
Rai terbangun dan melihat sekeliling ya "di...dimana ini? bukan kah aku tadi ada di hutan?" tiba-tiba seseorang datang "owhh kau sudah bangun?! Vika lihat anak ini sudah sadar!" seorang perempuan yang sedang memegang sebuah pedang es masuk seketika Rai terdiam sejenak saat melihat perempuan itu masuk 'elementer es?!' Vika langsung merespon tatapan Rai "kau melihat pedang ini kan?!,ini namanya pedang sihir aku adalah murid penyihir es,kemarin malam guru ku menemukan mu di hutan.karema merasa kasian jadi dia membawa kamu ke sini,dan juga sebentar lagi beliau akan kembali jadi kau tunggu saja" Rai yang mendengarnya hanya mengangguk dan seolah pikirannya menjadi kosong "pedang es,sihir,sihir es,penyihir es, petualang,ksatria.sebenarnya aku ada dimana apa aku tak mengubah waktu dunia lain?!" tiba-tiba seorang prajurit datang "NONA VIKA SEKAWANAN SERIGALA IBLIS MUNCUL DAN MENYERANG PRAJURIT LAINNYA!!" Vika yang mendengar perkataan prajuritnya segera bergegas keluar untuk melihat keadaan,di saat Vika keluar dia amat terkejut melihat serigala iblis dalam jumlah yang besar Vika langsung mengangkat pedangnya "JANGAN ADA YANG TAKUT HABISI SERIGALA IBLIS DAN PERTAHANKAN KAMP KITA!!!" Vika langsung berlari dan membunuh beberapa serigala iblis tapi dia belum sadar dari dalam semak ada yang memantaunya.pertarungan berlangsung lumayan lama sampai guru Vika muncul dia datang dari dalam hutan dengan membawa satu badan utuh beruang sungai,melihat serigala iblis yang menyerang dia langsung mengangkat tangannya "pedang es,kuasa es DUNIA ES!!!" dia langsung menancapkan pedangnya ke tanah dalam sekejap Medan tempur langsung di kelilingi es pengintai yang ada di semak langsung memutuskan mundur setelah es menutupi tempat itu,di saat yang sama Rai berjalan keluar kamp dia langsung di sambut dengan salju yang turun dan ada es di mana-mana "apa yang terjadi?" guru Vika melihat ke arah Rai,Rai yang merasakan dirinya di awasi langsung menoleh ke arah guru Vika "kau sudah bangun bocah bagaimana keadaanmu?"Rai tersenyum "aku baik-baik saja sekarang terimakasih atas pertolongan tuan" orang itu melambaikan tangannya "tak masalah kita ini manusia jadi harus tolong menolong.oh ya nama ku Dou salam kenal ya" Rai langsung berjalan melangkah keluar "nama ku Rai dan senang berkenalan dengan mu tuan Dou" Dou tertawa "tidak jangan mengunakan kata tuan aku lebih suka di panggil dengan sebutan “Dou“ bukan “tuan Dou“ kau paham"Rai mengangguk mendengar perkataan Dou dan dari dalam hutan melesat sebuah panah dan tepat mengenai salah satu prajurit,prajurit itu langsung tersungkur kesakitan Vika yang melihat prajuritnya terluka spontan ingin menolongnya tapi di saat Rai melihatnya tampak terjadi sesuatu yang aneh Rai langsung berteriak menghentikan Vika "BERHENTI JANGAN KESANA!" Rai langsung berjalan perlahan ke arah prajurit dan melihatnya dari jauh "lihat baik-baik itu bukan panah biasa dalam sekejap tubuh orang itu langsung membusuk,ini pasti..." sebuah panah datang lagi Rai langsung mengelak dengan cepat 'nyaris saja! musuh berada dalam semak-semak dan bisa menyerang dengan sangat akurat pasti orang ini mengintai dari tadi!' sebuah panah datang lagi Vika langsung menebas panah itu menjadi dua "kau tau apa Rai?" Rai mengangguk 'waaa nyaris saja nampaknya insting ku mulai tumpul?' sebuah panah melesat keluar lagi Rai yang sudah muak langsung menangkap panah itu dan melemparnya kembali ke asalnya,panah itu langsung mengenai seseorang dan orang itu langsung jatuh ke tanah "TERKUTUK LAH ENGKAU KESATRIA ES!!" Rai yang mendengarnya hanya diam lalu dia berjalan ke dalam Kamp dan mencari Dou.