
Mereka semua pergi ke salah satu mall terbesar di sana tak butuh waktu lama mereka sampai di parkiran Mall dan mulai menuju kids Zon untuk menuruti permintaan Bisma dan Siska,
" Bunda ayo cepetan,aku mauuu main" rengek Bisma menarik tangan Dila
" sabar sayang" jawab Dila
mereka berjalan menuju kids Zon ,dan sampai disana Bisma dan Siska langsung berhaburan bermain dengan wahana yang ada di sana nampak begitu bahagia mereka .
" yeyyy akhirnya bisa main lagi yey" teriak Siska
" iya di rumah kakek nenek Mall nya aneh" jawab Bisma
Arya,Dila,dan keluarga Dila terkekeh dengan celoteh dua bocah itu
" tapi aku suka di rumah nenek sama kakek ' ujar Siska "aku mau Kok kalo di ajak tinggal di sana" tambahnya lagi
" wah bener Siska mau tinggal di rumah nenek?' tanya Bu Ida
" mau dong nek" jawab Siska cepat
mereka semua tersenyum
lama mereka berada di kids Zon kini kedua bocah itu merengek Karna waktu sudah menunjukkan waktu makan siang mereka
" ayo kita cari makan dulu" aja Dila
mereka menuju sebuah restoran dan mulai memesan menu,
" jadi itu aja ya mbk,oiya tambah es bobanya dua ya" Arya sambil menyerahkan buku menu kepada waiters restoran
" selsai makan kita cari baju ya pak buk'' ajak Arya
" Baju untuk apa nak Arya" tanya Bu Ida bingung
" kan tiga hari lagi Dila wisuda jadi saya ingin membelikan bapk ibuk,dan Juna pakaian, bukannya saya merendahkan atau bagaimana tapi Anggap ini hadiah dari saya '' jawab Arya sambil tersenyum ramah
" gak usah repot-repot nak Arya,kami boleh menumpang gratis di rumah nak Arya di ajak kesini saja sudah cukup berterima kasih" jawab pak Hariawan
" ah jangan sungkan pak" jawab Arya lagi
tak berapa lama kemudiaan menu yang mereka pesan sudah datang dan langsung mereka santap hingga habis
tak terasa waktu sudah sore mereka memutuskan untuk pulang setelah lelah berbelanja dan bermain,
" Dila" panggil Arya saat Dila berada di dapur
" iya mas" jawabannya
" bikinin kopi dua ya,buat aku sama bapak di ruang keluarga ya" pinta Arya sambil tersenyum
" ok bos" jawab Dila singkat
Arya kemudian berlalu menuju ruang keluarga untuk membicarakan tentang hal penting bersama pak Hariawan.
saat Dila hendak mendekat dengan membawa dua cangkir kopi hitam di sofa depan tv nampak Arya dan ayahnya seperti berbicara sangat serius " apa yang mereka bicarakan sampai seserius itu?" tanyanya dalam hati
saat ia sudah dekat dengan kedua orang itu, keduanya langsung menghentikan pembicaraan mereka seperti ada yg di rahasiakan Dila hendak bertanya tapi dering ponsel di hp miliknya berdering lebih dulu, nampak sebuah nama dari layar ponselnya Bimo.
Dila langsung menggeser tombol di layar mengangkat telepon.
'' Aslamualaikum,'' jawab Dila
__ADS_1
'" iya kemarin, iya bapk,ibuk sama Juna juga jadi ikut."
" a iya boleh dong nanti Dila sampaikan"
" . iya waalaikumsalam"
setelah sambungan telepon terputus Dila mendongakkan kepalanya dan agak terkejut melihat dua lelaki di depannya nampak meminta penjelasan siapa yang baru saja menelfon nya
'' eh yah nanti malam Diaa mau ketemu sama ayah ibu sama Juna" cicit Dila
" anak yang pernah pulang bersama mu dulu.'' tanya sang ayah nampak antusias
'' iya dia'' jawab Dila tersenyum manis
Arya melihat ekspresi kedua ank dan ayah itu semakin penasaran siapa yg sedang di bicarakan itu .
****
Malam harinya selesai sholat magrib Dila mendapat telepon dari seseorang yang mengabarkan ia akan mengajaknya dan kedua orang tua serta adiknya untuk makan malam di luar .
'' mas Arya, mumpung Bisma samaa Siska lagi di rumah mama aku mau minta izin makan malam di luar sama dia , buat mas Arya masakan sudah siap di meja makan" pamit Dila
" terus bapk ibuk terus Juna gimna?" tanya Arya
" mereka juga di ajak sama dia kok mas''
jawab Dila tersenyum lantas bergegas turun dan pergi bersama kedua orang tua dan adiknya Karna dia sudah menunggu di gerbang
Arya merasa sangat penasaran sekaligus cemburu siapa sebenarnya yang sedari tadi Dila dan orang tuanya sebuah Dia itu , Arya pun ikut turun dan mengambil mobilnya mengikuti sebuah mobil yang tadi menjemput Dila dan keluarga .
tak berapa lama kemudia mobil itu berhenti di sebuah restoran ternama, nampak sosok lelaki turun dari mobil namun Arya tak melihat siapa lelaki itu Karna jaraknya cukup jauh jadi tidak begitu jelas, lelaki itu membuka pintu untuk orang tua Dila dan masuk kedalam restoran bersama.
" siapa dia hingga keluarga Dila begitu akrab dengannya" gumam Arya,yang kemudia mengambil Hudi,topi serta kacamata hitam dan bergegas masuk mengikuti Dila dan rombongan.
.
Arya duduk cukup jauh dari mereka tapi masih nampak dengan jelas hanya saja pergerakan mereka cukup jelas di pandang mata Arya.
tiba tiba Arya di kagetkan oleh seorang waiters restoran,
" mau yang mana pak" tanya waiters itu
." eh saya gak jadi mbk maaf" Arya langsung bergegas pergi dari restoran itu pulang,Karna iya masih sempat sempatnya berfikir masakan Dila masih belum ia makan, bagaimana jika Dila tau ia membuntutinya
pukul 9 malam Dila beserta keluarganya telah sampai di rumah dan mendapati Arya tengah duduk di ruang keluarga menonton TV
" Aslamualaikum ''
" waalaikumsalam" Arya menjawab salam mereka dan berdiri menyalimi kedua orang tua Dila
Ayah Dila bergabung bersama Arya di ruang keluarga sementara yang lain sudah masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian sekaligus membersihkan diri
" Nak Arya kenapa nampak murung" tanya pak Hariawan merasa aneh dengan ary
" ah saya tidak papa pak,oiya bagaimana makan malamnya" tanya Arya
" ya begitu lah makan malam biasa, tapi terasa berbeda Karna kami di ajak ke restoran mewah mumpung bapak sama ibuk di sini kata dia " jawab pak Hariawan terkekeh
" Dia siapa pak?" tanyanya lagi
" Di." belum sempat pak Hariawan menjawab terdengar suara panggilan dari sang ratu yaitu Bu Ida
__ADS_1
" Ah maaf nak Arya besok saja bapak cerita ada panggilan dari Kanjeng ratu, nak Arya istirahat saja " ucap pak Hariawan sambil berdiri dari duduknya
" ahh iya pak, mari" jawab Arya sambil ikut berdiri dan mematikan tv dan bergegas naik ke dalam kamarnya.
Sementara itu Dila yang sudah berada di dalam kamar merasa ada yang mengganjal di hatinya Karna sedari pulang makan malam bersama Dia tadi sikap Arya tidak seperti biasanya yang sangat suka menjahilinya.
" Mas Arya Kenapa ya" gumam Dila berfikir
" apa aku samperin aja" gumamnya lagi
Dila beranjak dari kasu dan berjalan keluar kamar saat hendak turun kebetulan Dila bertemu dengan Arya
" mas Arya" panggil dila pelan
merasa namanya di panggil Arya menoleh
" HM" jawabannya singkat
" Mas udah makan?" tanya Dila
" udah" jawabnya singkat
" mas Kenapa sih, masakan Dila gak enak ya" tanya Dila lagi
" kayak biasanya kenapa" tanyanya menoleh
" mas Arya marah sama Dila " tanya Dila
" mas gak ada hak,udah besok lagi mas mau tidur" jawab Arya berjalan masuk kedalam kamar, Dila sepontan mengoceh di belakang Arya tanpa di sadari ia juga ikut masuk kedalam kamar Arya, Arya mengetahui hal itu hanya menahan rasa yang campur aduk dari ingin tertawa sampai ingin memakan gadis itu hinggal akhirnya ia hanya mendiamkan gadis itu di dalam kamarnya dan ia masuk kedalam kamar mandi,mungkin jika ia selesai di kamar mandi Dila sudah sadar dan kembali ke kamarnya .
tapi nihil semua tidak seperti dugaan Arya saat selesai dan keluar kamar mandi Dila masih duduk di atas ranjangnya dan menatap badan laki laki itu
" Mas Arya marah kenapa sama Dila," tanya Dila dengan wajah memelas
" mas gak marah" jawab Arya sambil berjalan dan duduk di samping Dila
" gak mungkin"jawab Dila
" kamu mau mas jujur" tanya Arya
" iya" jawab Dila
" Siapa laki laki yang makan malam bersama kalian tadi" tanya Arya
" mas Arya marah karena dia,"
" iya kenapa,dan ah Sudah mas mau tidur Dila" cicit Arya
" ya sudah tidur lah" jawab Dila dengan santainya
" kamu mau tidur di sini sama mas" tanya Arya
Dek
Dila yang tersadar sedang berada di mana langsung berdiri dengan wajah yang memerah dan bergegas keluar
Arya yang melihat tingkah Dila langsung tertawa terbahak-bahak.
" siapa sih Dia Dia itu" gumam Arya sebelum tidur
Hay Hay reding's Terimakasih sudah mau membaca novel author ya love you so much all
__ADS_1
nantikan novel terbaru yang berjudul Keiyla akan segera hadir πΈπβ€οΈππΈππ