
Ke esokan harinya.......
Mereka berdua pun terbangun dan segera pergi membersihkan badan, kejadian kemarin membuat mawar stres, rasa takut terus menyelimuti hatinya.
Saat selesai mandi mereka segera bersiap siap untuk bekerja dan tak lupa sebelum berangkat mereka bersarapan terlebih dahulu dengan sendwits dengan selai kacang.
" udah belum sarapannya, keburu telat lo nanti, apa elo libur aja nanti biar gue yang bilang sama si bos kali elo lagi sakit, atau elo lagi stres gitu" ucap tasya panjang lebar.
" nggak sya gue ikut kerja elo aja, gue takut nanti kalo hantunya nanti ada di kamar elo juga bisa- bisa depresi gue, pokoknya gue ikut kerja" ucap mawar membantah.
Mereka pun segera berangkat menuju ke kebun binatang tempat mereka bekerja, dengan mengendarai taxsi onllain.
Selama di perjalanan mereka saling berbincang bincang untuk melupakan masalah kamarin malam di kamar kost mawar, entah siapa itu yang membuat mawar takut, tidak ada yang tau satu pun.
Tiba tiba bela pun datang dan mengejutkan mereka berdua dengan suara nya yang melengking memasuki ke gendang telinga.
" tasyaaaaa..... mawarrrrr..... kalian jahat banget sih ninggalin aku sendirian di kost, nanti kalo ada apa apa gimana sama aku kalau nanti ada yang jahat gimana" ucap bela.
" berisikkkkkkk......!!" ucap mawar berteriak teriak di dalam mobil itu, pak sopir yqng mendengar bentakan pun segera mematikan lagu yang sudah lama di nyalakan.
" maaf mbak kalo musiknya bikin ganggu dan berisik, sekarang sudah saya matikan, silahkan di lanjutkan ngobrolnya" ucap pak sopir ketakutan sambil menunduk.
" bukan anda pak yang saya maksut dan musiknya enak kok merdu, ini temen saya tadi teriak pas di telinga saya maaf ya kalo bikin kaget bapak" ucap mawar menahan malu.
Tasya dan bela hanya tertawa pelan tapi terbahak bahak melihat tingkah laku mawar yang sedang menahan malu karna di anggap membentak bapak sopir taksi.
Mawar hanya menunjukkan muka cemberut nya pertanda dia lagi marah dan kesal atas perbuatan tasya dan bella yang menertawakan dirinya yang sedang malu.
" loh itu kan silla, tapi kenapa dia kayak gitu terus kenapa pakaiannya dia kayak orang yang sudah meninggal apa dia meninggal" gumam bella di dalam hati.
" nggak, nggak mungkin silla meninggal, silla kakak rindu sama kamu sampai kakak menghayal tentang kamu" ucap bela pelan sambil meneteskan air matanya.
Setelah lama berada dalam mobil akhirnya mereka sampai di depan gerbang kebun binatang terlihat sepi dan senyap karna kebun binatang buka jam 8 pagi.
" ya udah yuk masuk, udah jam tujuh ni takut nanti di marahin sama pak didi lagi, karna kita belum nyiapin apa apa yuk" ajak mawar pada tasya sambil menuju ke ruang karyawan.
Mereka pun segera masuk dan segera berganti baju karyawan, dan segera memberi makan hewan hewan dan bermain main dengan mereka (hewan-hewan).
Ivan dan kevin pun menghampiri tasya dan mawar yang sedang asik mengobrol.
Terlihat bella yang sedang termenung entah apa yang mengganggu pikirannya sekarang.
" bella lo kenapa bell, kok termenung aja sih dari tadi sini ikutan kita ngobrol sambil sarapan lo belum sarapan kan" ajak tasya pada bella yang tidak bersemangat.
Bella pun menghampiri tasya dan yang lainnya, dan ikutan sarapan nasi berlauk ayam geprek pedas, namun bela jika sudah sedih ya tetap sedih sampai nanti.
" bell kamu kenapa sih, kok sedih terus makannya juga nggak lahap kenapa cerita dong sama aku" ucap tasya pada bella.
" aku tadi kayak lihat adikku silla sya, tapi dia kayak jadi setan gitu, aku takut kalo itu beneran silla, aku nggak mau dia jadi setan sya" ucap bela mulai terisak menangis.
__ADS_1
" eh tunggu, kayak pernah denger nama silla deh, o iya baru inget, pagi tadi gue kan beli koran dan gue baca tu ada anak umur 15 tahunan dia habis di perkosa gitu sama temennya" sahut kevin.
" dan kalian tau nggak, si silla itu sampe meninggal karna cowok itu, dan ternyata dia si silla adik elo bell, wah berarti yang lo lihat tadi beneran silla dong" tambah kevin.
" hiks... hiks....hiks....hwaaaaaaa....silla kakak kangen sama kamu silla" ucap bella sambil menangis dengan histeris.
" cup... cup... cup udah jangan nangis bell, nanti adik kamu bakal nemuin kamu kok, dan kita bakal bantuin dia biar dia nggak penasaran" ucap tasya menenangkan bella.
Bella pun mulai berhenti menangis, dia mulai tersenyum dengan kata kata tasya, namun tiba tiba ada yang menepuk pundak bella dan tidak mungkin itu manusia biasa.
" kakak, silla kangen sama kakak" ucap silla sambil menangis melihat kakaknya.
" silla, ini bener silla adik kakak, astaga silla kakak kangen sama kamu kakak tau kenapa kamu meninggal sayang, sini kakak peluk" ucap bella, mereka pun saling berpelukan.
Mereka berempat juga ikut menangis melihat pemandangan yang ada di hadapannya yang sangat mengharukan dan sangat- sangat menyentuh hati mereka itu.
Silla pun menceritakan semua kejadian yang telah menimpa nya dan akhirnya jadi hantu.
" saat itu, aku mau pulang dari sekolah tapi tiba tiba, sepeda aku rusak terus aku minta bantuan sama orang yang ada di sebrang jalan, dan ternyata itu temen aku"
dia terus natap aku tajem kak, dan aku nyium bau alkohol di situ, terus dia bawa aku ke gedung tua, dan dia teruss... teruss... hiks... hiks" ucap silla sambil menangis histeris.
Mereka yang melihat merasa kasihan dengan silla di umurnya yang masih sangat muda, harus meninggal karna nafsu seseorang, sungguh bejat laki laki brengsek itu.
Bella yang mendengar pun mulai mengepalkan tangannya dan rahangnya pun mengeras, sungguh berat ujian yang di tempuh oleh adik semata wayangnya itu.
Silla pun hanya membalas dengan senyuman, di benaknya hanya ada penyesalan, kenapa sepeda itu harus rusak, dan kenapa dari sekian banyak orang di sana, dia malah menghampiri teman nya yang brengsek itu.
" semua udah takdir sill, kita manusia nggak ada yang tau kapan kita mati, jadi kamu nggak boleh menyesali semuanya" ucap tasya secara mendadak dan tiba tiba.
" kakak bisa denger suara hati aku" tanya silla penasaran dengan tasya.
" Mm... nggak juga tuh, cuman kakak tau apa yang sedang kamu pikirin" jawab tasya.
" ya udah nih minum teh nya biar badan kamu hangat" tawar tasya sambil memberikan secangkir teh hangat pada silla.
" hah masa aku minum teh sih, emangnya hantu bisa minum teh ya kak" ucap silla sambil keheranan dan menerima secangkir teh dari tangan tasya.
Tasya pun hanya tersenyum melihat adik hantu barunya itu sambil mengelus elus ubun kepala dan rambut silla
Silla pun menaruh cangkirnya di meja dan segera memeluk tasya dengan erat.
" makasih ya kak, kakak udah baik sama silla" ucap silla masih memeluk tasya.
" iya sama sama princess hantu nya kakak tasya." ucap tasya dan di iringi oleh tawa dari kedua sahabat baru itu.
*
*
__ADS_1
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Bersambung.........
Notes :
Hallo temen temen jangan lupa ya......
LIKE, LOVE dan KOMENTAR setelah membaca ceritaku ini okey .....
Terima kasih semua.......😊😚😘💋
__ADS_1