
Hari berganti hari Minggu berganti Minggu,tak terasa liburan Dila satu bulan lagi akan berakhir , Dila memutuskan untuk berhenti menjadi Baby Sister Bisma, sebelum ia mengutarakan niatnya untuk berhenti bekerja,Karna ia sadar, mungkin momi cat, pak Candra,dan juga yang lain keberangkatan dengan kegiatan Dila yang menjaga Bisma sambil kuliah, yang artinya ia tidak bisa setiap saat berada di sisi bisma seperti biasanya.
Setiap hari Bisma semakin lengket dengannya,Bisma tak mau berpisah lama dengan Dila, semua yang berhubungan dengan Bisma pasti ada Dila, seperti kelakuan seorang anak yang bermanja-manja pada ibunya, Arya dulu yang biasanya bingung menitipkan Bisma kepada siapa kini ia pun menjadi tenang meninggalkan Bisma kepada Dila, seperti tenang meninggalkan anak bersama istrinya di rumah.
malam ini mommy cat,papa Chandra, dan Arya. sedang duduk santai di ruang keluarga mereka mengobrol hal remeh temeh, saat semuanya tengah asyik mengobrol dan bercanda. tiba-tiba Arya mengutarakan niatnya. "mom, Pa, besok aku akan kembali ke rumahku. "Arya berpamitan disela obrolan mereka, "lalu bagaimana dengan Dila "tanya mommy cat merasa rencananya akan gagal.
" apa kamu bener-bener udah siap kembali ke rumah itu Arya "tanya papa Chandra meyakinkan anaknya itu Arya hanya menghembuskan nafasnya kasar, disaat Arya dan papa Candra mengobrol tentang kembalinya Arya ke rumahnya sendiri, momi cat mencari ide bagaimana caranya agar Dila bisa lebih dekat dengan Arya,Karna setelah kejadian beberapa bulan lalu, saat Arya tidur di sofa kamarnya sepulang dari Prancis Dila seperti menghindari Arya.
momi cat yang mendapat ide cemerlang menatap tajam kearah papa Candra memberikan kode agar ia bisa bicara, " jadi kamu bener-bener udah siap kembali ke rumah itu Arya, atau kamu mau ganti rumah saja" tanya momi setelah obrolan Arya dan papanya selesai.
" insyaallah mom, aku yakin mau gimana pun aku udah punya tanggung jawab sendiri aku tidak mau merepotkan kalian lagi," jawab Arya yang merasa dirinya menjadi beban keluarga.
" kamu sudah pikiran bagaimana dengan Bisma jika kamu kembali ke rumah itu" tanya momi lagi
Arya terdiam merenungi perkataan mominya
" momi punya ide, Bisma kan tidak bisa jauh dari Dila,jadi kau bawa Dila sekalian biar bisa jagain Bisma" saran momi cat dengan Sok bijaknya
" apa Dila mau mom, dia aja sering menghindar saat berdua dengan ku" jawab Arya memelas
" itu salah mu sendiri,Dila itu sangat menjaga kehormatannya, makanya kamu ajak dia pasti mau" sahut momi cat dengan perasaan gemesnya
keesokan harinya semua anggota keluarga Candra termasuk Dila dan Bisma duduk di meja makan untuk sarapan seperti biasanya,saat Dila asik menyuapi dan makan sarapannya momi cat membuka obrolan.
" Dila, hari ini kamu kemasin barang kamu ya" perkataan momi cat mengejutkan Dila," apa saya di pecat buk? " tanya Dila bingung, begitu pula dengan Desi yang terdesak makanannya,
" Mbk Dila di pecat,? berati mbk Dila harus pergi dong?" Desi bertanya dengan nada terkejut dan syok dan sedihnya ,bisma yang mendengar Dila akan bergi langsung menatap Dila, " gak boyeh,mbk la harus cama aku dak oleh pelgi" Bisma berkata sambil memeluk tubuh Dila dengan erat seakan takut kehilangannya.
momi cat menggelengkan kepalanya saat bisma dan Desi yang sama sama duduk di samping Dila memeluk dengan erat tubuh wanita mungil itu. " Mom apa salah mbk Dila, apa sefatal itu sampai harus di pecat" rengek Desi sambil menitikkan air mata, Dila yang melihat kasih sayang Desi dan Bisma kepadanya terharu dengan drama kedua bocah beda generasi itu, dengan lembut Dila mengusap kepala keduanya, bahkan kini Bisma duduk di pangkuan Dila sambil terus memeluknya erat.
Arya yang melihat adik dan juga anaknya sangat menyayangi Dila dengan tulus ikhlas ikut bahagia,Karna dulu saat ia menikah dengan Vina dan tinggal di rumah ini semua anggota keluarga tampak acuh dan tidak perduli, berbeda dengan Dila, yang langsung mendapat kasih sayang dari seluruh keluarga.
" astagfirullah kalian ini ya, siapa juga yang mau memecat Dila, besok Arya mau pulang ke rumahnya,jadi Dila harus ikut" jawab momi menjelaskan
" what tinggal sama mas Arya?" tanya Desi terkejut
" iya, besok mas mau pulang jadi mas Bawak Dila sekalian" jawab Arya santai
" tapi belum tentu mbk Dila mau," jawab Desi berharap Dila tak mau ikut
" dia harus ikut Karna Bisma kan juga akan pulang" Potong momi cat di antara perdebatan kedua Kakak beradik itu
setelah keputusan di meja makan itu, Dila yang di bantu Bisma dan Desi sedang merapikan barangnya yang tidak banyak, dari di umumkannya Dila pergi ke rumah Arya, Desi tak mau lepas dari Dila Karna kebetulan ini hari Sabtu jadwalnya libur sekolah.
__ADS_1
" mbk jadi kita gak bisa ketemu setiap hari lagi,mbk gak bisa bantuin aku kerjain PR,Tugas" rengek desi kepada Dila.
" kita kan masih dalam satu kota,kamu bisa main kesana kan" jawab Dila sambil tersenyum ramah
***
malam harinya saat semuanya kembali berada di meja makan, tiba tiba di kejutkan dengan kedatangan Maya yang berteriak kencang.
" omaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" Teriak Maya dengan berlari menghampiri Oma kesayangan di meja makan di susul dengan Septi dan Dion.
" Assalamu'alaikum, selamat semua" sapa Septi setelah berada di dekat momi cat dan papa Candra untuk Salim .
" wa'alaikumsalam" jawab semuanya
" siapa dia mom, istri baru Arya kah" pekik Septi sambil mencari bangku kosong bersama suaminya ,membuat Dila tersedak dan terbatuk-batuk .
" bulum" jawab Arya singkat seketika Dila yang masih terbatuk-batuk menatapnya.
" kalian kesini kok gak ngasih kabar dulu" tanya momi cat mengalihkan pembicaraan
"Maya kangen Oma, jadi aku ngajak momi and dad kesini" jawab anak berusia tuju tahun itu.
" ya ampun sayangnya Oma" Jawa momi cat bahagia menyaksikan semua orang yang di sayangnya ada disini. kemudian semuanya melanjutkan makannya sambil di selingi candaan
selesai makan malam, Bisma bermain dengan Maya kakak sepupunya, sedangkan momi cat, papa Chandra, Septi, Doni, Dila, Desi,dan Arya duduk bersama untuk bercengkrama, sebetulnya Dila merasa tidak nyaman, tak lama kemudian Desi menarik tangannya untuk meningkatkan kumpulan keluarga..
" ngpain liatin kayak gitu?" tanya Arya yang merasa risik oleh sikap kalanya
" dia istrimu" tanya Septi penasaran
papa Candra dan menantunya berpamitan pergi meninggalkan Arya bersama dua wanita yang sifatnya sana itu. Arya yang merasa tau papa dan kakak iparnya pikirkan berlari meninggalkan kedua wanita menyebalkan itu.
saat semua laki laki pergi momi cat mulai bercerita awal perkenalannya dengan Dila
" jadi momi ingin menjadikan Dila sebagai istri Arya?" tanya Septi mengangkat kedua alisnya
"iya betul, tapi menurut informasi dari Desi kemarin, Dila belum bisa membuka hatinya sampai ada seseorang laki laki yang membuatnya yakin untuk menikahinya, dia tidak mau berpacaran, dia bercita-cita untuk langsung menikah dan pacaran dalam pernikahan,bukan pacaran lalu menikah,dia juga berkata kalo ada yang berniat menjadikannya istri maka dia harus berusaha membuka hatinya." terang momi cat menyalin laporan dari Desi kemarin.
" jadi apa rencana momi untuk itu" tanya Septi penasaran, pasalnya momi tidak seantusias ini saat pernikahan Arya dulu, momi cat kemudian membisikkan sesuatu kepada Septi.
Sementara itu di dalam kamar lain,Dila dan Desi tengah prepare barang Dila yang akan di bawa ke rumah Arya besok, setelah semua siap Dila dan Desi duduk bersantai di atas sofa kamar .
" mbk berhijab itu akhlak, wawasan agama,sama tingkah laku kita harus baik dulu ya" tanya Desi sambil berselonjor kaki
__ADS_1
" berhijab itu adalah kewajiban setiap muslimah, orang yang berhijab itu tidak harus menunggu semua yang kamu sebutkan itu tadi,tapi dengan berjilbab kita menjalankan perintah Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam QS An Nurayat 31: "Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara ***********, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. jadi gak harus menunggu kita baik dulu sebelum berjilbab," jawab Dila sambil menatap Desi yang bertanya tentang ajaran agama
" tapi kata temenku percuma berjilbab tapi udah gak perawan, gak tau agama, sok alim" adu Desi mencontohkan temennya
Dila yang mendengar curhatan Desi tersenyum
" berjilbab adalah perintah Allah SWT untuk menjaga kaum wanita yang di ibaratkan seperti berlian, Islam memuliakan perempuan, tidak boleh disakiti dan dizalimi sebagaimana sabda Nabi saw, "Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para perempuan," dan dalam riwayat yang lain, "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku'',jadi kata temen mu tadi yang berjilbab saja banyak yang di lecehkan apalagi yang tidak menjaga auratnya, kalo wanita yang sudah berjilbab tapi masih maksiat itu adalah kesalahan dirinya sendiri,Karan hijab adalah kewajiban muslimah" jawab Dila sambil tersenyum menjelaskan kepada Desi
Desi yang mendengar semua perkataan Dila dengan yakin, membenarkan perkataan Dila
" Betul mbk, sebetulnya aku sudah lama ingin berhijab seperti mbk,mau kan bantuin aku" Desi berkata dengan yakin sambil memegang tangan Dila erat
" Alhamdulillah, sebentar ya" Dila lalu berdiri mengambil sesuatu,tak lama kemudian dia kembali dan menghampiri Desi di sofa
" mulai pakai dengan gamis dan jilbab ini ya, sekarang kamu coba pakai jilbab ini" Dila menyerahkan dua gamis dan dua jilbab segi empat dan satu jilbab Sorong yang masih baru miliknya.
" Lo ini kan masih baru mbk" Desi memelihara bandrol di baju itu
" udah gak papa itu Hadian dari mbk, sekarang kamu coba jilbab Sorong ini" Dila membantu Desi memakai jilbab...
" masyllah Desi cantik sekali" Dila berkata sambil memeluk Desi dengan bahagia
di dekat pintu kamar Dila momi cat dan kak Septi yang sedari tadi mendengar percakapan Desi dan Dila tersenyum dan memandang satu sama lain,merasa malu dengan perkataan Dila tadi.
tak lama setelah momi cara dan Septi meningkatkan pintu kamar,Bisma datang menghampiri Dila dan bergelayut manja.
" aku ngantuk mau bobok" Bisma berkata sambil tiduran di pangkuan Dila,Desi pergi ke kamarnya Karna melihat Bisma sudah merebut Dila darinya.
Aurat perempuan ketika berhadapan dengan Allah SWT adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangannya. Ketika berhadapan dengan yang bukan mahramnya ulama sepakat bahwa batasan aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah, telapak tangan, dan kedua telapak kaki. Berbeda dengan ketika berhadapan dengan mahramnya, menurut Syafi’iyyah aurat perempuan adalah sama dengan laki-laki yaitu antara pusar sampai lutut. Dalam Al-Qur’an perintah penggunaan jilbab termaktub pada QS.Al-Ahzab : 59
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا
Artinya :
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Ayat di atas menggunakan kalimat berbentuk amr (perintah) yang menurut ilmu ushul fikih akan dapat memproduk wajib ‘ainī ta’abbudī, yaitu suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap pribadi orang yang beragama Islam dengan tanpa tanya mengapa. Siapa yang melaksakan kewajiban itu akan mendapat pahala, karena ia telah melaksanan ibadah yang diwajibkan Allah Swt. dan siapa yang tidak melaksanakannya ia akan berdosa.
Menutup aurat menjadi wajib karena saddu al-dzarī’ah, yaitu menutup pintu ke dosa yang lebih besar. Oleh karena itu, para ulama telah sepakat mengatakan bahwa menutup aurat adalah wajib bagi setiap perempuan dan laki-laki Islam. Khusus bagi kaum perempuan, kewajiban ini akan terlaksana dengan memakai jilbab (busana muslimah). Jadi, memakai jilbab (busana muslimah) adalah wajib bagi setiap pribadi muslimah.
Semoga bermanfaat ilmunya 😍
__ADS_1
Terimakasih sudah baca novel author 😍 sayang kalian love you all 😍❤️
Happy reading semua 😚