Sang Baby Sister

Sang Baby Sister
sebulan serasa setahun


__ADS_3

Setelah acara lamaran Dila dan Arya dua hari lalu kini semua keluarga dari Dila dan Arya tengah berkumpul di meja makan kediaman papa Candra dan momi cat, kakak perempuan beserta anak dan suaminya pun ikut hadir untuk membahas waktu pernikahan Dila dan Arya .


" Alhmadulillah ya momi bisa dapat mantu sesuai keinginan momi" momi cat begitu bersemangat mengingat Dila sebentar lagi menjadi menantunya


Dila hanya tersenyum " alhmadulillah mom, Dila juga seneng" jawabnya


'' ibuk juga seneng nak, kamu dapat calon suami yang keluarganya menyayangi mu" aambu Bu Ida


'' bapak juga ikut senang'' bapak Dila ikut menimpali


" Jadi gimana acara kalian nanti'' papa Candra membuka suaranya


'' maaf pak kalo bisa acara ijab Kabul nya di tempat saya guna menghindari fitnah" jawab pak Hariawan


Arya hanya diam lalu berkata " aku tergantung bagaimana Dila, dia mau seperti apa dan bagaimana'' jawabnya


'' Bagaimana Dila kamu mau gimana" tanya kakak perempuan Arya


'' sebetulnya aku punya impian pernikahan Ki sendiri'' jawab Dila


ia pun menjelaskan bagaimana konsep pernikahan impiannya dan semua orang takjub dengan impian Dila itu.


" kamu hebat" puji Kaka Arya


dan semuanya kembali membahas hal remeh remeh sebelumnya tanggal pernikahan sudah di putuskan akan diadakan kurang lebih dua bulan lagi dan semua orang setuju.


hari ini pada penerbangan sore Dila beserta keluarganya pulang ke kampung halamannya mereka di antar oleh Arya.


'' kami pergi dulu ya nak Arya," pamit bapak Dila Arya pun menyalimi ya " hati hati kalo sudah sampai kabarin Arya ya pak'' jawabnya


" Kami berangkat dulu ya mas, titip Bisma '' pamit Dila sambil tersenyum, Arya juga tersenyum " baik bos siyap'' jawabnya


pesawat yang di tumpangi Dila dan keluarga terbang memuji tujua Arya pun kembali ke kantor.


Dila dan keluarga sampai di rumah pada malam hari di jemput oleh Dika,


" akhirnya pulang jugaaa ' teriak Juna.


******

__ADS_1


Tak terasa sebulan sudah Dila kembali ke kampungnya dan pernikahannya dengan Arya tinggal satu bulan lagi, Karna Dila tinggal di kampung jadi H-sebulan pesta sudah banyak para sana saudara dan tetangga yang ikut membantu menyiapkan segala sesuatunya, Mulai dari membuat kue, bingkisan dan lain sebagainya.


kini Dila di temani oleh Dika membeli sesuatu ke pasar Dika sedari tadi memperhatikan Dila yang tengah menyantap Seblak di hadapannya.


" kenapa kamu mau menikah dengan duda itu'' tanyanya tiba tiba


Dila tersedak makanan yang baru saja masuk kedalam mulutnya.


'' Maksutnya" tanya Dila heran


" yaa kenapa kamu mau sama dia, apa kamu gak mau cari yang masih lajang" tanyanya lagi


" ya karena aku nyaman, Agamanya oke dia bisa membimbing, dewasa,sosok ayah yang hebat, pekerjaan keras tapi gak lupa keluarga pokoknya sosok yang aku impikan selama ini" jawab Dila santai


" sudah tidak ada celah untuk aku masuk lagi Dil" tanya Dika


Dila tersenyum " mas dika,aku dulu sudah menunggu lama dan sudah banyak kesempatan tapi kamu tetap memilih kak Yuli yang adalah sepupuku, sampai aku pergi kan" jawab Dila santai.


" ya tapi sekarang aku sadar gak ada wanita yang mau menerima aku apa adanya selain kamu" jawab Dika


" Maaf ya mas Dika tapi kesempatan itu sudah tertutup semoga Allah memberikan jodoh yang baik untuk mas Dika ,, sekarang ayo kita pulang" ajak Dila sambil berdiri dari duduknya


Malam harinya.


Arya masuk kedalam rumah dan mengunci pintu dengan tertib karena semua penghuni rumah tidak akan keluar lagi.


la melangkah menuju ruang keluarga ikut bergabung menonton tv. "Kak, teman kakak itu punya urat malu nggak sih ?" tanya Marisa yang lagi rebahan dipangkuan Mama. "Emang itu urat letaknya dimana...kakak gak lihat," Arya menjawab acuh.


Dirinya merebahkan badan dikarpet berbantalkan guling bisma sambil memencet remote, memindahkan chanel. "Ishh Papa.masa otak seuprit dijadiin direktur sih Pa.." rajuk Desi Arya langsung melempar guling yang dipakainya ke badan Marisa, lalu Marisa melempar balik guling itu ke badan Arya.


"Sudah sudah..kalian masih saja kayak anak kecil," lerai Papa sambil menggelengkan kepala. "Abisnya Kak Arya ditanya baik-baik " gerutu Desi, ia jengkel sebab sepulang nya Dila sebelum pernikahan Arya dan Dila, kemarin Arya bertemu dengan teman wanitanya ya meskipun Arya tidak menanggapi tapi wanita itu jelas ingin menggoda kakaknya yang membuat Desi geram, sementara Arya tidak menanggapi sama sekali.


Dia tinggal dimana, Ar ?" tanya Mama. Dia asli sini, Ma...Selama ini dia tinggal di Singapura ikut suami, sekarang memilih menetap lagi disini karena sudah cerai," jelas Arya jujur.


"What.janda dong," pekik desi terkaget. "Dia sepertinya mau mendekati Kak Arya deh, cari muka banget pakai melayani makan. Masa baru pertama bertamu sudah sok dekat," lanjut Marisa mencebikkan bibirnya. "Ssttt nggak boleh suudzon gitu, nak," Mama mengingatkan, sambil mengelus-ngelus rambut desi yang masih tiduran dipangkuannya.


"I don't care...aku cuma menganggapnya teman gak lebih. Hatiku sudah tertambat dengan seseorang," jawab Arya dengan senyum mengembang. "Cie cie cie.aku tau aku tau siapa dia," ledek Desi menggoda.


Sok tau kamu..." balas Arya sambil melemparkan lagi guling ke wajah Desi lalu berlari menuju tangga. desi hanya mencebik kesal. "Isshh Kak Arya.."gerutunya

__ADS_1


*****


Selesai Sholat Isya, Arya meraih hape dinakas. la duduk dikasur sambil menselonjorkan kaki disamping Bisma yang tertidur pulas. la memperbaiki selimutnya yang melorot sambil mengecup keningnya. Dibukanya layar chat, ada beberapa pesan masuk dari Ricky, Rendi, grup SMA yang rame.


Arya hanya membacanya sekilas tanpa membalas. Malas, dia hanya mengharapkan ada pesan dari seseorang. Lalu dibukanya chat story Dila hmm terakhir online 15 menit yang lalu. "Aku kirim pesan ah," gumam Arya. la lalu mengetikkan sesuatu


"Hai dila...lagi apa?" 5 detik, 20 detik, 1 menit, 5 menit, 30 menit, belum juga di read.


Arya pasrah, memilih memejamkan matanya. Tring. Arya langsung membuka mata dengan berbinar. "Mas Arya...maaf baru balas. Aku habis nonton tv, hape disimpan dikamar." Arya tersenyum bahagia serasa mendapat durian runtuh. la lalu mengetikkan pesan lagi "Berarti sekarang dikamar dong"


"lya "


"Biasa tidur jam berapa bun.eh dila "


"Ishh Mas Arya..e Sengantuknya aja..tapi rata-rata jam 10 udah mengantuk."


"Sepertinya malam ini aku malah gak akan bisa tidur.."


"Kenapa Mas ?"


"Karena ngantuknya udah hilang saat kamu membalas chat ini hehe."


"Ihh gombal.."


"Cius kok. Eh.boleh aku tebak nggak ?" "Tebak apa?" I


I "Hmm kamu chattingannya sambil telungkup dikasur, bener gak ?"


"Haha..salah nol besar. Aku sambil duduk selonjoran kok."


"Wah..sama dong...berarti kita jodoh ,"


"Ishh Mas Arya becanda melulu.."


" wahahaha aku gak sabar pengen banget ketemu"


" Tinggal sebulan lagi mas sabar"


" sebulan terasa lama bagiku"

__ADS_1


Halo pembaca setia novel author ❤️ happy reading semua 😚😍 oiya jangan lupa baca novel author terbaru *Keiyla* dengan konflik kecil dan banyak pelajaran yang insyaallah bisa jadikan contoh. love you so much all


__ADS_2