
Rai berjalan dan mencari Dou di dalam Kamp dan saat menemukan Dou,bukan Rai malah Dou yang membuka perbincangan terdahulu "aku tau kenapa kau mencari aku Raja Elementer owh bukan Raja Monster Iblis" Rai yang mendengar Dou mengetahui siapa dia langsung waspada Rai langsung mengeluarkan pedang apinya dan mulai waspada "tenang tuan ku aku tidak akan melakukan apapun kepada mu malahan...." Dou langsung berlutut di hadapan Rai dan memberi hormat kepada Rai "selamat kembali tuan ku" Rai yang melihatnya langsung terheran "siapa kau sebenarnya kenapa kau mengetahui siapa aku?!" Dou berdiri dari tempatnya "itu simpel raja elementer telah menghilang beberapa ratus tahun yang lalu dan energinya juga menghilang dan waktu kemarin kau datang dan mengeluarkan energi yang begitu besar sedangkan di dunia ini orang-orang hanya menggunakan mana orang yang menggunakan energi bisa di bilang hampir tidak ada sekarang yang menggunakan energi hanya penjaga istana elementer dan sekarang kau datang dengan energi yang sangat besar,bukan kah itu adalah sebuah logika yang masuk akal tuan?" Rai langsung menghilangkan pedang apinya dan berbalik "aku tak tau kau siapa tapi yang pasti aku ingin bertanya kepada mu kenapa kau bisa menggunakan kekuatan elementer bukan kah kau bukan seorang elementer!?" Dou berbalik sambil melihat sebuah lukisan "tuan kau lihat lukisan ini?" Rai berbalik melihat lukisan itu dan mengangguk " lukisan ini di buat oleh seorang seniman yang telah lama meninggal seniman ini sangatlah hebat dia bisa meramalkan masa depan dan ini adalah sebuah ramalannya yang terwujud tujuh ksatria sihir elementer dan aku adalah penerus ke tujuh dari ksatria sihir elementer es dan jika kemampuan Vika cukup maka dia akan menjadi penerus kedelapan dari ksatria sihir elementer es" Rai berfikir sejenak "jadi kau adalah penerus ke tujuh dan Vika adalah calon penerus ke delapan dan di lukisan itu ada tujuh orang berarti..." Dou langsung menyela Rai "benar seperti apa yang tuan pikirkan ada tujuh ksatria sihir.Es,Api,Angin,Tanah,cahaya,Racun,bayangan,awalnya ketujuh ksatria elementer hidup berdampingan tapi beberapa hari kemudian ksatria bayangan mulai menjauh dan bersembunyi tapi ksatria elementer cahaya mulai membuka sebuah Academy dan akhirnya para ksatria dan beberapa masyarakat kecil ataupun besar mulai merespon dan Academy menjadi semakin terkenal sekarang dari Academy para penerus ksatria elementer mengambil penerus mereka..." Rai langsung meragukan dan langsung merendahkan Academy "heee..dari masyarakat kecil dan besar nampaknya para penerus sekarang hanya akan mengambil orang orang bangsawan?! apa aku benar?!" Dou yang mendengar tanggapan Rai terdiam sejenak dan mengambil nafas "tentu saja tidak tuan Rai ksatria es berawal dari air yang bersih kami selalu mengambil penerus dari orang yang mampu secara kekuatan bukan uang!" Rai berjalan mendekat ke arah Dou "benarkah bisa aku coba kemampuan Vika?" Dou terdiam mendengar perkataan Rai,tiba-tiba Vika datang dan menyela pembicaraan mereka "aku akan melawan mu Rai aku tak mengerti apa yang kalian katakan tapi aku tak suka jika kau meremehkan ku!!" Rai yang melihat Vika keluar dari persembunyiannya tersenyum "bagus kau keluar juga aku menunggu mu dari tadi!, mari biar ku lihat kemampuan mu!" Dou yang melihat tak bisa berkata apa-apa.
Di tengah Padang rumput Vika dan Rai berdiri saling menghadap dan Dou hanya melihat dari kejauhan "baiklah kita mulai pertarungannya?" Rai mengangkat tangannya dan bersiap menyerang "tunggu sebentar! aku ada sebuah peraturan!" Rai yang mendengar permintaan Vika langsung berhenti "apa itu aku akan mendengarkan mu?" Rai menoleh santai ke arah Vika "aku ada beberapa peraturan. 1)kau tidak boleh menggunakan kekuatan energi dan yang ke 2)kalau kau kalah kau harus masuk Academy ksatria sihir. Apa kau berani Rai?" Rai langsung menyetujui peraturan yang Vika berikan "aku juga ada peraturan dan itu sangat mudah jika kau bisa melukai ku atau berhasil menyerang ku kamu memang!" Vika yang mendengarnya mulai tersenyum "baiklah kalau begitu mari kita mulai!" Vika menghilang dari pandangan Rai dan muncul di belakang Rai dengan pedang es "aku sudah menebaknya!" Rai langsung mengelak serangan Vika dengan mudah tapi Vika tak berhenti dia langsung menancapkan pedangnya ke tanah "dunia es!" seketika es menguasai hampir seluruh penjuru Padang rumput dan kaki Rai di kunci oleh es Vika,langsung mencabut pedangnya dan berlari ke arah Rai "hmm lumayan" Rai langsung mengangkat tangannya "aku tak tau apa itu sihir tapi aku bisa melakukan hal ini. Ubah energi menjadi mana elementer api di aktifkan ubah elementer menjadi sihir. ledakan api!" sebuah lingkaran sihir muncul dan muncul api sihir, Vika langsung menebas api sihir itu tapi di balik api sihir ada bongkahan es besar yang sudah menanti Vika,tak bisa mengelak Vika menerima serangan sihir Rai "wahh lumayan juga kekuatan sihir ini walau pertahanan serangannya sangat lemah tapi daya serangnya lumayan kuat" Rai berjalan keluar dari es yang mengurung kakinya "kau lumayan hebat Vika aku mengakui mu dan kau juga berhasil menyerang ku, jadi aku akan menepati janji ku" Vika malah terdiam "tapi aku tak berhasil melukai ku?!" Rai malah tersenyum "tidak kau berhasil melukai ku" Rai menoleh ke arah es yang mengurung kakinya tadi dan tampak setetes darah 'aku tak tau kapan dia melakukannya tapi dia berhasil melukai kaki ku walau hanya secuil' Rai berbalik dan kembali ke kamp sendirian.