Sang Baby Sister

Sang Baby Sister
kejutan untuk lembaran baru


__ADS_3

Arya menggendong tubuhnya.dila pun tidak menolak karena untuk jalan pun lututnya masih lemas.


Arya kembali menggendong istrinya selesai mandi bersama.


"Mas, aku udah gak lemas lagi... turunkan ih...." Protes dila.


"Sstt...sudah diam. Aku harus bertanggung jawab sudah membuatmu seperti ini,"


sambil berjalan, Arya tersenyum menaikkan kedua alisnya.


"Mau sekalian kupakaikan baju ?" tawar Arya setelah mendudukkan istrinya yang hanya berbalut handuk, di ranjang.


"Nggak usah...aku bisa sendiri," tolak Dila sambil melototi suaminya


Selesai berpakain dan menyapukan make up tipis diwajahnya, Dila buru-buru menuju dapur untuk membuat sarapan untuk suami dan anaknya. Sambil memasak sarapan Dila melihat ponselnya Banyak chat baik dari grup maupun japri yang masuk yang isinya ucapan selamat, ada juga ledekan soal malam pertama dari Kintan cs. Andina hanya mengulas senyum tanpa membalasnya. Ada chat dari Mama.


"Dila sayang,kalau sudah ol, tolong VC Mama ya. Mama mau main ke rumah ."


"Mamaaaa....Mama dimanaaa.


. Bisma mau ke Mama...hiks.." Bisma langsung menangis saat melihat wajah Mama Dila yang sedang fokus pada ponselnya membalas pesan dari mertuanya.


"Sayang ...cup cup jangan nangis,ada apa?" Tanya Dila panik


" Aku mimpi buruk bunda" rengeknya Dila pun menenangkan putranya itu.


Hari sudah berganti kini Dila tengah diminta menemani suaminya keluar kota, mereka pergi kemarin sehabis jam makan siang dan setelah selesai hari ini mereka akan segera pulang Karan kedua anaknya sudah protes.


" Hallo bunda, kapan bunda pulang kita sudah kangen sekali" protes Bisma


" Ya bunda ayolah pulang kita rindu bunda" timpal Siska


" Kami ga akan makan kalo bunda tidak segera pulang'' ancam kedua anaknya itu

__ADS_1


Dila yang mendengar itupun langsung memberikan kabar baik untuk kedua anaknya itu


" Syaang bunda sebentar lagi akan berangkat pulang dengan ayah,kalian ayolah makan jangan bikin bunda sedih karena kalian tidak mau makan" ucap Dila sambil memperhatikan wajah sedihnya yang membuat kedua anaknya langsung gelagapan Karana tak mau bunda kesayangan mereka sedih


"Ayo...Mama mau lihat dulu anak anak bunda yang cantik dan ganteng makan sampai habis."


Arya ikut bergabung setelah seselai mempacking kopernya dan koper istrinya.


"Wah anak papi makannya hebat....ayo habiskan sayang..." Arya menyemangati sambil tangannya memeluk Andina.


"Papi...jangan peyuk peyuk bunda...." Tegas kedua krucil nya berteriak protes, bibirnya merenggut.


"Haha iya ya maaf...gak akan peluk lagi." Arya melepaskan pelukannya sambil terkekeh.


Obrolan VC pun berakhir setelah kedua bocah itu selesai menghabiskan makannya.


Arya dan Dila sampai dirumah Mama Rita setelah dijemput sopir keluarga. Kedua bocah yang sudah menunggu diteras bersama


Mama langsung berlari saat dilla Dan Arya sampai dirumah Momo cat setelah dijemput sopir keluarga. Duo bocah yang sudah menunggu diteras bersama sang Oma langsung berlari saat Dila membuka pintu mobil. Dila langsung menggendong dan mencium kedua pipi gembul putri dan putra nya bergantian.


"Iya sayang, mulai sekarang kalian akan bersama bunda dan Papi, iya kan Pi," Dila melirik suaminya yang sedang melihatnya. "lya sayang..." Arya mengecup puncak kepala anaknya penuh sayang.


"Ma, hari ini kita mau pulang dulu Besok atau lusa baru menginap disini. Arya juga mau survey rumah baru, kemarin-kemarin belum sempat nyari," ujar Arya setelah berkumpul dengan Mama dan Papa diruang keluarga


"Ciee pengantin baru...mbk Dila mukanya kok pucat," celetuk Desi datang ikut bergabung.


Arya langsung menoyor kepala adiknya itu.


"Papi...kata bunda nda boyeh pukul kepala..."siska langsung protes. Dila hanya mengulum senyum.


"Eh ini bukan mukul...tapi mengusap, sayang..." Arya meralat dengan mengusap rambut Desi.


"Arya, Dila ...Papa sama Momi mau kasih kado buat kalian. Ini, bukalah...."

__ADS_1


Mama menyerahkan box persegi berhias pita ke tangan Dila.


dila menatap Arya seolah minta persetujuan. Arya menganggukkan kepalanya. Dila membuka kotak itu, dahinya mengernyit melihat isinya, kunci dan surat SHM.


"Ar, kamu lihat gak ada rumah yang direnovasi, posisinya 2 rumah sebelum rumah ini ?" tanya Momi


"Iya, Arya lihat Mom. Bagus rumahnya, Arya juga tertarik dengan desainnya."


"Nah, itu kunci dan surat-suratnya. Rumah itu untuk kalian sudah lengkap dengan perabotannya. Mama gak mau jauh-jauh dari cucu dan menantu kesayangan momi ini," ujar Mama tersenyum sambil memeluk Dila yang duduk disisinya.


Arya memang berniat membeli rumah baru untuk keluarga barunya itu buka Karna rumah yang sekarang kurang besar atau bagaimana ia hanya ingin membangun rumah tangga yang baru dengan suasana baru juga


"Ma...makasih ya," Dila terharu membalas pelukan Mama Rita.


"Iya, sayang," sahut Mama.


"Kapan mau pindahannya...nanti kita adakan syukuran undang tetangga," lanjut Mama.


"Bagaimana kalau lusa, Ma? Nanti kita mau sekalian bilang sama Ibu," sahut Arya.


"Oke. Mama setuju...nanti Mama pesan catering."


Selesai obrolan santai, Arya dan Dila pamit mau ke rumah yang saat ini mereka tempati dengan membawa kedua kerucilnya tentu saja.


Bersambung


" Thor kok udah lama ga up? Kemana? Ceritanya berhenti di sini aja ya? "


Masyallah tabarakallah 😘 😘😘😘 author terharu sekali melihat komen komen kalian di cerita novel punya author yang masih perlu banyak belajar ini 😭😭😭😭


Jujur tadi author bener bener terharu ternyata udah lama juga author ga up Karna banyak kepentingan tadi baru pertama kalia buka setelah sekian lama dan berhasil menyelesaikan up hari ini ..


Sekali lagi author ucapin banyak terimakasih buat kalian semua yang sudah mensuport author dari awal sampai akhir author sayang kalian semoga Suska dan jangan lupa juga mampir di noverl author yang lain meski masih belum sempat up juga eheheheh semoga kalian semua sehat selalu ❤️, dilancarkan rezekinya,aamiin

__ADS_1


Happy reading guys


Loveyou all


__ADS_2