
" ya udah yuk, kita pulang bareng aja ya sya" ucap ivan pada tasya yang mesih melihat secara detail kalung pemberian ibu desi.
" Mm... boleh juga tu sekalian lo traktir gue makan gimana, kali-kali gitu lo van, lo kan jarang banget neraktir gue" ucap tasya bercanda pada ivan.
" boleh emangnya mau makan apa sya biar gue traktir, mumpung masih tebel ni kantong" jawab ivan menganggap omongan tasya tadi serius.
" apaan sih van gue cuma bercanda kok" ucap tasya tak enak hati.
Walau sudah di tolak keras oleh tasya, namun ivan selalu saja memaksakan agar tasya mau makan dengannya, walau pun ada rasa senang di hati tasya dan ivan.
akhirnya pun tasya mau ikut dengan ivan, walaupun sekedar memakan bakso di pinggiran jalan, namun tidak kalah enak juga seberti di restoran yang sangat mahal.
" maaf ya sya, gue belum bisa traktir elo di restoran restoran mahal, ya maklum lah faktor ekonomi" ucap ivan pada tasya.
" ivan lo kok ngomong kayak gitu sih, jangan ngrendahin diri lo sendiri, susah senang bakalan kita lewati kita kan teman" ucap tasya menghibur ivan.
" temen doang sya, nggak lebih gitu, kan belum puas" ucap ivan menggoda tasya.
" apaan sih van, ya kalo nggak teman ya sahabat gitu" ucap tasya salah tingkah.
Seketika pendangan mereka saling mengarah, detak jantung yang berirama, sudah tidak bisa di pungkiri kalau mereka saling mencintai.
" ya allah, kenapa aku jadi gugup ya, jantung rasanya kayak mau copot segala, jangan-jangan aku suka lagi sama ivan" ucap tasya cemas.
" Mm... mbak mas ini baksonya keburu dingin lo nggak di lanjutin makannya" ucap penjual bakso itu pada tasya dan ivan.
Seketika ivan dan tasya terpanjat dari lamunannya dan mereka merasa suasana sudah mulai menegang.
" iya mbak maaf kebanyakan nglamun akunya jadi nggak ngeh apa yang mbak omongin tadi" ucap tasya, wajahnya pun seperti kepiting rebus karena malu.
Akhirnya dua gejoli yang sedang di mabuk cinta itu memutuskan untuk pulang saja karena suasana di warung bakso itu udah canggung nggak karu-karuan.
" van makasih ya tadi udah neraktir gue, kapan kapan gantian gue deh yang ntraktir elo gimana atau entar malem aja kita jalan jalan lagi kan besok minggu jadi kita malam mingguan aja" ajak tasya.
" boleh juga ide lo, oke lah gue mau nanti habis ishak gue jemput ya" ucap ivan menambahkan.
"yes, akhirnya bisa jalan lagi sama dia, kira kira nanti pas jalan jalan gimana ya jangan jangan kayak tadi lagi canggung, malu" ucap ivan sambil mengemudikan motor.
" huffttt.... masih jam empat kok, jalan jalan nya masih lama juga, mendingan gue lihat kalung itu lagi" ucap tasya sambil merogoh saku celananya.
Setelah mengamati kalung pemberian itu tertulis " pakailah kalung ini maka kamu akan bisa melihat penampakan hantu atau setan" tasya yang membacanya pun kaget dengan apa yang barusan ia baca.
Ternyata kalung antik itu adalah kalung yang tidak biasa yang seperti di bilang sama desi, awalnya tasya hanya mengira itu adalah kalung biasa yang di jual di toko toko.
" berarti... seandainya ivan yang pakei, pasti dia bisa lihat mahluk halus dong, kerjain dia ah, gue pengen tau reaksi dia kalo lihat hantu" ucap tasya sambil senyum senyum sendiri.
Setelah menunggu lama akhirnya waktu yang di nanti nanti tasya pun tiba.
" jalan jalan sama ivan di malam minggu pasti menyenangkan" gumam nya yang sedang merias diri dengan balutan makeup tipis.
Terdengar motor ninja hitam ada di depan rumahnya dengan sigap ia langsung membuka pintu rumah nya.
Dan benar saja yang di nanti nanti kan pun datang, yap yaitu adalah ivan, dia pun langsung menyerahkan helm dan langsung membonceng tasya.
" kita mau kemana sih van kok kayaknya mau ke arah alun alun sih" tanya tasya.
" kita emang mau ke alun alun sya mumpung lagi ada bazar buku novel di sana" jawab ivan.
__ADS_1
" lo kan suka tu baca buku novel, dari pada beli langsung di toko mending di bazar aja lebih murah" timpal ivan lagi.
Setelah sampai di alun-alun tasya dan ivan pun segera masuk ke alun alun, betapa terkejut nya tasya berbagai mahluk menyeramkan ada di sana dari sundel bolong, kuntilanak, pocong, genderuwo, dan sebagainya ada di sana sungguh komplit.
Namun tasya tidak menanggapi apa yang ia lihat sejak kejadian kela kemarin membuatnya kuat walau perutnya terasa mual melihat penampakan itu.
" Kayaknya waktu yang pas deh, buat makein kalung ini ke ivan" batin tasya.
" van sini dong coba deh lo pake kalung ini pas nggak, kalo pas berarti di gue kegedean" ucap tasya memberi alasan.
" ya udah sini gue pake" ucap ivan pasrah.
Setelah sesaat memakai kalung itu, ivan pun langsung bisa melihat penampakan penampakan aneh di sekitarnya.
" kenapa nggak shyok, kan kamu bisa lihat mahluk halus kalo pake kalung itu" ucap tasya keheranan dengan tingkah laku ivan yang biasa biasa saja.
" kenapa harus takut sih sya, mereka kan nggak ganggu kita, malah lihat tatapan mereka sekarang terkunci pada kita" ucap ivan yang membuat tasya klimpungan.
" ya udah jangan cemberut, apa perlu aku teriak biar kamu lega, okey sekarang aku bakal teriak kenceng" ucap ivan.
" Tasya Aku Cinta Kamu......!!" ucap ivan berteriak teriak sampai di lihat oleh semua orang yang ada di sana.
Orang yang melihat pun memberi komentar yang berbeda beda ada yang bilang ivan romantis ada juga yang lebay dan ada juga yang malah menutup telinganya.
" ivan kamu kok gitu sih, kan aku jadi malu" ucap tasya merajuk manja.
" sejak kapan manggil nya kamu aku kan biasanya gue sama elo" tanya ivan.
" dari tadi, udah ah mendingan kita cari buku habis itu makan dan pulang tapi inget yang bayarin harus aku" ucap tasya.
Setelah selesai melihat lihat buku yang yang ada di sana tasya pun segera membeli buku yang ia inginkan.
" harganya cuma sepuluh ribuan kok van tenang aja kalo kamu mau nggak papa aku kasih" ucap tasya semangat.
Setelah itu pun mereka langsung makan di warung nasi goreng di sana.
Saat di tengah tengah aktivitas nya tasya pun memberanikan diri untuk bertanya pada ivan.
" van kata lo yang tadi pas teriak teriak itu lo, emang bener ya" tanya tasya agak ragi ragu dengan pertanyaan nya itu.
" ya iya lah sya, aku tu cinta sama kamu, cuman aku nggak berani bilang sama kamu tapi entah mengapa aku malah bilang sama semua orang." jawab ivan
" jadi kamu emang bener suka sama aku van, sebenarnya aku juga merasakan hal yang sama van tapi aku takut untuk bilang" ucap tasya yang sedang mengunyah nasi.
" sya kamu mau nggak jadi pacar aku" tanya ivan dengan muka serius.
" aku mau van jadi pacar kamu" ucap tasya sambil menangis haru.
Seketika hati mereka pun terasa di hujani oleh bunga yang indah dan wangi, kebahagiaan yang tidak bisa di simpan dalam hati.
" akhirnya aku bisa merubah status ku dari jomblo jadi punya pacar deh" batin tasya.
Setelah acara makan makan pun ivan langsung mengantarkan tasya pulang ke rumah.
" sya ini kalung kamu aku balikin" ucap ivan sambil melepaskan kalung itu dari lehernya.
" jangan lupa mimpiin aku ya pacar" ucap ivan menggoda tasya yang dari tadi hanya senyum senyum sendiri.
__ADS_1
" paan sih van gih sana pulang" suruh tasya sambil melambai pergi.
Setelah masuk rumah tasya pun langsung merebahkan tubuhnya di kasur tak tunggu lama lagi ia pun langsung tertidur lelap sambil memeluk guling tersayang nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...........
Notes :
Halo temen temen jangan lupa....
LIKE, LOVE, dan KOMENTAR setelah membaca ya dan jangan lupa mampir juga di karya aku lainya, kalian tinggal klik provil aku.
__ADS_1
Terima kasih semua.......... βΊοΈπππ