Sang Penolong Arwah

Sang Penolong Arwah
Kedatangan Pocong


__ADS_3

" untung aja kita selamat ya sya, kalo nggak kita bakal ikut gadis itu masuk ke surga" ucap mawar sambil menghembuskan nafas dengan perasaan lega menyelimuti hatinya.


Mereka pun segera beristirahat sejenak karna mereka sangat capek atas kejadian- kejadian di luar nalar yang menimpa mereka hari ini.


Tasya pun hanya termenung meratapi nasib gadis yang ada di mall sampai gadis yang menjadi korban pembunuhan yan kejam oleh penjual kuliner soto sapi itu.


" ibuk, bapak tasya kangen sama kalian, kenapa nasib tasya jadi begini buk, pak. dulu kita selalu bercanda, mengisi waktu luang bersama, tapi kenapa kalian ninggalin tasya, tasya padahal sayang banget sama kalian, namun allah malah lebih sayang pada kalian" batin tasya sambil menangis.


Mawar yang melihat tasya terus menangis, melamun, dan hanya termenung ikutan sedih melihatnya, tak punya siapa siapa hidup sebatang kara sama seperti dirinya.


" tasya lo kenapa nangis, lo pasti kangen ya sama orang tua lo, gue tau karna gue juga ngrasain hal yang sama, namun allah itu lebih sayang pada orang tua kita" ucap mawar sambil memeluk tasya.


" eh ada yang nangis, kenapa sih, di putusin sama pangeran ma raja ya, uhh... kacihan banget sih kamu" ucap Nisa (teman kost tasya dan mawar) , sambil meledek dan tertawa ke girangan.


Belum sempat mereka menjawab tiba-tiba di belakang mereka sudah ada ivan dan kevin.


" siapa bilang putus, malahan kita udah mau nikah sama mereka, jadi nggak ada kata putus" ucap ivan yang membuat nisa dan geng nya jadi syok mendengarnya.


Tiba-tiba nisa pun pingsan dan jatuh kelantai, bukannya kaget tapi mereka berempat malah mengukirkan senyum di wajah mereka.


" waduh, si nisa kenapa ni, kok jadi gini sih, gimana bawanya coba" omel salah satu temannya nisa dengan perasaan bingung, cemas dan khawatir.


" pangeran tolongin kita kasian si nisa kasih nafas buatan gitu kek atau apa yang penting bisa sadar " ucap salah satu gengnya nisa.


"kesempatan bagus ni biar pangeran bisa cium gue, mendingan gue pingsan dulu aja deh biar dia nyium gue" batin nisa.


" oke gue bakal bantu kalian, pak pak satpam sini cepet ada yang pingsan ni pak, tolong kasih nafas buatan" ucap ivan sambil berteriak teriak memanggil satpam.


Pak satpam adalah orang yang umurnya udah nggak muda lagi bisa di katakan sudah tua , kulitnya terbakar matahari hingga menjadi coklat, wajah nya nggak tampan dan nggak jelek jelek juga ( ya pasti kalian tau lah gimana sih satpam itu).


Pak satpam pun mendekat pada ivan.


" ada apa ya mas kok saya di panggil kesini" tanya pak satpam penasaran.


" ini pak temannya calon istri saya pingsan jadi tolong di kasih nafas buatan ya" pinta ivan pada pak satpam.


Pak satpam pun segera mendekati nisa, berjongkok untuk memberi napas buatan.


Tapi sialnya bagi nisa kucing di teras pun mengagetkan pak satpam hingga tak sengaja pak satpam mencium nisa dengan dadakan.


" ishhh... bapak kenapa cium saya sih kan harusnya pangeran yang cium, jadi jijik deh saya sama bapak" ucap nisa dengan kesal.


" kok jadi saya yang salah" ucap pak satpam.


Setelah selesai bercakap cakap dengan ivan dan kevin mereka pun segera pulang karna besok mereka akan mencari kerja bersama.


Tasya pun segera masuk ke kamar untuk beristirahat terdengar suara kucing mengeong dari kamarnya itu di kira itu pasti cici yang sedang mengeong karena melihat bela di kamar tasya.

__ADS_1


Tapi malah sebaliknya bela malah menangis sambil meminta tolong pada tasya untuk menyingkirkan kucing itu, memang bela sangat takut super takut dengan kucing.


" ya allah bela lo kenapa, masa sama kucing aja takut sih kan dia nggak makan kamu" ucap tasya pada bela yang sedang takut.


" tasya jangan sebut ayat suci di depanku nanti aku bisa terbakar tau nggak sih" ucap bela dengan kesal dan menatap tasya tajam.


Saat tasya mau menutup pintu kamar, dia di kejutkan karena dia melihat sosok yang menakutkan yang tak lain adalah seorang pocong besar yang ada di depan pintu kamar.


" ya allah apa tu kok serem sih" gumam tasya.


Pocong itu memang sangat menakutkan, wajahnya gosong, setengah mukanya remuk, matanya mau copot dan berwarna merah, lidah nya yang terpotong, mulutnya keluar darah dan sobek di mana mana.


Setelah di lihat lagi akhirnya pocong itu pun sudah nggak ada tapi tiba-tiba dia datang kembali dan membuat tasya pingsan.


Bela yang melihat kejadian itu pun juga kaget dia belum pernah melihat setan yang menyeramkan seperti itu dia pun berusaha mendekati pocong itu.


" maaf ya om pocong tapi sebelumnya saya mau ngomong cepet pergi dari sini kasian tasya dia ketakutan setengah mati" ucap bela sambil menundukkan kepala.


Akhirnya pocong itu pun pergi meninggal kan kamar tasya, dengan hati-hati bela pun segera membangunkan tasya yang masih tersungkur di lantai (pingsan), karena ketakutan.


Setelah beberapa saat tasya pun juga belum sadar, bela pun merasa panik melihat tasya yang seperti itu, mau tidak mau maka dia harus bertemu mawar untuk diminta bantuan.


" ada apa sih bel gue lagi sibuk ni buat besok daftar kerja" ucap mawar tak mau di ganggu.


" jadi kamu mentingin kerjaan dari pada temen kamu sendiri, tu si tasya pingsan karna habis lihat pocong" jawab bela lantang.


" ya ampun tasya, lo kenapa bisa jadi gini, ya allah gimana ni, gimana ni bel" tanya mawar cemas akan tasya yang masih memejamkam matanya rapat-rapat.


Namun tak lama kemudian tasya pun bangun dan dia langsung melihat wajah om pocong itu lagi tapi dia tidak pingsan lagi karna udah yang ke tiga kali melihatnya.


" lihat deh war, lihat deh tu pocongnya di sana" ucap tasya sambil menunjuk nunjuk kepada om pocong yang seram itu.


Seketika mawar pun pingsan juga karna melihat pocong itu, karna sebelum sebelumnya dia tidak pernah melihat hantu di tempat kost barunya ini.


" yah jadi dia yang pingsan kan, bikin repot aja deh ni si mawar" gerutu tasya pada mawar.


" isshhh... tasya aku tadi juga repot karna kamu mana aku juga takut lagi sama om pocong tapi yang usir dia juga aku" ucap bela pura-pura marah di depan tasya.


" iya bela makasih ya udah nolongin gue" ucap tasya sambil tersenyum manis.


Setelah itu mawar pun sadar dan dia ingin di antar ke kamarnya saja karna hari sudah sore atau bisa di bilang sudah malam.


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, tasya pun langsung pamit untuk tidur setelah tadi berbincang bincang dengan mawar, tak lama kemudian dia sudah terlelap tidur.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.........


Notes :


Halo temen-temen jangan lupa ya tekan


tombol LIKE, LOVE, dan KOMENTAR setelah membaca ceritaku ini ya.....

__ADS_1


Terima kasih semua nya.......... 😊😚😘💋


__ADS_2