Sang Penolong Arwah

Sang Penolong Arwah
Membantu Om Pocong Part 2


__ADS_3

Sebenarnya om pocong itu mau pergi ke rumah pak darso, om pocong itu mau menggentayangin pak darso atasan om pocong itu sewaktu hidup.


Dendam selalu membara di hati om arwan, seakan tidak ada cahaya lagi di dalamnya, di bunuh secara tragis hanya untuk memenuhi nafsu seseorang.


Saat sampai di rumah pak darso, om pocong pun dikejutkan oleh pemandangan yang tak enak di lihat, terlihat tante dewi (istri om arwan) sedang bermesraan dengan pak darso.


Om arwan pun mengikuti tante dewi dan pak darso masuk ke kamar, terlihat pak darso mencium tante dewi padahal tante dewi bukan istrinya, pak darso terlihat sedang melepas kan rok mini tante dewi.


Pak darso juga melepaskan sisa kancing baju tante dewi yang sudah terbuka lebar, tante dewi hanya memakai baju hem yang tembus pandang tanpa memakai bra niat nya untuk menggoda pak darso sebenarnya dia juga sudah merencanakan kematian om arwan.


" sayang marilah kita lakukan" ucap pak darso pada tante dewi sambil setengah berbisik.


Akhirnya hal yang menyakitkan itu terjadi di depan om arwan sendiri, dalam pikirannya kanapa dewi lakukan itu pada pak darso, dan di mana anak yang ia sayangi. Saat om arwan masih hidup saja dia tidak pernah berpakaian tembus pandang seperti itu.


" untung saja arwan sudah mati ya sayang, kamu memang pintar, bisa bisanya polisi tidak bisa melacak siapa yang membunuh, di kira sudah hangus terbakar" ucap pak darso.


" iya dong sayang dewi gito lo, kalo masalah arwan itu kecil, anak aku aja aku bunuh demi kamu" ucap tante dewi sambil mendesah sesekali karna pak darso.


Terlihat dari mata om arwan terlihat ingin sekali mencakar-cakar dua manusia berhati iblis itu, om arwan hanya menangis jika mengingat kejadian itu, air mata darah membanjiri ruangan berlantai itu.


Om arwan pun segera menarik punya pak darso, tante dewi terlihat kaget melihat itu semua, sedangkan pak darso sedang ketakutan berusaha melepaskan diri.


Namun om arwan malah menariknya, pak darso pun segera mengambil samurai yang terjajar di meja di sampingnya, dia pun memotong miliknya sendiri.


Tante dewi pun pingsan melihat kejadian yang ada di hadapannya itu, terlihat darah bercucuran, pak darso pun juga tergeletak di lantai dengan ke adaan tak bernyawa lagi.


Tapi tak beberapa lama kemudian, tante dewi pun bangun om arwan pun menunjukkan dirinya yang menyeramkan pada tante dewi.


" kamu kan mas arwan, maafin aku mas, maafin aku, aku bakal nyerahin diri aku kepolisi aku janji mas aku janji" ucap tante dewi sambil memohon.


" jangan sekali kali kau buhong padaku dewi atau kau ingin seperti dia ha, mati dengan tragis, atau kou juga mau mati sepertiku dewi, janganlah kau menumpah kan air mata buaya mu itu" ucap om pocong dengan lantang.


Setelah itu om pocong pun segera pergi dari rumah itu, rasa jijik pada tante dewi masih ada di benaknya, benci? iya benci sangat sangat membenci tante dewi.


Di tempat lain tasya merasa cemas pada om nya itu, pergi entah kemana, perasaan tasya cemas di dalamnya dia takut kalau om arwan akan melakukan sesuatu yang buruk.


Om arwan pun datang ke tempat kerja tasya dan menceritakan semua tentang kejadian yang dia lakukan pada tante dewi dan pak darso yang bejat moralnya itu.


" apa tante dewi tadi lagi main sama pak darso itu, dan tante dewi juga udah kong kalikong sama pak darso buat bunuh om" ucap tasya yang terlihat kaget.


" iya sya, om juga nggak nyangka kalo dewi itu musuh dalam selimut, om kira dia orang baik sopan beragama, bermoral tapi dia malah bermain sama laki-laki lain" ucap om arwan sambil menangis darah.

__ADS_1


" udah ya om, jangan nangis lagi, emang jahat tante dewi itu, masak suaminya sendiri di bunuh, mau dia apa sih, jadi kesel deh tasya sama tante dewi" ucap tasya sambil marah.


" dan yang lebih parah lagi ponakan kamu tasya dia juga di bunuh sama tante dewi, kayla di bunuh sama tante dewi tasya" ucap om arwan sambil meneteskan air mata.


" apa kayla juga di bunuh tapi kenapa ibuk nggak cerita sama tasya om, tante dewi jahat banget sih masak anak sendiri di bunuh emang gila dia tu" ucap tasya sambil menitikkan air mata juga.


" dulu aja pas om meninggal dia nangis terus, tapi ternyata itu cuma air mata buaya doang, dan sekarang kayla juga jadi korbannya'' ucap tasya sambil menggetarkan rahangnya.


" tapi dia sudah mau melaporkan diri ke polisi tasya, sepertinya dia takut dengan ku, boleh kah om minta bantuan kamu sekali lagi tasya om mohon" ucap om pocong memohon.


" minta bantuan apa om, tasya pasti akan bantuin om, bantu apa om, om minta bantuan apa om yang bisa tasya penuhi dari om" ucap tasya dengan lembut.


" om minta kamu lapor ke polisi dan jadi saksi atas pembunuhan om dan kayla, jika tantemu itu tidak mau ancam saja kalo om bakal gentayangin dia lagi" ucap om arwan.


Tasya pun segera ke kantor polisi melaporkan atas semua kejadian atas pembunuhan om arwan dan kayla, dan tante dewi juga sudah bersedia untuk mendekam di penjara.


" pak dia tante saya sudah membunuh om saya dan ponakan saya pak, hanya karna dia suka sama orang lain pak, dia itu bakar om saya hidup hidup" ucap tasya.


" apakah benar sodari dewi sudah membunuh om nya dan ponakan sodari tasya dengan sadis dengan cara membakar hidup hidup sampai mati" ucap pak polisi tegas, tante dewi pun hanya mengangguk.


" kalau begitu sodari dewi harus kami tahan sampai hakim memutuskan apa hukuman yang pantas untuk sodari dewi" kata pak polisi sambil membawa tante dewi ke jeruji besi alias penjara.


" makasih ya tasya berkat kamu om bisa pergi dengan tenang" ucap om arwan dan menghilang entah kemana seperti saat kejadian kela waktu itu.


Tasya pun pulang ke kost dan langsung mandi terlihat sudah menunjukkan jam tujuh malam, dia pun segera sholat ishak dan membaringkan tubuh di kasur empuknya.


Dia sudah menggonta ganti chenel tv akhirnya dia mendapat sinetron yang dia inginkan tapi tak lama kemudian dia pun tertidur sambil membawa cemilan di tangannya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Berambung...........


Notes :


Halo teman-teman jangan lupa ya....

__ADS_1


LIKE, LOVE, dan KOMENTAR setelah membaca ceritaku ini ya .......


Terima kasih semua........ 😊😚😘💋


__ADS_2