
Rai kembali di panggil oleh raja Tampa pikir panjang Rai langsung pergi menemui sang raja di saat Rai datang di istana sebuah panah mengarah ke arah Rai dengan cepat Rai menangkap panah itu dan menoleh ke arah panah itu berasal,Rai melihat sebuah surat yang telah di ikat di sebuah panah Rai mengambil surat itu dan membacanya,setelah selesai membacanya Rai langsung membakar surat itu dan berbalik dan langsung melesat lari ke luar kota "tunggu aku Nia!" di dalam Istana para bangsawan dan sang raja tengah menunggu kedatangan Rai tapi Rai malah melupakan apa yang ingin di lakukan nya tadi,tak butuh lama Rai sampai di kerajaan tetangga Rai berhenti di sebuah tebing yang lebih tinggi dari kerajaan itu sambil mengangkat tangannya ke langit seekor elang mendekat dan mendarat di tangan Rai "bisa tolong aku?" elang itu mengangguk seolah dia paham apa yang di ucap kan oleh Rai "terima kasih" burung elang itu terbang kembali Rai melempar sebuah pil ke udara elang itu langsung memakan pil yang Rai berikan seketika elang itu menjadi raksasa Rai langsung mengeluarkan sebuah jubah hitam dan memakainya "mari kita mulai!" Rai melompat terjun ke arah kota kerajaan sambil memakai topeng hitam polos untuk menutupi wajahnya,saat mendarat Rai langsung melesat ke arah Nia yang sedang di ikat dan siap di eksekusi "permisi para ksatria boleh kita berunding sedikit? Dia adalah teman ku jadi bisa kah kalian melepaskan nya untuk ku?" para ksatria yang melihat Rai langsung waspada "tenang saja aku takkan melakukan apapun selama kalian mau melepaskan teman ku" tiba-tiba seorang ksatria muncul dengan pedang api yang menyala dan langsung menyerang Rai dengan cepat Rai langsung mengelak dan menoleh ke arah ksatria itu "apa yang kau lakukan ksatria sihir api?" ksatria itu menancapkan pedangnya "hebat kau bisa mengenal ku nama ku Luki dan sekarang kau bisa mati dengan tenang!!" Luki melesat dengan cepat dan berniat menebas kepala Rai "elementer cermin, serangan balik" dalam sekejap guru dari ksatria itu muncul dan menahan serangan dari Luki "hentikan Luki!" Luki langsung menyembunyikan pedangnya di saat gurunya datang guru nya berbalik dan menoleh ke arah Rai melihat itu Rai merasa tak nyaman sedikit pun "apa mau mu!" guru Luki membungkukkan dirinya "perkenalkan nama ku Fou mantan ksatria sihir pedang api" melihat gurunya yang sopan dengan Rai yang tak memiliki niat membunuh langsung menghela nafasnya "apa niat anak murid mu ini!! Dia ingin membunuh ku tau!!" Luki membungkukkan badannya "saya benar-benar minta maaf atas apa yang di lakukan murid ku.tapi...." Rai menoleh dengan tatapan tajam "tapi?" beberapa bilang pedang datang dan menyerang Rai melihat pedang yang terbang ke arah nya Rai langsung mengelak dan melompat ke arah podium "haaa... Nampaknya kalian memang tak bisa di ajak negosiasi" Rai menghilang dari pandangan semua orang dan membawa kabur Nia beserta tiang yang mengikat Nia,tapi Luki datang dan menghadang Rai "MENYINGKIR DARI JALAN KU!" Tampa pikir panjang Rai mengayunkan tiang kayu itu ke arah Luki melihat itu lantas Luki mengayunkan pedang nya dan membelah kayu berserta tali yang mengikat Nia "hmm rencana ku berhasil!" Rai mendorong batang kayu itu ke arah Luki membuat Luki terjatuh dan menjatuhkan pedangnya juga Rai langsung menangkap Nia dan membawa pedang Api kabur.Fou yang melihat cara bertarung Rai sangat terkesan dia berhasil membuat murid nya yang sombong terjatuh dan tak bisa menyerang sedikit pun,sedangkan Rai berlari membawa Nia kabur kembali ke kerajaan dengan elang yang di beri pil tadi.
Setelah menyelamatkan Nia,Rai membawanya ke penginapannya dan membiarkannya di sana dengan elang yang telah kembali ke ukuran semula untuk menjaganya sementara Rai pergi menemui sang raja,saat Rai sampai di kerajaan dia segera berlari ke arah pintu utama kerajaan di saat Rai membuka pintu itu Rai hanya melihat sang raja yang duduk di singgasananya dengan tatapan kecewa ke arah Rai,sang raja berdiri dan berjalan ke arah Rai sang raja berlutut dan memegang bahu Rai dengan kedua tangannya "Rai kemana saja kau? Kau menghilang begitu lama" Rai langsung terdiam dia pikir raja akan marah padanya nyatanya sang raja malah mengkhawatirkan nya 'ahhh aku seharusnya berfikir positif mungkin dia khawatir karena aku telah menyelamatkan putrinya, ya pasti karena itu' tiba-tiba Mary datang "oh putri ku telah datang Rai bisa kah kah menjaga putri ku untuk satu hari ini?" Rai mengangguk "tentu kenapa tidak" Mary langsung mengandeng tangan Rai dan membawanya pergi "ayo kau harus menemaniku membeli beberapa manisan,Sang raja tersenyum melihat Rai dengan Mary "aku tak tau bocah Rai itu seperti apa tapi Mary mempercayainya dan aku rasa Rai tidak akan melukai nya",Rai dan Mary mulai mengelilingi kota dan mencari apa yang di inginkan oleh Mary.