
" aku setuju sama pendapat nya kevin, mendingan nanti habis sholat magrib kita ke pergi gedung tua itu, kita cari tau dulu, siapa tau kan ada bukti bukti yang tersembunyi disana, itu sih kecurigaan aku ya, kalau kalian gimana?" ucap mawar bertanya pada mereka.
" okey aku setuju kalian berdua pasti setujukan, ya udah berarti kalian berangkat naik motor, aku sama mawar pakai taxsi, nanti silla sama bella biar bareng aku aja, udah jam tiga siang ni, bentar lagi juga mau adzan, kita sholat di masjid aja ya" ajak tasya dan dijawab anggukan oleh mereka bertiga.
Setelah selesai sholat ashar ivan dan kevin pun pamit untuk pulang ke tempat kost mereka, dan tiga jam lagi mereka akan pergi ke gedung tua, tempat silla meninggal dunia.
Tiga jam kemudian...... ⏰⌚
" kakak... kasihin aku bajunya, ishh... kakak itu kan baju aku kakak" teriak silla yang sedang berebut baju dengan bella dari arah loteng.
" adek... kakak cuma pinjem kok, siniin cuma mau pinjem aja kok nggak boleh" teriak bella tak mau kalah dengan adiknya.
Tasya yang mendengar pertengkaran antara kakak beradik itu hanya bisa geleng geleng kepala saja, sambil menatap mereka dengan malas, karna jika sudah berebut sesuatu pasti di antara mereka tidak ada yang mau ngalah.
Akhirnya pertengkaran itu berhenti di saat seekor tikus kecil melintas di tengah tengah mereka berdua, mereka pun menjerit histeris sangking takutnya dengan tikus kecil yang lemah tidak berdaya sama sekali itu.
" dasar setan KW, masak sama tikus takut sih, padahal kan tikusnya juga nggak bakal ngejar mereka berdua, apa mereka memang setan- setan penakut tikus gitu kalik yak" gumam tasya sambil tertawa tertawa sendiri.
Mereka pun berangkat menggunakan taxsi onlain, untuk menuju ke gedung tua itu, karna jika menaiki ojol (ojek onlain) bisa bisa tidak sampai sampai ke gedung itu, karna tempat gedung itu agak jauh dari rumah kost yang di tempati oleh tasya dan mawar.
Setelah sampai mawar pun membayar ongkos taxsi itu, dan segera masuk ke dalam gedung tua itu, ivan dan kevin pun mengekor dari belakang saja, dengan alasan lagi nggak enak badan padahal jelas mereka itu merasa takut akan kegelapan di gedung tua itu.
" kalo takut nggak usah di tutup tutupin gitu kali, mendingan kalo kalian takut kalian pulang aja dari pada ngompol di celana, nanti nya bikin kotor gedung lagi, dan penunggunya akan marah sama kalian" ucap mawar meledek sekaligus menakut nakuti mereka.
" siapa yang takut kita nggak takut kok, yakan van, mana ada cowok ngompol di celana, kita kan cowok abis yakan van" ucap kevin dengan pd nya di depan mawar dan tasya.
" maksud elo, cowoknya udah habis gitu kan kev" ucap tasya menambahi dengan meledek.
" Ha... Ha... Ha... Ha..." tawa tasya, mawar dan ivan sedangkan kevin hanya diam mematung sambil garuk garuk kepalanya sendiri yang sebenarnya tidak gatal sama sekali, " tapi dari pada diem aja kan tambah malu," pikirnya.
" Ssssttt, udah yuk kita masuk, keburu malem nanti, tambah serem low" ajak tasya. Memang suasana di gedung tua itu semakin menakutkan, desiran angin malam yang melewati mereka berdua, menambah suasana jadi menakutkan dari pada sebelumnya.
Belum lagi bau amis dan anyir juga sudah merasuk ke indra penciuman mereka, bau kemenyan pun juga tercium, dan siapa yang meletakkan itu dan semua itu untuk apa?, itulah yang banyak orang tanyakan.
ya jelas pak penjaga gedung yang meletakkan kemenyannya itu di samping, di belakang gedung tua, dengan tujuan agar arwah arwah yang ada di dalam gedung itu bisa tenang dan damai, tanpa mengganggu manusia lagi.
Mereka pun masuk ke dalam, betapa mengerikan sekali apa yang mereka lihat, terdapat setan yang kepalanya buntung, ada juga mukanya datar, dan sebagian dari para hantu hantu itu adalah perempuan.
Merekapun segera naik ke lantai dua dimana tempat pemerkosaan silla, disana terdapat meja, kursi, televisi dan masih banyak lagi bisa di simpulkan jika runangan itu tempat kerja manager dahulu kala.
Silla pun menangis, menangis mengingat masa masa terakhirnya dengan cowok itu, tasya, ivan, mawar, dan kevin pun mencium bau amis dan busuk yang sangat menyeruak di ruangan itu, seperti bau bangkai.
__ADS_1
" silla apakah bau amis dan bau busuk ini, bau dari mayat kamu ya, Mm... maaf silla bukan maksut kakak, untuk mengingatkan kamu sama kejadian yang telah menimpa kamu" tanya ivan pada silla yang sedang menangis.
" nggak papa kok kak, emang bener bau ini bau dari mayat aku, mungkin sekarang raga atau badan aku sudah di makan oleh belatung dan semut di dalam, sepertinya polisi tidak akan percaya jika itu diriku" jawab silla sambil menunduk dan masih meneteskan air mata.
" ya udah sekarang kita coba cari bukti bukti itu, aku yakin pasti ada beberapa bukti yang tersembunyi di sini" ucap bella.
Merekapun terus mencari, mencari dan terus mencari namun hasilnya tetap nihil.
Tidak ada satu pun barang bukti di ruangan itu, cowok itu mengerjakan aksinya dengan sangat- sangat bersih padahal dalam keadaan itu dia sedang mabuk karna terlalu banyak minum minuman keras.
" hey, kalian sini deh gue nemuin foto laki- laki ni, apa dia yang sudah memperkosa kamu sill ?" tanya mawar sambil menunjukkan sebuah foto cowok yang barusan ia temukan.
" iya kak bener dia orangnya kak" ucap silla sambil menahan tangisnya.
" udah udah jangan nangis ya, sebentar lagi pelakunya akan ketemu, kamu yang sabar ya silla?" ucap tasya menenangkan silla yang sedang menahan tangisnya agar tidak keluar.
" udah, nggak papa, nangis aja, jangan di tahan ya" ucap tasya mengusap air mata silla.
Mereka pun segera mencari bukti bukti yang lain, yang mungkin masih terselip di antara tumpukan tumpukan buku yang sudah lusuh. Dan ada sebuah sepeda berukuran sedang yang terpakir di belakang lemari besar.
" silla ini sepeda kamu bukan,?" tanya kevin.
" wah bener kak ini sepeda aku, tapi kenapa ada di sini ya, siapa yang naroh sepeda aku di sini" tanya silla pada mereka berempat.
" ya udah semua buktinya biar di sini aja, kecuali foto, fotonya dibawa pulang, terus besok kita kesini lagi, buat nanya sama penjaganya apa pernah ada cowok yang dateng kesini okey" ucap tasya pada mereka.
Mereka pun pulang ke kost, dengan di bonceng sama ivan dan kevin, sedangkan dua setan itu hanya menghilangkan diri saja. Setelah sampai di kost tasya segera membersihkan badan nya yang sudah begitu sangat lengket karna keringat.
Setelah selesai mandi tasya segera bersiap siap untuk merebahkan tubuh nya di kasurnya yang empuk, dan dengan sekejap tasya sudah bisa terlelap dengan memeluk boneka nya.
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Bersambung.......
Notes :
Hallo temen temen semuanya, apa kabar semoga tetep baik baik aja ya kalian...
__ADS_1
Jangan lupa ya kalian untuk tekan tombol... LIKE, LOVE, dan KOMENTAR setelah membaca novel pertama aku ini.......
Terima kasih ya semua nya... 😊😚😘💋