
Beberapa tahun berlalu dengan damai tapi di saat yang sama Rai merasakan aura iblis yang begitu kuat Rai berjalan ke luar penginapan dan menoleh ke arah langit "apa akan terjadi suatu bencana?" tiba-tiba Rai di kagetkan dengan suara ledakan yang sangat besar yang berasal dari istana Rai yang mendengarnya Tampa pikir panjang langsung melesat ke arah istana untuk melihat apa yang terjadi, sedangkan itu di istana seorang raja iblis datang dan menangkap Mary "hmm raja aku akan membawa putri mu untuk sesuatu yang sangat hebat oke?" sang raja langsung terjatuh melihat raja iblis yang menangkap Mary "tolong...tolong jangan bawa putri ku" raja iblis langsung menghilang dari pandangan sang raja dan saat itu pula Rai datang dan melihat raja yang telah terdiam "Baginda apa yang terjadi?" raja langsung memeluk Rai dan menangis "Rai ku mohon....kumohon padamu tolong selamatkan Mary!" Rai yang mendengar perkataan sang raja hanya terdiam "bisa...bisa kah kau jelaskan dulu kepada ku apa yang terjadi yang mulia?" sang raja mulai menceritakan semuanya dengan tangis yang di tahannya. Tak lama kemudian seorang pangeran datang dengan di kawal beberapa prajurit "paman aku tau masalah mu. Bagaimana kalau aku membantu mu menyelamatkan Mary. Tapi dengan satu syarat Mary akan menikah dengan ku!" Rai yang mendengarnya berdiri di saat Rai ingin berbalik sebuah hawa sejuk mulai menyapu istana "tak perlu anda yang melakukan itu pangeran William negara ini masih memiliki kami!" beberapa orang muncul dengan pedang yang di sandang di pundak mereka Luki muncul dengan sebuah sarung pedang "oii bocah kembalikan pedang ku!!" Rai langsung mengeluarkan pedang sihir api dan melemparnya ke arah Luki "kau ambil saja aku tidak tertarik dengan benda itu" pangeran William langsung menatap dengan tatapan kesal "kalian hanya 7 ksatria pedang sihir mana mungkin kalian bisa mengalahkan raja iblis Tampa penyihir karena aku tau kalian para ksatria pedang sihir tak bisa menggunakan sihir sedikit pun benar kan!" Vika hanya diam mendengarnya, sedangkan Rai hanya terdiam 'tidak bisa menggunakan sihir?' pangeran William berjalan melewati para ksatria dengan tawa nya dan dia berbalik menoleh ke arah raja "paman lebih baik kau pikirkan baik-baik sebelum bertindak!" pangeran dan prajurit pergi kembali ke kerajaan mereka tapi di sisi lain Rai mulai menaruh curiga kepada pangeran William tapi dia hanya diam karena tak ingin membuat masalah untuk sang raja.
__ADS_1
Para ksatria mulai berlutut di hadapan sang raja,di saat itu pula raja memaksakan diri nya untuk berdiri "baik...aku mohon bantuan kalian para ksatria sihir kota Vix aku memerintahkan kalian pergi ke lembah iblis dan membawa kembali sang putri "SIAP!!" Rai yang melihatnya teringat kenangannya saat memberi perintah kepada pasukan Serigala hitam "raja aku akan ikut dengan mereka" di saat raja menoleh ke arah Rai Luki langsung menyela "tidak perlu kami para ksatria pedang sudah cukup kau hanya akan menghambat kami" tiba-tiba seseorang datang dan melerai mereka berdua "Luki jaga omongan mu kau harus bersikap sopan sedikit" Rai memandang pria itu dengan seksama "siapa kau?" orang itu lalu memandang Rai dan membukukan badannya sedikit "ohh maaf aku lupa memperkenal kan diri. Nama ku Luis, aku ketua dari ke tujuh pedang sihir" Rai yang melihatnya hanya tersenyum 'memang tidak bisa di percaya' Rai hanya berbalik dan pergi meninggalkan mereka, Luis hanya tersenyum menanggapi sikap Rai kepada nya tapi Luki tetap kesal melihat tingkah Rai.
__ADS_1
Di saat Rai keluar dari istana seorang anak kecil datang menghampiri Rai "kak Rai apa kau akan mengajari ku lagi!?" Rai yang melihat bocah itu langsung tersenyum "ya tentu, ayo aku akan mengajari beberapa jurus lagi" bocah itu sangat senang mendengar perkataan Rai.Di tempat lain Tsuna berjalan dan memasukkan putri Mary kedalam sebuah kurungan "haa tinggal beberapa putri suci lagi dan aku akan bisa membuka gerbang dimensi ini dan mencari mu Nami"
__ADS_1