Sang Penolong Arwah

Sang Penolong Arwah
Kecelakaan


__ADS_3

"Mawar awassss.....!!" teriak tasya sambil mendorong mawar.


"Brak....!!!" tasya pun tertabrak mobil itu.


"Tasya, bangun sya, tasya lo kenapa nolongin


gue sya, bangun dong sya hiks... hiks...." tangis mawar berharab tasya akan bangun.


seketika semua orang pun berkerumun di tempat kejadian kecelakaan itu, melihat tasya yang berlumuran darah, dengan kepala terbentur oleh aspal membuat orang mengira ia telah meninggal dunia.


"kayak nya itu udah meninggal neng temannya wong ke benturnya keras banget kalo nggak meninggal ya pasti bakal koma" ucap salah satu orang yang berkerumun.


"nggak mungkin buk, temen saya masih hidup, denyut nadi nya juga masih ada jadi tolong panggil ambulan cepet" teriak mawar sambil menyuruh orang untuk memanggil ambulance.


Mawar pun segera menelefon ivan.


''van, tasya, tasya kecelakaan pas di parkiran mobil di mall dia tadi nylametin gue, lo masih di mall kan van kesini cepet van kasihan tasya." suruh mawar via televon.


"hah kecelakaan, ngaco ya lo " tanya ivan tak percaya pada mawar.


"ishhhh....beneran cepat kesini " suruh mawar.


Setelah ivan datang mawar pun segera membawa tasya ke rumah sakit di surabaya.


"dokter tolong dok temen saya habis kecelakaan tolong dok" teriak mawar.


"sabar mbak biar tim dokter yang mengatasi''


Ucap dokter itu.


"van lo udah kabarin si bos belum kalo tasya habis kecelakaan kalo belum cepet hubungi van cepet" ucap mawar sambil menangis.


"tenangin diri lo war jangan lo salahin diri lo sendiri, ini itu murni kecelakaan kalo soal si bos tenang aja gue udah kabarin kok" ucap ivan menenangkan mawar yang sejak tadi menyalahkan dirinya sendiri.


''kevin, iya kevin cepet kabarin kevin dia kan belum tau soal kecelakaan ini cepet van kabarin dia !'' ucap mawar tak sabar.


"iya ni gue mau hubungin dia sabar dikit kalik" ucap ivan.


"halo kev, tasya kecelakaan lo cepet kesini dong si mawar udah nyariin lo ini khawatir banget dia, maklum lah kayaknya dia lagi kesem-sem sama elo nih" ucap ivan di telefon


"enak aja lo, yang ada lo yang lagi ke sem-sem sama si tasya yakan'' ledek mawar.


"kalo iya emangnya kenapa" ucap ivan.


Setelah itu dokter keluar membawa berita.


"gimana dok kondisi nya tasya, baik baik aja kan dok?" tanya mawar khawatir.


"maaf kami tim dokter sudah berusaha semaksimal mungkin tapi...." ucap dokter dengan ragu - ragu.


"hah jangan bilang kalo tasya meninggal dok, tasya... tasya lo nggak papa kan sya kalo lo meninggal terus gue ngabarin keluarga elo gimana caranya" teriak mawar.


"tenang mbak saya tadi cuma bercanda sebenarnya mbak tasya sekarang udah nggak papa walaupun tadi sempet kritis namun sekarang dia sudah sadar" ucap dokter sambil tertawa.


Tanpa menunggu lama ivan langsung masuk tanpa sepengetahuan mawar.


"isshhh... dokter bercandanya nggak lucu tapi berarti saya boleh lihat dong kan dok" ucap mawar sangat antusias.


"ayo van masuk, loh ivan mana ni kok nggak ada sih" tanya mawar heran karena ivan sudah tidak ada di tempat duduknya.

__ADS_1


"maaf mbak mas ivannya sudah masuk dari tadi sebelum mbak meminta izin untuk masuk ke dalam oleh dokter" ucap suster.


"bener bener si ivan gue main di tinggal aja emang dasar kalo udah jatuh cinta ya kayak gitu emang" omel mawar dan dia langsung menjumpai tasya di dalam kamar rawat.


"tasya kuuu.... Lo nggak papa kan sya maafin gue ya, karna gue lo jadi kayak gini o iya gimana ke ada'an lo sekarang udah nggak sakit kan '' tanya mawar tak henti henti nya.


"diem deh nggak usah lebay wong tasya nya yang sakit aja kalem" sindir ivan ke mawar.


"udah jangan berantem nggak enak sama pasien yang lain" ucap tasya.


"loh kalian bawa anak kecil ke sini ya kok dari tadi anak kecil itu ngikutin lo aja ya war" tanya tasya yang melihat hal aneh.


"kita nggak bawa anak kecil kok sya terus di belakang gue nggak ada siapa siapa kok, jangn nakut nakitin deh ini rumah sakit lo" ucap mawar yang sudah ketakutan.


"nama kamu siapa dek orang tua kamu mana kok sendirian sih" tanya tasya sambil mengulurkan tangannya.


"kamu bisa lihat aku kak, kalau gitu tolong bantu aku untuk menetahui siapa yang telah membunuhku kak" pinta anak kecil itu.


"si tasya lagi interaksi sama mahluk halus itu war jadi kita nggak bisa lihat" bisik ivan.


Tasya pun syok dengan apa yang ia lihat anak yang semula cantik tiba-tiba keluar darah dari perutnya dan terlihat belatung yang keluar bau amis yang tak bisa di tahan membuat tasya sepontan menutup hidungnya.


Dan tiba-tiba tasya pun pingsan karena tidak kuat melihat pemandangan yang ada di depannya yang teramat menyeramkan itu.


"tasya lo kenapa kok jadi pingsan sih emangnya seberapa nakutin sih anak itu sampe lo jadi pingsan'' tanya mawar.


Anak itu pun menunjukkan dirinya yang menakutkan yang membuat tidak tahan adalah bau amis yang membuat mawar tegeletak di lantai.


Ivan yang melihat pun langsung membaca ayat kursi di situ agar anak kecil itu bisa menghilang dari hadapannya itu.


"astagfirullah, terus gue terus harus gimana ni, apa panggil dokter aja iya deh panggil aja" ucap ivan pada dirinya sendiri.


"kenapa ini ada apa...." tanya dokter.


"ini anu dok apa itu namanya nganu habis lihat hantu dok jadi syok mereka" ucap ivan bingung dengan apa yang dia katakan.


"la ini udah bangun mas mbak nya, ini nggak papa kok cuma syok aja nggak usah khawatir.


Setah itu dokter pun pergi meninggalkan tempat rawat.


"tasya lo nggak papa kan gimana ada yang sakit nggak sini gue pijitin" ucap ivan yang sangat begitu khawatir.


"nggak papa kok van tenang aja" ucap tasya menenangkan ivan.


"bagus ya gue di lupain, gue pingsan di lantai tapi nggak ada yang nolongin emang gue nggak keliatan kayak setan gitu" sindir mawar pada tasya dan ivan.


"jangan marah dong war kita kan sahabat jadi jangan gampang marah dong" pinta tasya pada mawar.


"Assalamualaikum.... Gimana baik-baik aja kan gue kira lo bakal ninggalin dunia se isinya sya bikin khawatir aja" ucap kevin yang tiba-tiba datang.


"waalaikumsalam..... Tasya baik-baik aja kok" ucap mereka bertiga secara tidak sengaja bersamaan yang membuat kevin sampai melongo.


"sya lihat deh di belakang mawar ada anak kecil nakutin banget" ucap kevin berbisik pada tasya.


"gue juga lihat vin serem banget kayaknya bukan orang deh dia masak perutnya keluar belatung sih" jawab tasya merinding.


"ada apa sih kok bisik-bisik gitu katanya sahabat gimana sih" ucap mawar merajuk manja.


"bukannya nggak mau ngomong war tapi di belakang lo ada mahluk astral lo hihat aja deh mendingan" ucap kevin membuat mawar sepontan memeluknya.

__ADS_1


"ya udah nic gue cari makan dulu ya di sini serem banget" ucap mawar sambil berlari.


"kayaknya anak kecil mahluk halus itu ngikutin mawar deh vin, van" ucap tasya pada kevin dan ivan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung........


Notes :


Halo temen-temen aku baru belajar nulis cerita horor ni jadi maaf ya kalo tulisan ku masih banyak typo, dan ceritaku masih jauh dari kata sempurna.


Saran dan kritik kalian sangat di butuhkan untuk motifasi dan inspirasi.


Mohon dukungannya dengan cara tekan tombol Like, Love, dan Komentar setelah membaca ceritaku.


Terima kasih............... β˜ΊοΈπŸ˜šπŸ˜˜πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2