Sang Baby Sister

Sang Baby Sister
Duda berstatus suami


__ADS_3

Setelah kepergian Dila caterin mengajar cucunya untuk pulang Karna dia tidak mau apa apa terjadi kepada cucuk tampannya.


sementara itu di sebuah perusahaan besar di lantai paling atas seseorang tengah fokus melihat laporan pembangunan Mall baru di salah satu kota di seluruh Indonesia, saat asisten dan juga sahabatnya masuk kedalam ruangannya.


" Selamat siang pak Arya" sapa Riki saat masuk kedalam ruangan Arya


" siang" jawab Arya pendek tanpa mengalihkan pandangannya


" idih jutek amat dah,nih makan dulu Lo kan udah kerja dari pagi dan belum sarapan" ucap Riki sambil membuka makanan yang ia pesan tadi


Arya yang mendengar celoteh Riki langsung mendongakkan kepalanya dan menghembuskan napas berat


" Lo makan aja sendiri,gue gak laper" jawab arya sambil menyenderkan kepalanya di kursi kebanggaan miliknya


" Lo di omelin lagi sama momi ya" tanya Riki yang memang sudah faham betul saat momi Caterina memulai konser tunggalnya untuk Arya kara Riki dan Arya sudah bersama sejak kecil


" Gue pusing mesti gimana lagi Ki, gue udah ngomong berkali kali ke Vina buat ninggalin geng sosialitanya tapi ujung ujungnya jadi berantem" jawab Arya sambil mendongakkan kepalanya menatap ke atas ruangannya


" hmmm dulu Lo sih gak mau denger kata momi jadi sekarang gini,saran gue Lo harus bersikap tegas ke Vina mau gimana pun itu loe kepala rumah tangga, jadi harus bertanggung jawab buat keluarga loe di hadapan Allah" petuah Riki sembari menatap kearah bosnya


Arya yang mendengarnya hanya menghembuskan napasnya berat


***


malam harinya saat Arya menjemput anak tampannya ke rumah kedua orang tuanya dia kembali mendengarkan konser tunggal mominya.


" Arya duduk momi mau bicara dulu sama kamu" tegur momi Caterina


Arya yang mendapat titah hanya berjalan pasrah mengekor di belakang sang ratu untuk duduk di ruang keluarga


" Arya gimna istri kamu itu, bukanya ngurusin anak malah bergi sama temen temennya apa dia pikir seperti itu sudah cukup untuk menjadi seorang ibu, kamu harus bicara dengan dia untuk sedikit memikirkan anaknya juga buka hanya kesenangan sendiri,Bisma sangat butuh kasih sayang seorang ibu " tegas momi cat yang mulai konsernya dengan berapi-api , Arya yang menjadi target konser ibunya hanya menghela nafas panjang .


" aku sudah berbicara berkali kali dengan Vina mom tapi ujung-ujungnya malah ribut dia selalu berkata ingin bermain bersama teman-temannya" jawab Arya menjawab perkataan mominya


" kalo masih ingin bermain main untuk apa dia mendesak mu agar segera di nikahi, memang dia pikir menikah itu hanya untuk kesenangan sesaat apa" balas momi cat dengan kesal


papa Candra yang sedari tadi hanya menjadi pendengar setia Kini ikut menimpali

__ADS_1


" kamu harus bersikap tegas Arya kalian bukan anak remaja lagi. menikah bukanlah main-main jika bosan bisa berpisah, tapi menikah adalah suatu ibadah yang panjang" tutur papa Candra ,


setelah mendengar petuah dari kedua orang tuanya Arya berpamitan untuk pulang bersama Bisma.


sesampainya di rumah Arya menurunkan anak gembulnya itu di atas tempat tidur. dan setelahnya ia masuk kedalam kamar mandi.


jam menunjukkan pukul 00:30 Arya sudah terlelap di samping putranya dengan pulas,Karna kelelahan seharian ini ia bergelut dengan pikirannya sendiri.


saat azan subuh berkumandang Arya bersiap untuk berangkat ke masjid di dekat rumahnya untuk sholat jamaah di sana, saat keluar dari pintu rumahnya Arya bertemu dengan istrinya yang baru saja pulang .


" dari mana kamu jam segini baru pulang," tanya Arya tegas


" aduh sayang maaf tadi malam aku ke pesta ulang tahun temen tanpa memberi kabar" jawab Vina sembari menahan ngantuk


" tapi apa harus pulang sepagi ini,kamu itu seorang ibu Vina" bentak Arya tegas namun di abaikan oleh Vina


" ah kamu ni marah marah terus,udah sana pergi aku ngantuk'' Jawab Vina meninggalkan Arya tanpa merasa bersalah


Karna ini hari Minggu Arya tidak berangkat ke kantor sepulang dari masjid ia mengajak Bisma putra jalan jalan pagi dan bermain bersama.


" mbok mbokkkkkk mbokk summmmmm" teriak Vina memanggil pembantu di rumahnya


" a a ada apa nyonya" jawab mbok sum tergugup


" kamu ini bagaimana makan gaji buta ya, ngapain kamu disini kalo gak becus dan berguna hah" teriak Vina memaki mbok sum


" kalo mbok sum gak berguna, gak becus, apa kami yang seorang ibu sudah becus mengurus keluarga Vina" tanya Arya yang tiba-tiba muncul.


" apa maksudmu, " jawab Vina


" mbok ajak Bisma ke kamarnya dulu yaa" perintah Arya ke pada mbok summ


saat mbok sum dan Bisma sudah tidak terlihat Arya baru lah memulai pembicaraan dengan Vina


" apa maksudmu " tanya Vina kepada suaminya


" kamu tanya apa maksudku,? Vina coba kamu instrospeksi diri sendiri apa kamu sudah benar mengurus rumah tangga kita" pertanyaan Arya yang bermaksud menyadarkan Vina

__ADS_1


" aku sudah bilang aku itu masih ingin pergi bersama teman-teman, berapa kali aku harus ngomong" jawab Vina acuh


" kalo kamu memang masih ingin bermain untuk apa memaksa ku cepat menikahimu" bentak Arya


" ayo lah sayang kita ini masih muda kita perlu senang'' jawab Vina santai


Arya yang mendapat tanggapan seperti itu memilih pergi meninggalkan Vina seorang diri tanpa berkata apa-apa.


Karna merasa jengkel oleh Vina Arya mengajak Bisma untuk pergi ke rumah Riki untuk menenangkan diri


" Aslamualaikum Ki" Arya yang sudah memencet tombol rumah Riki terus berteriak


" wa'alaikumsalam bro ada apa inikan hari Minggu " tanya Riki heran


" gue mau nenangin diri sendiri disini. dan tugas Lo jagain Bisma" perintah Arya sambil masuk kedalam rumah Riki tanpa disuruh


"Lo berantem ya sama Vina,Lo itu kayak dudan berstatus suami gua rasa " tanya Riki heran


" gue mau nenangin diri jangan buat gua tambah pusing" jawab Arya singkat lalu meninggalkan Bisma di dekat Riki


" papi au keana," tanya Bisma polo


" papi mau istirahat dulu ya sayang kamu sekarang main dulu sama om Riki dan jangan nakal ya" ucap Arya sambil mengusap kepala anak nya


" Oce papi" sahut bisa


setelah berpamitan kepada anaknya Arya langsung menuju salah satu kamar tapa permisi


" ya Allah gue belum punya anak malah di suruh momong ni bocah" keluh Riki


" om iki au ai apa" tanya Bisma dengan polosnya


" kita main bola aja gimna yuk" ajak Riki sambil menggendong Bisma


" yeey ai oya, " Bisma kegirangan karna akan bermain bola


makasih ya semua udah mau baca novel ini oiya jangan lupa like 😍 author janji kasih sebaik mungkin happy reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2