Sang Baby Sister

Sang Baby Sister
Cerai


__ADS_3

waktu terus berlalu tanpa ada yang bisa menghentikannya, dan tak terasa satu tahun sudah Dila berada di rantau untuk menimba ilmu.


" baik lah hari ini adalah hari terakhir di semester dua ini, kalian akan libur selama lima bulan kedepan" dosen yang ada di kelas Dila memberikan pengumuman dan langsung pergi meninggalkan kelas


" Alhamdulillah gak kerasa udah dua semester aja ni" Dila membuka pembicaraannya bersamaa aisah temen sekelasnya.


" iya ni Dil, gue mau mudik lagi,Lo gak mau mudik lagi Dil" jawab Aisah sambil terus berjalan menuju kantin bersama dila.


" enggak aku mau cari kerjaan aja deh, kan baru pulang juga" sahut dila lembut


" kerja apa? emng udah ada kerjaan " Aisah bertanya sambil mengedarkan pandangannya mencari tempat duduk kosong di kantin.


" belum tau ni, Lo ada kerjaan gak buat gue,atau tau tempat yang ada kerjaan gitu" tanya Dila setelah duduk di hadapan Aisah.


" kayaknya Tante gue ada kerjaan deh buat elu,tapi emng loo mau gitu " jawab Aisah


" gue mau aja kok asalkan kerjaannya halal " jawab Dila bersemangat


" ya udah besok ikut Gue pulang, biar gue kenalin ke Tante gue, soalnya lusa gue udah mau berangkat ke Samarinda" ajak Aisah yang membuat Dila menggunakan kepalanya cepat.


***


.


.


Sementara itu di tempat lain arya keluar dari kamarnya untuk menemani baby Bisma bermain.


saat tengah asik bermain dengan anak tampannya tiba tiba Vina datang duduk bersama Arya dan Bisma,


" sayang" panggil Vina setelah duduk di sebelah Arya


" ada apa,? kamu mau bermain dengan Bisma" tanya Arya setelah kaget dengan kedatangan dan panggilan Vina.


" enggak aku cuma mau kasih ini buat kamu,aku harap kamu setuju" jawab Vina sambil menyerahkan surat persetujuan cerai untuk Arya.


" apa maksudmu Vina" tanya Arya sambil membelalakkan matanya setelah membaca kertas yang di sodorkan Vina.

__ADS_1


" mbok mbok summ" teriak Vina memanggil asisten rumah tangganya


" iya nyonya" jawab mbok sum yang langsung berlari saat mendengar panggilan nyonya rumah


" ajak Bisma main di taman belakang sekarang" jawab Vina singkat.


setelah mbok sum dan Bisma pergi Vina kembali menatap Arya yang juga menatapnya menahan amarah.


" kamu belum jawab pertanyaan ku Vina" tanya Arya setelah terdiam menahan emosi.


"huhhh akutu capek setiap hari kamu tu bisanya marah marah, ngelarang aku ketemu sama temen temen,aku gak boleh jalan jalan aku tu capek Arya aku gak bahagia." jawab Vina berapi-api mengeluarkan unek-uneknya.


" tapi aku ngelakuin itu buat Bisma,buat keluarga kita, kamu tu seorang istri dan seorang ibu Vina, penuhi tanggung jawab mu, aku sudah memenuhi tanggung jawab ku" sahut Arya dengan suara menahan emosi.


" ah Arya aku tu masih ingin seneng seneng" jawab Vina melupakan emosinya


" kalo kamu masih mau seneng seneng, kenapa dulu kamu mendesak aku supaya cepat menikahimu" jawab Arya masih dengan suara menahan amarahnya.


" ah sudahlah Arya kamu tinggal tanda tangan aja dan aku yang akan mengurus semuanya." jawab Vina dengan lantang


" baik kalo itu mau kamu,aku tanda tangan sekarang " takut tak bisa menahan emosi lagi dengan tangan sedikit bergetar Arya menandatangani surat cerai yang di sodorkan Vina tadi, setengah selesai menandatangani surat cerai Arya menyerahkan surat itu kepada Vina.


" aku serahkan hak asuk Bisma ke kamu sepenuhnya,dan untuk Gono gini aku akan ambil apa yang sudah kamu berikan ke aku tidak lebih, selamat tinggal Arya," sambil berlalu meninggalkan Arya di ruang keluarga Vina sempat mengecup bibir Arya sekilas.


setengah jam kemudian Arya yang tengah duduk di bangku ruang tamu, berpapasan dengan Vina yang sebentar lagi menjadi mantan istrinya.


" aku antar kamu pulang ke rumah orang tua mu" ajak Arya tanpa menoleh kearah Vina.


di dalam mobil mereka berdua tidak ada yang membuka suara hingga sampai di gerbang sebuah ruma besar.


" aku antar kamu kedalam" Arya membuka suara saat mobil sudah berhenti di rumah besar milik orang tua,tanpa menoleh ke arah Vina lagi.


saat ini arya, Vina, dan kedua orang tua Vina tengah duduk di sofa ruang tamu.


" maaf saya datang ke sini hanya untuk mengantarkan Vina ke papa Karna ini merupakan keputusan yang diambil oleh Vina sendiri " Arya membuka suara sambil menatap ke arah Ayah mertuanya


"Nak Arya maafkan Vina,dan terimakasih sudah mau mengantarkan Vina kembali kerumah ini" jawab mertua Arya

__ADS_1


setelah obrolan bersama mertuanya Arya pulang menggunakan mobilnya.


sesampainya di rumah Arya yang sudah di sambut dengan Bisma yang langsung menghampiri dan memeluk kakinya, Arya yang mendapat sambutan dari anak semata wayangnya langsung menggendongnya dan membawanya ke dalam kamar,


malam harinya arya mengajak Bisma ke rumah momi cat .


" assalamu'alaikum mom" salam Arya sambil membuka pintu rumah orang tuanya


tidak ada respon arya langsung berjalan ke ruang makan Karna memang sudah jam makan malam , Arya yang sudah berada di ruang makan langsung duduk di samping adiknya Desi membuat semua orang sontak terkaget.


" Arya kapan kamu datang," tanya momi cat saat mengetahui anak dan juga cucunya sudah bergabung di rumah makan.


" barusan mom, kita makan dulu, setelah itu aku akan menceritakan sesuatu" jawab Arya membukam pertanyaan yang akan di layangkan mominya.


selesai makan malam Kini Arya,momi cat, dan papa Candra,sudah duduk di ruang keluarga.


•Arya POV•


Hari ini adalah hari yang paling buruk bagiku,saat tadi siang mendapati bahwa istriku menyodorkan surat cerai kepada ku betapa sakitnya hati ini, betapa tidak, rumah tangga yang aku bangun dari selimut kuliah, hancur dalam setengah hari,meski dalam dua tahun belakangan ini aku mencoba bertahan demi buah hatiku bersamanya, namun itu semua tidak berarti baginya,.


Author POV


" ya Arya, apa yang mau kamu ceritakan" tanya momi cat saat melihat putranya melamun.


Arya yang tersadar dari lamunannya, Hanya menghembuskan nafasnya panjang.


" Tadi siang Vina memberiku surat cerai untuk aku tanda tangani" jawab Arya sambil menundukkan kepalanya


momi cat dan papa Candra yang mendengar cerita dari Arya bukanya bersedih dan prihatin dengan kondisi rumah tangga anaknya, justru bahagia mendengar kabar itu bahkan momi cat hampir berjingkrak Karna saking bahagianya, jika tidak ditarik papa Candra mungkin momi lupa anak laki lakinya masuk bersedih.


momi cat menarik nafasnya panjang dan berjalan mendekati Arya.


" udah sayang kamu gak usah bersedih mungkin dia bukan jodoh yang terbaik untuk kamu" momi cat mencoba menyemangati Arya dengan memeluknya


" tapi lusa aku harus pergi ke luar negri mom, bagaimana dengan Bisma" jawab Arya dengan perasaan sedihnya


" Bisma akan aman di sini kamu tenang aja sayang, kamu pergilah tenangin diri dulu di sana,jangan buru buru pulang." sahut momi cat memberikan semangat.

__ADS_1


Arya hanya menganggukkan kepalanya di pelukan momi cat.


Alhamdulillah makasih ya udah baca happy reading ❤️🎉


__ADS_2