
Beberapa hari setelah perjanjian Rai dan Vika akhirnya datang hari yang Rai tunggu,Rai mendapat beberapa informasi tentang 7 ksatria sihir dari Dou sebenarnya ada lebih dari 7 ksatria sihir namun elementer yang bisa di jadikan kekuatan sihir hanya tujuh jadi Rai pergi ke academy hanya ingin melihat dan menilai seberapa hebat penerus ksatria sihir yang akan mendatang.
__ADS_1
Rai bersiap-siap dengan beberapa perlengkapan yang di berikan Dou,tak berselang lama sebuah kereta kuda datang untuk menjemput Rai,Vika keluar dari kamp dan melihat ke arah kereta kuda yang datang di saat kereta kuda itu berhenti datang beberapa prajurit dan segera berlutut di hadapan Vika,Rai yang melihatnya menoleh ke arah Dou "apa yang mereka lakukan Dou?" spontan Dou menoleh ke arah Rai "mereka sedang memberi hormat kepada putri mereka" Rai yang berfikir sejenak 'putri? apa seorang ayah di dunia ini tak cukup satu?' Rai salah beranggapan kalau Vika memiliki seorang ayah yang lebih dari satu nyatanya Vika adalah seorang putri raja.Di saat yang sama seorang panglima perang datang dan berlutut di depan Vika "tuan putri kereta kuda yang anda minta telah datang!" Rai langsung tersadar kalo dia ada di dunia lain tentu yang di maksud dengan putri bukan anak melainkan seseorang yang memiliki derajat yang lebih tinggi dan di saat yang sama pula Rai langsung menoleh ke arah Vika "apa..? putri raja?!" Vika menatap sinis ke arah Rai seolah mulai mengejek Rai 'sial seharusnya aku tak mengaku kalah tadi!' Vika berjalan ke arah Rai sambil membungkuk "ayo tuan Rai kita segera ke Akademi Sihir!" Rai hanya tersenyum terpaksa ke arah Vika 'sialan kau bocah!'.
__ADS_1
Rai dan Vika segera pergi menuju akademi sihir "hey putri Vika" Vika menoleh ke arah Rai "ada apa tuan Rai" Rai mulai kesal dengan nada bicara Vika "berhenti memanggil ku dengan sebutan ”tuan” dan apa itu akademi sihir dan kenapa aku harus ke sana juga?" Vika menoleh ke arah jendela sambil menarik nafas nya "akademi sihir adalah tempat yang terkenal dengan murid-murid yang sangat hebat dalam mengendalikan sihir dan yang tak bisa menggunakan sihir akan di jadikan prajurit untuk Medan perang sedangkan yang bisa menggunakan sihir mereka akan mendapat derajat lebih tinggi dari seorang prajurit!" Rai mulai terdiam sejenak "kalah begitu akademi hanya akan menerima anak-anak yang sudah berusia remaja ke atas saja bukan karna anak-anak yang belum menginjak usia remaja pasti belum bisa menggunakan sihir?!" Vika tak sengaja termakan umpan yang Rai berikan "ya benar sekali jadi anak-anak seusia mu mungkin tak di terima tapi tenang saja setelah mereka melihat sifat dan tingkah mu mereka akan meneri....." Vika langsung menoleh ke arah Rai 'aku masuk perangkapnya!!' Rai tersenyum licik ke arah Vika "ini akan mudah aku tinggal bertingkah seperti anak-anak pada umumnya!" Vika yang mendengar nya langsung marah dan menarik pipi Rai "tidak boleh!!" Rai mencoba melawan walau tak bisa menjangkau Vika,tapi tiba-tiba Rai merasakan hawa keberadaan monster yang sangat banyak di depan mereka "Vika ada monster di depan kita dan juga ada beberapa orang kita harus menolong mereka sesegera mungkin!!" Vika yang mendengarnya langsung mengangguk dan menyuruh para prajurit pergi dahulu untuk menolong mereka.Rai langsung menggunakan mata waktu nya dan melihat masa depan "tidak akan sempat!" Rai langsung melompat ke luar kereta kuda "elemen angin lompatan angin!" Rai langsung melesat dan melompat di udara membuat para prajurit yang ada di depan terkejut.
__ADS_1
Rai melepaskan tangannya dari pelukan kedua putri dan berjalan mundur sedikit untuk menjaga jarak dari mereka "tu...tunggu dulu aku hanya tidak sengaja lewat jadi kalian tak perlu berterimakasih dan juga..." seorang putri menutup mulut Rai dengan telunjuknya "ssstttt... nama ku Sisy dan dia Mary" spontan Rai membalas perkataan Sisy "nama ku Rai... ehh" Sisy tersenyum "senang bertemu dengan mu Rai!" sang komandan menyela perbincangan Rai dan sisy "putri Sisy kita harus segera pergi jika tak ingin terlambat" Tampa pikir panjang Sisy dan Mary menarik tangan Rai dan membawanya kedalam kereta ayo pergi Rai,Rai bahkan tak sempat berkata sepatah kata sedangkan Vika hanya diam dan berjalan masuk kedalam kereta kuda.
__ADS_1